CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)

18 Jun 2015

Segala Puji Bagi Allah SWT



Alhamdulillahirabil’alamin hamdan tsanaan ilaih jala wa’ala, segala puji adalah milik Allah.  Puji bagi Allah ini dibagi menjadi 4 bagian secara perinci, yang pertama yang sudah jelas diketahui, pertama al Qadim alal Qadim (Allah memuji dzat-Nya sendiri), qadim alal hadits (Allah memuji makhluk-Nya), hadits alal qadim (makhluk memuji Allah), hadits alal hadits (makhluk memuji sesamA makhluk).

Alhamdulillahirabil’alamin hamdan tsanaan ilaih jala wa’ala, segala puji adalah milik Allah.  Puji bagi Allah ini dibagi menjadi 4 bagian secara perinci, yang pertama yang sudah jelas diketahui, pertama al Qadim alal Qadim (Allah memuji dzat-Nya sendiri), qadim alal hadits (Allah memuji makhluk-Nya), hadits alal qadim (makhluk memuji Allah), hadits alal hadits (makhluk memuji sesamA makhluk).Qadim alal Qadim Allah Ta’ala memuji dzatNya sendiri, seperti ayat-Nya lailaha illa ana fa’buduuni , tiada Tuhan selain-KU maka beribdahlah pada-Ku, dan lain sebagainya.

Kaitannya itu banyak, diantaranya lafad Alhamdulillah ada kaitanya dengan lafad iyya kana’budu wa iyya kanasta’in, ‘hanya kepada-Mu-lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu-lah kami memohon.

Lafad Alhamdulillah juga terkait dengan maliki yaumiddin, Allah yang merajai hari akhir. Sebelum iyya kana’budu wa iyya kanasta’in, ketika Allah Swt berfirman dalam surat fatihah maliki yaumiddin, lafad maliki yaumiddin kalau kita tanyakan, mengapa disebut maliki yaumiddin kok tidak malikil awwalina wal akhirin, yang merajai orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian?  Ada rahasia apa? Karena maliki yaumiddin untuk menunjukan sifat wahdaniahnya, Esa-Nya Allah SWT.

Dengan kemaha sempurnaan sifat-Nya Allah Swt dalam wahdaniah-Nya, wahdaniah fi dzatihi wa wahidun fi sifati wa wahidun fi afalihi (Esa pada dzat-Nya, Esa pada Sifatnya, Esa pada pekerjaanNya). Disini kalimah wahidun fi dzatihi itu jelas.

Nah, yang dimaksukud wahidun fi sifatihi bukan merubah sifat yang 99 atau merubah asma’ yang 99 yang tertera dalam all Qur’an atau asmaul husna atau yang lain.

Allah Ta’ala memberikan pelajaran kepada nabiyullah Adam beberapa asmanya Allah Swt. Akan tetapi tidak semua asma atau nama-nama Allah diberikan pada hamba-Nya. Allah Ta’ala mempunyai 3000 yang ditunjukan kepada khowas, kelompok teristimewa. Yang 1000 hanya diketahui Allah SWT.

Yang 1000 diberikan kepada baginda nabi SAW. Dan yang 1000 dibagikan kepada para malaikat dan para nabi dan para rasul yang lain. Allah memberikan 1000 nama kepada Nabi Saw secara khusus, tidak diberikanpada nabi yang lain. Itu diberikan ketika Allah Swt menjadikan hambaNya dan lain sebagainya.

Ketika yaumil qiyamah, tiba semua dalam keadaan tidak bernyawa, kullu sai’in khaliun illa wajhah, Semua mati kecuali Allah Swt. Nah disinilah rahasianya Allah Swt. Ketika malaikat, dan makhluk Allah yang lain sudah mati,

Allah Ta’ala bertanya “siapakah diantara kalian yang telah mengaku Tuhan selain Aku, tunjukan! Tunjukan Tuhan selain Aku!”, disini sirrnya, sir daripada makna  maliki yaumiddin. Jadi ketika yaumil qiyamah Allah Ta’la langsung bertanya “tunjukan Tuhan selain Aku?!, Wahai hamba-hambaKu, mana yang telah kau pertuhan?, batu, kayu, selain Aku”. Disinilah ketegaan Allah SWT.

Jadi untuk menjawab tantangan hamba-hamba Allah Ta’ala yang tidak beriman terutama, yang sirik, yang mempertuhankan selain Allah, yang mereka puja, ditantang Allah Ta’ala “adakah Tuhan selain Aku? Mana buktinya? Tunjukan!”. Jadi untuk menunjukan puji Qadim alal Qadim, itu diantaranya.

Yang kedua puji qadim alal hadits, bagaimana Allah Ta’ala memuji hamba-hambaNya yang telah diangkat oleh Allah Swt menjadi kekasih-Nya, seperti yang diterangkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam Hakim. Dalam hadits itu disebutkan habata jibril ila nabiyyu Saw.

Qaal kana rabbuka yakulu  laka, in akhodtu ibrohima khalilan faqad akhodtuka habiiban wama  kholaqtul khalkan akrom ‘alayya minka waqad kholaqtul dunnya wa ahalaha li uarrifahum karamataka wa manzilataka indi laulaka ma kholaqtul dunya wala adam, Turun Malaikat Jibril menemui Nabi Saw, kemudian Jibril berkata.

“Tuhanmu menyampaikan pesan padamu, “jika Aku menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Ku (khalil), maka Aku menjadikanmu orang terkasih-Ku (Habib). Aku tidak menciptakan makhluk yang lebih utama disisiku. Dan Aku menciptakan dunia seisinya untuk mengenalkan keutamaanmu disisi-Ku.

Ini adalah suatu perintah yang turun kepada Sayyidi Rasulullah  Saw, diperintahken untuk menyampaikan pesannya Allah Ta’ala kepada Rasullah diantaranya , “idz akhodtu ibrohima khalilan faqad akhodtuka habiba”, makna habiba dengan ma’na kholil sama, tapi berbeda jauh, tempat yang berbeda, tingkatan yang berbeda.

“Aku tidak akan menciptakan seorang hamba-Ku yang melebihi atas kemuliaanmu, terusnya hadits ini “wama  kholaqtul khalkon akrom alayya minka waqad kholqtul dunnya wa ahalaha li uarrifahum karamataka wamanzilataka indi”, dan aku menciptakan alam semesta seisinya, untuk memberitahu kepada mereka atas kedudukanmu dan kemulyaanmu disisi-Ku.  Ini kaitannya puji Qadim alal Hadits

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: