CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)
Tampilkan postingan dengan label Malaikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaikat. Tampilkan semua postingan

11 Feb 2015

Jumlah Pahala Ketika Bersholawat



Malaikat Jibril [alayhis Salam] pernah datang kepada Nabi Muhammad صلی اللہ علیہ وآلہ وسلم dan berkata
 "Allah SUbhanahu WaTa'Ala telah memberi aku pengetahuan untuk menghitung / mengetahui jumlah setiap daun di bumi, setiap ikan di laut, setiap bintang di langit dan setiap partikel pasir di bumi, tapi hanya ada satu hal yang aku tidak bisa / mustahil menghitung. "
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam bertanya "Apa itu?",

Jibril (AS) menjawab, "Ketika salah satu dari ummatmu membacakan Sholawat atau salaam untuk Anda Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam, berkat yang dilimpahkan Allah Subhanahu WaTa'Ala kepadanya menjadi tidak mungkin/ mustahil bagi ku untuk menghitungnya"..

اللَّهُمَّ يا اللهُ يا واجِدُ صَلِّ على عَبْدِكَ و حَبِيبِكَ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الواجِد و على آلِهِ و صَحْبِهِ و سَلِّمْ تَسْلِيماً وهَبْ لي بِهِ وَجْداً أَجِدُ بِهِ هَزَّةَ الشَّوْقِ إلى اللِّقاءِ في لُطْفٍ و عَافِية

Ya Allah, Ya Wajid
Limpahkan sholawat dan salam kepada hamba terkasihMu, Sayyidina Muhammad, Rasulullah, yang telah memiliki segalanya, juga untuk keluarga dan sahabatnya..
Dan demi beliau limpahkan rahmatMu pada kami dengan perasaan bahagia kerinduan untuk bertemu dengan Mu di dalam kebaikan dan sebaik baiknya pertemuan..
Aamiin..


sumber

12 Des 2014

Suara Malaikat

Wahai manusia! Jika seseorang mendengar suara malaikat yang merdu dalam bertasbih memuji Tuhan di ketujuh langit, mereka bisa pingsan, karena tak sanggup mendengar betapa indahnya suara mereka! Semoga Allah membuat kita dapat mendengar. Pada waktu Subuh, sebagian orang mempunyai kesempatan sekian detik untuk mendengar Suara yang indah itu!

Merupakan sebuah nasihat bagi setiap orang untuk membaca tasbih sebelum Salat Subuh, "Subhaanallaah wa bihamdihi - Subhaanallaahi ‘l-`Azhiim, Astaghfirullaah." Ketika kalian mulai melakukan tasbih itu dengan tulus, kalian tidak ingin berhenti. Bacalah tasbih ini 100 kali antara Salat Sunnah dan Salat Fardu Subuh, ia akan memberi dukungan bagi kalian. Ruh kalian akan bahagia dan merasa ringan. Jika orang ingin agar Pintu Surga dibukakan bagi mereka, mereka harus mengucapkan, "Alhamdulillah". Jika mereka ingin agar pintu neraka tertutup bagi mereka, mereka harus mengucapkan, "Astaghfirullah".



                                   Sultan al-Awliya Mawlana Shaykh Nazim Adil an-Naqshbandi

23 Jun 2014

Ijazah Doa Dari Malaikat Jibril AS



Telah terdapat suatu riwayat mengenai adanya satu zikir Tasbih yang mustajab untuk siapa yang ingin melihat tempatnya disurga dalam mimpinya, jika dia adalah memang salah satu dari ahlinya. Dia adalah Zikir Tasbihnya Malaikat Jibril A.S. Yang meriwayatkannya adalah As-Sayyid Al-Ajal Ali bin Thawus R.a, dan beliau mendapatkannya dari Abi Zahariah R.a. Dia menceritakan tentang apa yang dialaminya. Dia berkata ,” Pada suatu malam kami pernah melaksanakan sholat isya’ di masjid Baitul Maqdis, setelah itu kami duduk-duduk dengan bersandar kesebuah tiang dimasjid itu. Kemudian khadim pengurus masjid itu mulai menutup pintu-pintu dan jendela masjid dan menguncinya. Kami dibiarkannya saja, tidak diusirnya sebagaimana kebiasaan yang dilakukannya saat mengunci masjid. Maka masjid harus dikosongkan terlebih dahulu agar tidak ada yang terkurung disitu.

Akhirnya kami pun tertidur disitu. Dan kami terbangun oleh suatu suara asing. Yang akhirnya kami ketahui berasal dari suara sayap-sayapnya para malaikat yang telah memenuhi masjid itu. Diantara mereka ada yang sangat dekat dengan kami. Dilihatnya bahwa kami jadi terbangun. Maka dia berkata kepada kami,” Apakah engkau manusia?” kami jawab ,” Betul.” Kemudian kami beritahu alasan-alasan kenapa kami sampai berada dan tertidur disitu. Malaikat itu berkata lagi, “ Untukmu hal itu tidaklah menjadi suatu kesalahan bagimu.”

Kemudian kami mendengar malaikat yang berada disebelah kanan kami mengucapkan tasbih (seperti diatas). Setelah itu yang disebelah kiri kami juga mengucapkan ucapan yang sama. Maka kami memberanikan diri dan bertanya kepada malaikat yang berada didekat kami itu.” Demi Yang memberi kalian kekuatan beribadah , siapakah yang mengucapkan tasbih yang berada disebelah kanan kami ?” Malaikat itu berkata,” Dia adalah Jibril.” Kemudian kami bertanya lagi siapa pula yang berada disebelah kiri kami. Dijawabnya,” Dia adalah Mikail.”

Maka kami bertanya lagi padanya,” Demi yang memberi kalian kekuatan beribadah, apakah yang akan diperoleh bagi seseorang yang mengucapkan seperti yang kalian ucapkan itu ?”
Maka malaikat itu menjawab ,” Barangsiapa mengucapkan seperti apa yang telah kami ucapkan itu setiap hari satu kali dan itu dilakukannya selama satu tahun, maka dia tidak akan mati sehingga dia melihat terlebih dahulu tempat yang telah disediakan untuknya di surga.”
Ini Tasbih yang dimaksud:

بسم الله الر حمن الرحيم
سبحان الدائم القائم
سبحان الواحد الاحد
سبحان الفرد الصمد
سبحان الحي القيوم
سبحان الحي الذي لا يموت
سبحان الله وبحمده
سبحان الملك القدوس
سبحان رب الملا ئكة والروح
سبحان العلي الاعلى
سبحانه وتعالى

Subhaanad-daa-imil Qoo-im, 
Subhaanal waahidil ahad, 
Subhaanal fardhish-shomad, 
Subhaanal Hayyil Qoyyuum, 
Subhaanal Hayyil ladzii laa yamuutu, 
Subhaanallahi wa bihamdihi, 
Subhaanal Malikil Quddus, 
Subhaana Robbil Malaa-ikati war-ruuh, 
Subhaanal ‘Aliyyil a’laa, 
Subhaanahu wa ta’alaa.

Artinya:
Maha Suci Engkau Yang Maha Melanggengkan/Mengabadikan yang Berdiri Sendiri, 
Maha Suci Engkau Yang Maha Esa, 
Maha Suci Engkau Yang Tunggal yang menjadi tempat memohon, 
Maha Suci Engkau Yang Hidup dan Berdiri Sendiri, 
Maha Suci Engkau Yang Hidup dan Tidak akan Pernah Mati, 
Maha Suci Engkau Ya Allah dan Segala Puji Bagi-Mu, 
Maha Suci Engkau Yang Merajai dan Yang Maha Suci, 
Maha Suci Engkau yang menjadi Tuhannya para Malikat dan Ruh, 
Maha Suci Sang Maha Tinggi yang Luhur, 
Maha Suci Dia Yang Maha Luhur dan Agung.

Syaikh Abi Zahariah melanjutkan ceritanya,” Ketika pagi harinya timbullah satu pikiran dibenak kami, mungkin saja umur kami yang tertinggal sudah tidak mencukupi masa satu tahun. Mengingat hal itu maka kami ambil satu keputusan untuk tetap saja duduk disitu dan membacanya sebanyak 360 x yaitu sebanyak bilangan hari-hari dalam setahun. Setelah dia dapat kami selesaikan, malam berikutnya diperlihatkan Allah Ta’Ala kepada kami tempat kami disurga. Benarlah apa yang telah dikatakan oleh malaikat tersebut.

Begitu pula Syaikh Al-Juaini R.A, beliau mengatakan ,” Pada saat kami pergi untuk menunaikan ibadah Haji, kami bertemu dengan Ar-Rabii dan kami ceritakan tentang riwayat itu padanya. Kemudian pada musim haji tahun berikutnya kami berjumpa lagi. Dan dia berkata pada kami,” Saya sangat berterima kasih kepadamu atas riwayat yang telah engkau ceritakan kepada saya, dan semoga Allah membalasnya untukmu dengan segala kebaikan. Saya telah mengucapkan apa yang engkau suruhkan kepada saya itu dan telah saya lihat tempat untuk saya disurga.”

Dan banyak lagi dari para As-Sholihin yang mendengar riwayat tersebut, mereka telah mencoba dan mendapatkan hasilnya seperti yang dikatakan Syaikh Abi Zaharia R.A.
Silahkan di amalkan dan semoga bermanfaat.

dari FB Habib Mi Al Bin Yahya

16 Mei 2014

7 Peristiwa Besar di Hari Jum’at


Ada tujuh pernikahan penting yang terjadi di hari jum’at, yaitu:

1. Pernikahan Nabi Adam AS dengan Hawa

Nabi Adam As. melihat tidak ada makhluk yang sejenis beliau di langit dan bumi untuk menemani Beliau, maka pada saat beliau tertidur dalam keadaan duduk, Allah memerintahkan Jibril As. untuk mengeluarkan tulang rusuknya yang kiri dan Allah menciptakan Hawa dari tulang tersebut.
Hawa di dudukkan atas kursi dari emas, kemudian Nabi Adam pun dibangunkan. Saat melihat Hawa yang begitu cantik, beliau bertanya: “Siapa engkau?, dan untuk siapa engkau?.” Hawa Menjawab: “Aku diciptakan untukmu”. Nabi Adam meminta Hawa mendekat kepadanya, namun hawa tidak mau dan meminta Nabi Adam yang mendekatinya. Ketika Nabi Adam mau memegang Hawa, terdengar suara: “Wahai Adam, tahan dulu, Sesungguhnya kedekatanmu dengan hawa tidak halal kecauali dengan mahar.” Dan yang menjadi mahar saat itu ialah Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Sebanyak sepuluh kali.

2. Pernikahan Nabi Yusuf AS dengan Zalikha

Zalikha telah menjadi perempuan fakir, lemah dan buta, namun rasa cinta dalam hati Nabi Yusuf As. semakin bertambah. Suatu hari -- zalikha yang kini tidak lagi menyembah berhala -- berdo’a: “Ya Tuhanku, aku tidak punya harta dan kecantikan lagi, dan aku telah menjadi lemah, hina dan fakir. Engkau mencobaku dengan kecintaan dan kerinduan kepada Yusuf, jika (cinta ini) bisa sampai, maka sampaikanlah, jika tidak, maka jauhkanlah rasa cinta ini dariku.” Malaikat mendengar do’a Zalikha dan mengadukannya kepada Allah Swt.
Suatu hari Nabi Yusuf bertemu Zalikha saat berjalan bersama kerabatnya. Zalikha berkata dengan suara nyaring: “Maha suci zat yang menjadikan budak sebagai raja dengan rahmat-Nya”. Nabi Yusuf langsung berhenti dan bertanya: “siapa engkau?.” “Saya yang dulu membelimu dengan permata, emas, perak, miski, dan kafur. Dan saya adalah seorang wanita yang tidak bisa kenyang dari makanan semenjak merinduimu, tidak tidur di malam hari semenjak melihatmu” kata Zalikha. Nabi Yusuf berkata: “Mudah-mudahan engkau Zalikha,” “benar wahai Yusuf.” Jawab Zalikha. Nabi Yusuf melanjutkan: “Dimana hartamu, kecantikanmu, dan perbendaharaanmu?” “Semua telah hilang dalam kerinduan terhadapmu.” Jawab Zalikha. Nabi Yusuf bertanya lagi: “Bagaimana rindumu?.” “Seperti biasa, bahkan bertambah dari dari waktu ke waktu.” “Apa yang engkau inginkan sekarang wahai Zalikha?” tanya Nabi Yusuf. “Aku menginginkan tiga hal: Kecantikan, harta, dan kesampaian” jawab Zalikha.

Allah Swt. mewahyukan kepada Nabi Yusuf “wahai Yusuf, engkau bertanya kepada Zalikha apa yang diinginkannya, tetapi tidak engkau berikan keinginannya. Ketahuilah sesungguhnya Allah Swt. mengawinkan zalikha denganmu, dan ia sendiri yang telah meminangmu, para malaikat dan bidadari menjadi saksi”. Allah Swt kemudian mengembalikan kecantikan Zalikha, dan membuat Zalikha seperti gadis berusia 14 tahun.

Ketika Nabi Yusuf ingin berduaan dengan Zalikha, beliau melihatnya baru saja mengerjakan shalat, kerana itu, beliau menunggu sampai Zalikha siap menunaikan shalat. Setelah lama menunggu, Zalikha belum juga selesai mengerjakan solatnya. Nabi Yusuf pun tidak sabar lagi dan berkata : "Wahai Zalikha, bukankah dahulu engkau telah mengoyakkan bajuku ketika aku hendak lari daripadamu?" Zulaikha lalu memberi salam, kemudian menjawab: "Memang dahulu aku begitu, namun sekarang hatiku tidak seperti dahulu ."Setelah memjawab ucapan Nabi Yusuf maka Siti Zalikha ingin melanjutkan shalatnya. Akhirnya Nabi Yusuf menarik Zalikha ke arahnya, maka baju Zalikha koyak. Kemudian Jibril turun dan mengatakan : "Wahai Yusuf, baju dibalas baju, maka terhapuslah cercaan yang terjadi antara engkau dan Zalikha dulu."

3. Pernikahan Nabi Musa AS dengan Safura’

Nabi Musa datang ke Madyan, Di sana beliau membantu dua orang anak Nabi Syu’aib yang akan mengambil air untuk ternak mereka. Kedua wanita itu adalah putri Nabi Syu’aib. Kepada Nabi Syu’aib, mereka menceritakan bahwa Musa telah membantunya. Mendengar cerita kedua anaknya, Nabi Syu’aib mengutus Salah seorang anak perempuannya untuk memanggil Nabi Musa. Gadis itu mendatangi Nabi Musa dalam keadaan malu. Kemudian ia berkata: “Ayahku memanggilmu untuk memberikan imbalan atas jasamu”.
Setelah sampai di rumah, Safura berkata kapada Nabi Syu’aib: “Wahai ayah, sewalah tenaganya, ia yang terbaik, karena kuat dan terpercaya”. Nabi Syu’aib berkata: “Aku belum melihat kekuatannya dan keamanahannya.” Safura berkata lagi: “Ia mengangkat batu yang menutup sumur, padahal orang lain hanya mampu mengangkatnya jika berjumlah 40 orang. Aku berjalan didepannya, tapi ia menyuruhku berjalan dibelakangnya, ia berkata: “Berjalanlah dibelakang, sehingga inderaku tidak jatuh atas tubuhmu””

Saat itu, Nabi Syu’aib kagum dengan Nabi Musa, beliau berkata: “Aku ingin menikahkanmu dengan salah seorang dari dua putriku.” Nabi Musa menjawab: “Saya orang fakir dan tidak mampu memberi mahar.” Nabi Syua’ib berkata: “Engkau bisa bekerja menggembala kambing bersamaku selama delapan tahun. Seandainya engkau menyempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah kemurahan darimu.”

Kemudian Nabi Syua’ib mengumpulkan masyarakat dan mengakad nikah Safura dengan Nabi Musa serta menyerahkan anaknya itu kepada Nabi Musa As.

4. Pernikahan Nabi Sulaiman AS dengan Balqis

Nabi Sulaiman memerintahkan orang-orangnya agar mengubah sedikit bentuk dan warna tahta Ratu itu yang sudah berada di depannya kemudian setelah Ratu itu tiba berserta pengiring-pengiringnya, bertanyalah Nabi Sulaiman seraya menundingkan kepada tahtanya: “Serupa inikah tahtamu?” Balqis menjawab: “Seakan-akan ini adalah tahtaku sendiri,” seraya bertanya-tanya dalam hatinya. Balqis tidak menjawab “ia” karena nampak ada perbedaan, juga tidak menjawab “Tidak” karena ada tanda-tanda yang serupa dengan tahtanya. Disini Nabi Sulaiman dapat menyimpulkan bahwa Balqis memang pandai.

Bilqis dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang sengaja dibangun untuk penerimaannya. Lantai dan dinding-dindingnya terbuat dari kaca putih. Balqis segera menyingkapkan pakaiannya ke atas betisnya ketika berada dalam ruangan itu, mengira bahawa ia berada di atas sebuah kolam air yang dapat membasahi tubuh dan pakaiannya.

Berkata Nabi Sulaiman kepadanya: “Apa yang engkau lihat itu adalah kaca-kaca putih yang menjadi lantai dan dinding”

“Oh,Tuhanku,” Balqis berkata menyedari kelemahan dirinya terhadap kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang dipertunjukkan oleh Nabi Sulaiman, “aku telah lama tersesat berpaling daripada-Mu, melalaikan nikmat dan karunia-Mu, merugikan dan menzalimi diriku sendiri sehingga terjatuh dari cahaya dan rahmat-Mu. Ampunilah aku. Aku berserah diri kepada Sulaiman Nabi-Mu dengan ikhlas dan keyakinan penuh. Kasihanilah diriku wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”
Akhirnya Nabi Sulaiman As. menikahi Ratu Balqis., dan pernikahan itu terjadi pada hari jum’at.

5. Pernikahan Rasulullah SAW dengan Khadijah

Saidah Khadijah bermimpi matahari turun dari langit dan memasuki rumahnya, cahayanya menerangi semua rumah di Mekkah. Khadijah menceritakan mimpinya kepada pamannya yaitu Warqah bin Naufal. Beliau mampu menafsir mimpi, kata beliau: “Sesungguhnya Nabi Akhir zaman akan menjadi suamimu”. Khadijah bertanya: “Wahai paman, darimana asalnya Nabi itu?”. Beliau menjawab: “Dari Mekkah.” “Dari Qabilah mana” tanya Khadijah lagi. “Dari Qabilah Quraisy” jawab beliau. Khadijah bertanya lagi: “Dari keturunan mana?” “Dari Bani Hasyim” Jawab paman, “Siapa namanya?.” “Muhammad Saw.” Jawab Paman

Abu thalib dan Atikah melihat Nabi Muhammad sangat beradab dan baik. Keduanya melihat Nabi Muhammad telah menjadi pemuda yang pantas untuk menikah. Atikah punya rencana untuk meminta Muhammad bekerja pada Khadijah sehingga mendapatkah upah untuk Mahar kawin. Mereka bermusyawarah dengan Nabi Muhammad tentang maksud mereka. Muhammad pun setuju.

Atikah kemudian mendatangi Rumah Khadijah dan meminta Khadijah supaya memperkerjakan Nabi Muhammad Saw., ketika mendengar hal itu. Khadijah langsung teringat tafsir mimpi yang disampaikan pamannya, bahwa suaminya orang arab mekkah, suku quraisy, keturunan Hasyim dan bernama Muhammad. Maka Khadijah langsung menerima Tawaran Atikah.

Singkat cerita, akhirnya Nabi Muhammad Menikah dengan Khadijah yang berlangsung pada hari Jum’at, dua bulan sesudah kembali dari perjalanan niaga ke negeri Syam. Bertindak sebagai wali Khadijah Ra. ialah pamannya bernama ‘Amir bin Asad.

6. Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah

Setelah Khadijah Ra. Wafat, jibril mendatangi Nabi Muhammad dengan membawa sehelai kertas yang bergambar Aisyah Ra.. Kata jibril, Allah telah mengawinkan nabi Muhammad di langit dengan perempuan yang digambar itu, maka Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengawininya di Bumi.

Setelah mengetahui bahwa perempuan yang digambar itu adalah Aisyah anak sahabat beliau, Abi bakr, maka Nabi Muhammad memanggil Abi Bakr dan bertanya: “Wahai Aba Bakr, benarkah anakmu bernama Aisyah?, Allah telah mengawiniku dengannya di langi, Allah memerintahkanmu untuk mengawinkannya kepadaku di bumi.” Abu bakr berkata: “Wahai Rasulullah, ia masih kecil, saya tidak tahu apakah ia telah pantas untuk mengkhidmatmu atau tidak”. Kata Rasulullah: “Seandainya belum pantas, tentu Allah tidak mengawinkanku dengannya.” Kemudian Abu bakr menikahkan Aisyah kepada Nabi Muhammad Saw.

7. Pernikahan Sayyidina Imam Ali dengan Siti Fathimah Az Zahra

Jibril menemui Nabi Muhammad untuk menyampaikan bahwa Allah Swt. telah mengawinkan Sayyidina Ali dengan Fathimah di langit, dan Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menikahkan keduanya di Bumi. Rasulullah menyampaikan hal itu kepada Saidina Ali dan Fathimah. Kemudian para sahabat diundang oleh Rasul untuk berkumpul dalam mesjid.

Jibril datang lagi menemui Nabi Muhammad Saw. dan menyampaikan bahwa Allah memerintahkan Saidina Ali untuk membaca khutbah. Maka Rasulullah meminta Saidina Ali melakukannya. Setelah itu, pernikahan pun dilakukan. Dan pernikahan itu terjadi pada hari Jum’at



via FB Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyie

(Sumber: As-Sab’atu fi Mawa’idhi al-Bariyyat,)

14 Mei 2014

Syadad Bin ‘Aad Membina Syurga Dunia



Dikisahkan bahawa ‘Aad mempunyai dua orang putera, yang pertama bernama Syadid dan yang kedua bernama Syadad. Syadad adalah orang yang suka membaca kitab. Pada suatu ketika ia membaca tentang sifat-sifat syurga, kemudian ia berkata dalam hatinya: “Pada suatu saat nanti aku akan membuat di permukaan bumi ini suatu syurga seperti yang dijelaskan dalam kitab ini.”

Pada masa itu seluruh kerajaan berada pada kekuasaannya. Lalu ia mengajak raja-raja bawahannya untuk bermesyuarat dan berkata kepada mereka: “Aku akan membangun syurga seperti yang difirmankan Allah dalam kitab-kitab-Nya. Mereka menjawab: Hal itu terserah kepada tuan hamba, kerajaan ini kepunyaan tuan hamba.”

Kemudian ia memerintahkan agar dikumpulkan semua emas dan perak dari Timur hingga ke Barat. Setelah itu ia berkata: “Bangunkanlah untukku syurga dalam masa tiga ratus tahun.” Maka berkumpullah segala macam bentuk tukang bangunan. Maka dipilihlah tiga ratus di antara mereka setiap seorang dari tukang tersebut memimpin sebanyak seribu anak buah.

Mereka mengelilingi bumi selama sepuluh tahun, akhirnya mereka menemukan suatu tempat yang paling baik. Ada pohon-pohon, sungai-sungai. Maka mereka pun mulai membangun syurga yang dirancangkan itu satu parsakh demi satu parsakh. Satu parsakh daripada emas dan satu parsakh daripada perak.

Setelah mereka anggap semuanya telah sempurna, lalu mereka alirkan sungai-sungai, mereka dirikan pohon-pohon yang batangnya terbuat daripada perak, cabang dan rantingnya terbuat daripada emas. Dan mereka bangun istana-istana dari mirah delima, dengan dihiasi berbagai permata, seperti intan, berlian dan lain-lain. Kemudian mereka sirami dengan minyak yang paling wangi. Setelah itu baru mereka memberitahukannya kepada Syadad.

Syadad pun bersiap-siap untuk ke sana. Keberangkatan mereka itu selama sepuluh tahun perjalanan. Untuk mewujudkan keinginan Syadad tersebut, raja-raja dan para pembantu mereka telah mengambil emas dan perak daripada rakyat dengan cara paksaan. Sehingga tidak tertinggal sedikit pun emas dan perak daripada rakyatnya, melainkan yang masih ada pada leher seorang anak, yang beratnya kira-kira satu dirham.

Ketika mereka ingin merampasnya, maka anak itu berkata: “Janganlah tuan ambil emasku ini.” Akan tetapi mereka berusaha untuk mengambilnya, dan mereka berkata: “Kami diperintahkan oleh raja untuk mengambilnya.” Lalu emas yang sedikit itu mereka paksa mengambilnya daripada leher anak kecil itu.

Maka anak tersebut mengangkat tangan, sambil berdoa: “Wahai Tuhanku, Engkau Maha mengetahui tentang apa yang telah dilakukan oleh orang yang zalim ini terhadap hamba-hamba-Mu yang lemah. Maka tolonglah kami, wahai Zat yang menolong kepada orang-orang yang meminta pertolongan.”

Semua malaikat mengaminkan doa anak tersebut. Kemudian Allah s.w.t. mengutus Jibril a.s. Ketika itu rombongan Syadad telah sampai dekat syurga yang mereka buat. Akan tetapi tiba-tiba Jibril memekik dengan suara yang sangat keras dari atas langit. Maka dalam masa yang singkat mereka semuanya mati, sebelum sempat memasuki syurga tersebut. Firman Allah s.w.t.:

“Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorang pun daripada mereka atau kamu dengar suara mereka samar-samar?” (QS Maryam: 98)


13 Mei 2014

Malaikat Maut Tertawa dan Menangis Ketika Mencabut Nyawa



ALLAH swt. bertanya kepada malaikat maut: “Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?”

Maka Malaikat pun menjawab: “Aku pernah tertawa, pernah juga menangis, dan pernah juga terkejut dan kaget.”

“Apa yang membuatmu tertawa?”

“Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, ‘Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun’,”.
“Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu dia sudah kucabut nyawanya.”
Allah swt. lalu bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?”

Maka malaikat menjawab: “Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus, dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir di gurun tersebut. Lantas kucabut nyawa wanita itu sambil menangis karena mendengar tangisan bayi tersebut karena tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu.”

“Lalu apa yang membuatmu terkejut dan kaget?”

Malaikat menjawab: “Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya terang benderang keluar dari kamarnya, setiap kali Aku mendekatinya cahaya itu semakin menyilaukanku seolah ingin mengusirku, lalu kucabut nyawanya disertai cahaya tersebut.”
Allah swt bertanya lagi: “Apakah kamu tahu siapa lelaki itu?

“Tidak tahu, ya Allah.”

“Sesungguhnya lelaki itu adalah bayi dari ibu yang kaucabut nyawanya di gurun pasir gersang itu, Akulah yang menjaganya dan tidak membiarkannya.” 

dari FB Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyie
[kitab Tadzkirah karangan Imam Qurthubi]

19 Feb 2014

Diselamatkan dari Neraka Berkat Sholawat kepada Nabi SAW



Dari Ka'ab ra meriwayatkan, Ketika terjadi hari kiamat, Nabi Adam AS melihat salah seorang dari umat Nabi Muhammad SAW sedang di giring ke neraka, maka beliau memberitahu Nabi SAW, "Hai Muhammad..!" "Labbaika, hai Bapak manusia." jawab Nabi SAW. Nabi Adam berkata kembali, " salah seorang umatmu sedang di giring ke neraka."

mendapat berita dari Nabi Adam, Nabi SAW langsung mengejarnya hingga akhirnya Makaikat yang sedang menbawa umatnya itu terkejar. Lalu Nabi SAW berkata kepada Malaikat tadi, "Wahai Malaikatnya Tuhanku, berhentilah..! "

Malaikat itu berkata, " Hai Muhammad, tidakkah engkau membaca Firman Alloh SWT tentang kami? (para malaikat tidak mendurhakai Alloh tentang apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan kepada mereka)."

Namun para Malaikat mendengar seruan, "Turuti Muhammad!." Maka Nabi SAW berkata,"kembalikan orang ini ke Mizan(timbangan amal)."

Lalu Amal umat Nabi Muhammad SAW itu di timbang kembali, ternyata kesalahan-kesal ahannya jauh lebih berat dari kebaikkan-kebaikkannya.

kemudian Nabi SAW mengeluarkan Kertas catatan dari lengan baju beliau, dimana di dalam kertas itu tertulis SHOLAWAT yang pernah di ucapkan orang tersebut untuk Beliau(Nabi SAW) semasa hidup di dunia.

kertas itu lalu di taruh oleh Nabi SAW di timbangan amal pada bagian kebaikkan orang tersebut, dan akhirnya timbangan amal kebaikkannya lebih berat daripada kesalahannya. melihat kenyataan ini membuat bahagia orang itu, lalu ia berkata, "siapakah anda?." "Aku Muhammad." jawab Nabi SAW.

langsung saja orang tersebut mencium kaki Nabi SAW, lalu bertanya,"Yaa Rosululloh, kertas apa yang engkau keluarkan tadi?".

Beliau menjawab, "itu adalah catatan SHOLAWATmu yang kau pernah kamu ucapkan untukku semasa di dunia, dan aku(Nabi SAW) menyimpannya untukmu."

kemudian orang itu berkata kembali,"Sungguh besar penyesalanku tidak melaksanakan kewajiban kepada Alloh dan kurang banyak dalam membaca SHOLAWAT kepadamu." (kanzul akbar).

RUGI lah orang-orang yang tidak mau bersholawat kepada Nabi SAW!



*dari tulisan FB Wan Junaidy

21 Jan 2014

Makam Ahli Puasa dijaga Malaikat

Setiap orang tentu saja mengharapkan kenikmatan di dalam kuburnya ketika dia sudah meninggal dunia nanti. Salah satu cara untuk mendapatkan kenikmatan itu adalah dengan rajin berpuasa. Seperti kisah di bawah ini tentang jenazah yang dijaga oleh malaikat di dalam kuburnya.


Kisahnya
Di dalam sebuah riwayat yang berasal dari Sufyan As-Tsauri diceritakan bahwa ada seorang muslim yang telah mendapatkan kebahagiaan di alam barzah karena ia rajin berpuasa. Pada saat meninggal dunia, ia mendapatkan kenikmatan yang sangat luar biasa karena amalan-amalan ibadah selama hidupnya di dunia mampu menjaga dirinya.

Kejadian itu terjadi pada saat Sufyan AsTsauri tinggal di Makkah selama tiga tahun. Ketika itu, Sufyan salut melihat salah seorang penduduk Makkah yang bernama Abdullah. Pria itu memiliki kebiasaan beribadah yang sangat istiqomah. Selain istiqomah puasa sunnah, ia juga selalu datang ke Masjidil Haram pada waktu terik matahari, lalu melakukan tawaf dan shalat sunnah dua rakaat. 

Sebelum pulang, ia biasa menyalami Sufyan sehingga diantara keduanya terjalin persahabatan yang sangat erat. Namun, pada siang hari yang terik, Sufyan tidak lagi menemukan Abdullah. Tentu saja hal itu membuat dirinya penasaran karena waktu sudah lepas dari shalat Ashar, namun sahabatnya itu tak kunjung datang ke masjid.

Rasa penasaran itu membuatnya selalu bertanya-tanya ada apa gerangan dengan Abdullah?
"Apa yang terjadi dengan sahabatku Abdullah?"
"Apakah dia sedang sakit?"
Pertanyaan itu terus berkecamuk dalan hati dan pikiran Sufyan.

Berawal dari situlah akhirnya Sufyan mendatangi rumah Abdullah. Dugaan Sufyan ternyata benar adanya. Pada saat itu Abdullah sedang terbaring sakit di ranjangnya. Dalam kondisi yang sangat lemah tersebut, Abdullah memanggil sahabatnya untuk duduk lebih dekat dengannya sembari mengucapkan sesuatu.

"Apabila aku mati nanti, hendaklah kamu sendiri yang memandikan aku, menyalatiku, lalu kuburkan aku dan jangan kau tinggalkan aku sendirian di kuburan pada malam harinya. Talqinkanlah aku dengan kalimat tauhid ketika Malaikat Munkar dan Nakir menanyaiku," ujar Abdullah.

Sufyan pun menyanggupinya dan tak lama kemudian Abdullah meninggal dunia. Sufyan sangat sedih karena telah kehilangan sahabat karibnya itu. Meski demikian, Sufyan tetap sabar dan ikhlas sembari melaksanakan amanah yang disampaikan almarhum kepadanya. Ia merawat jenazah almarhum dengan memandikan, mengkafani, menyalati hingga ikut menguburkannya.

Berkat Puasa
Pada malam harinya, Sufyan juga menunggu seorang diri di atas makam sahabatnya itu sambil membacakan kalimat talqin. Beberapa saat kemudian, antara sadar dan tidak, Sufyan mendengar suara dari atas.

"Wahai Sufyan, orang tersebut tidak butuh penjagaanmu, tidak butuh talqinmu, tidaj juga butuh pelipur laramu karena aku telah mentalqinkannya dan memberinya kesenangan, "kata suara tanpa wujud itu.
"Dengan apa engkau menjaganya? "tanya Sufyan.
"Dengan puasa di bulan Ramadhan dan diikuti puasa 6 hari di bulan syawal," jawab suara itu.

Tak lama setelah dialog itu,tiba-tiba Sufyan terjaga dan tersadar. Ia kaget karena saat itu ia tidak melihat seorang pun di sekelilingnya. Sufyan masih ragu, apakah suara itu berasal dari malaikat atau setan yang berupaya menghasutnya. Oleh karena itu, Sufyan kemudian pergi untuk mengambil air wudhu, melaksanakan shalat, kemudian pergi tidur.

Anehnya, dalam tidur itu ia bermimpi sama persis dengan kejadian tadi. Bahkan mimpinya berulang hingga tiga kali. Hal itu membuat Sufyan yakin sekali bahwa suara itu berasal dar malaikat Allah, bukan dari setan. Ia juga mengerti bahwa sahabatnya itu telah mendapatkan nikmat kubur.

Sufyan pun berdoa kepada Allah SWT,
"Ya Allah, dengan anugerah dan kemuliaan-Mu, berilah aku taufik agar dapat berpuasa seperti puasanya sahabatku ini, amiiin."


10 Des 2013

Kisah Malaikat al Maut dan Bayi



Ibrahim A.S. pernah bertanya pada malaikat maut “Pernahkah kau merasa kasihan ketika mengambil nyawa seseorang?”

Malaikat maut menjawab “Ya, aku ingat ada seorang wanita hamil yang sedang bepergian dengan kapal laut. Allah memerintahkanku untuk mencabut nyawanya. Kemudian aku mengambil nyawanya ketika dia sedang melahirkan seorang bayi laki-laki. Kemudian aku bertanya kepada Allah 'Ya Allah, bagaimana dengan bayi ini? Kapal ini mulai tenggelam akibat badai.' Allah berfirman “Ambillah papan kayu dari kapal ini, letakkan dia disana dan kemudian Aku yang akan menjaganya.” Malaikat maut berkata kepada Ibrahim A.S. “Aku terus memikirkannya, bagaimana mungkin bayi ini akan selamat?”

Tapi lihatlah ketetapan Allah. Bayi ini berada pada papan kayu dan dia terombang-ambing. Alhamdulillah ketika bayi itu sampai ke pesisir pantai, ada orang-orang yang menyelamatkannya.

Setelah bertahun-tahun, bayi ini tumbuh menjadi seorang anak laki-laki, terus beranjak ke usia remaja. Allah S.W.T. memberinya kekuatan dan pengetahuan, Allah menjadikan dia seorang raja. Nama anak ini adalah Shaddad. 

Seiring waktu berjalan, kerajaan dan kekuatannya membuatnya sombong, dia berpaling dari Allah, hingga akhirnya dia mengaku bahwa dirinya Tuhan.

Jadi suatu hari dia berkata kepada rakyatnya “Bersujudlah di hadapanku karena akulah Tuhan!” Mereka berkata kepadanya “Shaddad, kau adalah seorang raja dan kami menghormatimu, tapi hanya sampai disitu saja. Kau berkata bahwa kau adalah Tuhan? Jelas ini sudah kelewat batas.” Shaddad berkata “Kalau begitu, apa bedanya antara aku dengan Tuhan?” Mereka berkata “Shaddad, hanya Allah yang menentukan kehidupan dan kematian. Hanya Allah yang menciptakan surga dan neraka.” Jadi Shaddad berkata “Terus kenapa? Aku akan tunjukkan kepada kalian, aku juga bisa menentukan kehidupan dan kematian.”

Jadi dia menyuruh sekumpulan prajuritnya untuk pergi dan membawa sekumpulan warga sipil ke hadapannya. Kemudian dia membagi mereka ke dalam 2 kelompok. Setelah itu, dia berkata pada penjaganya “Bunuhlah kelompok yang pertama!”, sehingga para penjaga membunuh orang-orang pada kelompok pertama. Kemudian dia berkata pada mereka “Lihatlah, aku menentukan kematian!” Lalu dia berkata pada para penjaganya “Bunuhlah kelompok yang kedua!” dan ketika para penjaga baru saja ingin membunuh kelompok yang kedua, Shaddad berkata “Berhenti!” Kemudian dia berkata kepada mereka “Lihatlah, aku menentukan kehidupan.”

Mereka berkata padanya “Ketahuilah Shaddad, Allah telah membuat surga dan neraka, jadi mana surga dan nerakamu?”

Jadi Shaddad mulai membuat surga di bumi ini. Dia mengumpulkan para arsitek terbaik di muka bumi pada masa itu, para tukang bangunan terbaik pada masa itu, batu bata paling mahal, peralatan paling mahal, dia memiliki semuanya. Dan semua ini butuh bertahun-tahun. Para arsitek dan tukang bangunan ini akhirnya dapat membangun sesuatu yang menyerupai surga. Mereka membuat sebuah taman yang sangat indah, begitu banyak buah-buahan di taman ini, beraneka macam pepohonan, tetumbuhan yang sangat indah sampai-sampai ketika angin bertiup, maka angin menebarkan wewangian yang begitu harum dari bunga-bunga.

Akhirnya datanglah hari upacara pembukaannya. Shaddad sangat ingin melihat surganya dan menunjukkannya kepada orang-orang, menantang Allah. Jadi dia menunggangi kudanya dan pergi ke surga buatannya. Ketika dia baru saja ingin turun dari kudanya, baru melangkah satu langkah memasukinya, pada saat itu malaikat maut sudah menunggunya. Shaddad bertanya “Siapa dirimu?” Dia berkata “Aku adalah malaikat maut dan aku telah diperintahkan oleh Allah untuk mengambil nyawamu saat ini juga.” Dan malaikat maut mengambil nyawanya. Kemudian Allah memberitahukan malaikat maut “Wahai malaikat maut, inilah bayi yang dulu kau selamatkan dari kapal yang hampir tenggelam puluhan tahun yang lalu.”

21 Agu 2013

Kisah Patahnya Sayap Malaikat

Diriwayatkan pada suatu hari, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW dan berkata,
"Ya Rasulullah, aku telah melihat seorang malaikat di langit sedang berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat 70 ribu malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya, Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat."

"Dari sekarang ini, aku melihat malaikat itu berada di Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah sedang menangis tersedu, "Lanjut Malaikat Jibril.



Sayap Patah
Ketika dia melihatku, dia berkata,
"Apakah engkau mau menolongku?"
Aku berkata, "Apa salahmu?"

Dia berkata,
"Ketika sedang berada di atas singgasana pada makam Mi'raj, lewatlah padaku Muhammad, Kekasih Allah SWT. Lalu aku tidak berdiri untuk menyambutnya sehingga Allah SWT menghukumku dengan ini (sayapnya patah) serta menempatkanku di sini seperti yang kau lihat."

Maaikat Jibril berkata,
"Seraya aku merendah diri di hadapan Allah SWT, aku memberinya pertolongan."
Maka Allah SWT berfirman,
"Wahai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas KekasihKu, Muhammad SAW."

Malaikat Jibril berkata lagi,
"Kemudian malaikat itu membaca shalawat kepadamu dan Allah SWT mengampuninya serta menumbuhkan kembali kedua sayapnya, lalu menempatkannya lagi di atas singgasananya."

Sungguh betapa mulianya Nabi Muhammad SAW, hingga malaikat saja yang tidak menghormat, sayapnya dipatahkan oleh Allah SWT.
Kisah ini dinukil dari KitabMukasyafatul Qulub, buah karya dari cucu Imam Al Ghazali yang bernama Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali.


Sumber:

20 Jul 2013

Tugas Malaikat Jibril AS Setelah Wafat Rasulullah SAW




Jibril as adalah seorang malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk menyampaikan wahyuNya kepada para Nabi 'Alaihimus-salaam

Malaikat Jibril a.s. adalah salah satu dari para malaikat yang cantik, besar, kuat dan mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah Subhanahu Wata'ala Ia ditugaskan sebagai penyampai wahyu kepada para Rasul. Malaikat Jibril a.s. mempunyai enam ratus sayap, setiap sayapnya menutupi ufuk. Dari sayapnya berjatuhan permata dan yakut yang berwarna warni. Imam Ahmad r.a dengan sanadnya dari Ibn Mas'ud r.a. Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa-Sallam bersabda: "Aku melihat Jibril di Sidratul Muntaha, dia mempunyai enam ratus sayap".

Malaikat Jibril a.s. mampu terbang dalam keadaan yang sangat cepat. Seperti kalau ada orang bertanyakan sesuatu kemusyrikan agama kepada Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa-Sallam, belum pun selesai pertanyaan itu, malaikat Jibril a.s. telah pun sampai dengan jawaban berupa wahyu dari Allah Subhanahu Wata'ala Padahal jarak antara setiap lapisan langit adalah sejauh lima ratus tahun perjalanan.

Ketika Allah Subhanahu Wata'ala memerintahkan malaikat Jibril a.s. turun untuk memusnahkan kaum nabi Luth a.s., dikatakan malaikat Jibril a.s mampu mengangkat kesemua tujuh bandar yang didiami oleh 400,000 orang, haiwan, rumah serta bangunan dan kesemuanya hanya dengan menggunakan ujung satu sayapnya saja, lalu diangkat hingga ke permukaan langit, sehingga para malaikat yang berada di langit dapat mendengar bunyi kokokan ayam dan lolongan anjing yang turut berada dalam bandar-bandar tersebut. Kemudian malaikat Jibrail a.s. membalikkan bandar-bandar tersebut hingga menjadilah bahagian atasnya terlungkup ke bawah.

Jibril a.s. sentiasa mengharap hendak menjadi manusia karena tujuh perkara:

1. Sembahyang lima waktu secara berjemaah
2. Duduk bersama para ulama
3. Menziariahi orang sakit
4. Menghantar jenazah
5. Memberi air minum
6. Mendamaikan di antara 2 orang yang bermusuh-musuhan
7. Memuliakan tetangga dan anak-anak yatim....

10 Tugas Malaikat Jibril setelah wafat Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa-Sallam

Malaikat Jibril adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul. Dalam Al-Quran, Malaikat Jibril juga merupakan ketua kepada keseluruhan para Malaikat. Di dalam teks Tanakh, Taurat dan Injil, ada juga yang menerangkan bahawa Malaikat Jibril merupakan ketua para Malaikat.

Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam Al Quran yaitu pada surat Al Baqarah ayat 97-98 dan At Tahrim ayat 4.

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

البقرة 98-97

“Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (al-Baqarah: 97)

”Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. (al-Baqarah: 98)

إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمَلائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ

(التحرم:4

” Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah (wahai isteri-isteri Nabi, maka itulah yang sewajibnya), kerana sesungguhnya hati kamu berdua telah cenderung (kepada perkara yang menyusahkan Nabi) dan jika kamu berdua saling membantu untuk (melakukan sesuatu yang) menyusahkannya, (maka yang demikian itu tidak akan berjaya) kerana sesungguhnya Allah adalah Pembelanya dan selain dari itu Jibril serta orang-orang yang soleh dari kalangan orang-orang yang beriman dan malaikat-malaikat juga menjadi penolongnya ” – (Surah At-Tahrim: 4)[3]

Didalam Al Qur’an, Jibril memiliki beberapa julukan, seperti Ruh al Amin dan Ruh al Qudus (Roh Kudus), Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.

Ruhul’Qudus tampak wujudnya dengan enam ratus sayap antara masyrik dan maghrib, (barat-timur) sayap dan busana kebesarannya putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, serta dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.

Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1)”

Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-’Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.

Malaikat Jibril juga sering disebut dalam hadis dan kisah para nabi memandangkan Jibril sering turun ke bumi dan berubah menyerupai manusia (lazimnya lelaki) untuk mudah bertemu dengan para nabi. Antaranya adalah peristiwa ketika Jibril bertanyakan Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa-Sallam tentang Iman, Islam dan ihsan serta tanda hari kiamat. Jibril juga pernah mengiringi Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa-Sallam dalam Isra’ dan Mikraj iaitu perjalanan malam dari Makkah ke Baitul Maqdis lalu naik ke langit sebelum Nabi Muhammad sendiri menemui Allah di Sidratul Muntaha.

Jibril menampakkan bentuk aslinya kepada baginda Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi wa-Sallam sebanyak 2 kali :
1. ketika turunnya wahyu pertama di gua Hira’
2. ketika Isra’ dan Mikraj

Tetapi secara keseluruhannya, Malaikat Jibril turun ke baginda Muhammad Shallallahu'Alaihi wa-Sallam sebanyak 124,000 kali, tidak seperti nabi yang lain. Nabi Isa a.s. hanya ditemui 10 kali oleh Malaikat Jibril manakala Nabi Musa a.s. beberapa puluh kali. Jibril jugalah malaikat yang menyampaikan berita kelahiran Nabi Isa kepada ibunya Siti Maryam .

Sebagai orang Islam yang beriman ,kita tau bahwa tugas malaikat jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul,tapi apa yg dilakukan malaikat Jibril sekarang, yaitu:

1. Mengangkat keberkahan dimuka bumi ini,orang tak ada lagi yg percaya namanya berkah
2. Mengangkat cinta dihati para makhluk,maksudnya cinta yg suci karena Allah saja.
3. Mengangkat rasa kaasih sayang dari para kerabat
4. Mengangkat sifat rasa adil dari pemerintah(kayaknya yg ini kenyataan deh)
5. Mengangkat sifat pemalu dari para perempuan ,sehingga mereka tak tau malu lagi dengan dandanan mencolok.
6. Mengangkat sifat sabar dari fakir miskin.
7. Mengangkat sifat pemurah dari orang orang kaya.
8. Mengangkat sifat Wara’ ulama sehingga ia menjual agamanya sendiri untuk kepentingan pribadinya sendiri.
9. Mengangkat Alquran(tidak ada lagi yg bisa membaca Alquran)
10. Diangkatnya Iman dari seluruh bumi,ini yg akan menyegrakan kiamat.

Imam al-Shuyuti dalam al-Hawi li al-Fatawa, beliau mencantumkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Kabir dari Maimunah binti sa”ad, dia berkata:

“Wahai Rasulullah, bolehkah seseorang tidur dalam keadaan junub? Nabi menjawab “Aku tidak suka jika ia (orang yang junub) tidur sebelum mengambil wudlu”, aku khawatir ia lantas mati (dalam keadaan berhadats), sehingga tidak dihadiri oleh Malaikat Jibril.”

Hadits ini, menurut al-Suyuthi, secara tersurat menjelaskan bahwa Malaikat jibril selalu turun ke bumi untuk menghadiri setiap orang mukmin yang mati dalam keadaan suci dari hadats. Selain itu, al-Suyuthi juga menampilkan sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Nu”aim bin Hammad dalam al-Fitan, dan al-Thabrani dari Ibnu Mas”ud, bahwa ketika Nabi saw. menyebutkan ciri-ciri Dajjal, beliau bersabda:

“Lalu Dajjal melewati Mekkah, ternyata di sana dia bertemu dengan makhluq yang sangat besar, maka dia bertanya: siapa kamu? makhluq tersebut menjawab ”aku adalah Mikail, Allah mengutusku untuk menjaga tanah haram ini”. Kemudian Dajjal meneruskan perjalanannya ke Madinah, disana dia juga bertemu dengan Makhluq yang besar dan dia bertanya: siapa kamu? makhluq itu menjawab: ”aku adalah Jibril, aku diutus Allah untuk menjaga tanah haram ini”.

“Itulah dua hadits yang dikemukakan oleh al-Suyuthi, yang menjelaskan bahwa malaikat Jibril -kendati Nabi sudah wafat- masih tetap eksis turun ke Bumi pada waktu-waktu tertentu. Disamping itu, tiap-tiap Lailatu al-Qodar, para malaikat semuanya turun ke bumi, termasuk di antaranya adalah Jibril yang diredaksikan dalam al-Qur’an surah al-Qadr dengan kalimat al-Ruh.

Sesungguhnya Malikat Jibril menyampaikan wahyu tidak hanya kepada Rasulullah Shallallahu'Alaihi wa-Sallam, tapi juga kepada Umat Muslim “biasa” / bukan Nabi ataupun Rasul. Wahyu tersebut berupa ilham (ide) ataupun Mimpi yang Bagus.

ilham tersebut bisa jadi bukan berasal dari Analisis/pemikiran yang mendalam dan rumit dengan bahasa lain, seolah-olah ide brilian tersbut tiba-tiba datang sendiri. ilham itu merupakan wahyu yang disampaikan dari Allah Subhanahu Wata'ala kepada kita melalui Malaikat Jibril.Wallahu a'lam bish shawab

Subhanakallohumma wabihamdika asyhadualla ilahaa illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika. 
sumber ; http://titiantasbih.blogspot.com/2012/12/malaikat-jibril-alaihi-salam-dan-10.html

8 Jun 2013

Kemuliaan Disaat Sakit



Tak perlu kamu bersedih dalam sakit karena itu adalah ujian dalam ibadahmu.

Salah satu bukti kasih sayang-NYA adalah,ALLAH SWT mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit.

Berikut adalah penjelasannya;

“Apabila seorang hamba ALLAH SWT yang beriman menderita sakit,maka ALLAH SWT memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”

Diriwayatkan oleh Abu Imamah Al Bahili. Dalam hadist yang lain Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam: “Apabila seorang hamba mukmin sakit,maka ALLAH mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”

ALLAH SWT memerintahkan :

1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.

2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya

3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.

4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya,maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala ALLAH akan menyembuhkan hamba mukmin itu,ALLAH SWT memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya,rasa lezat dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4,ALLAH SWT tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin.

Maka bersujudlah para malaikat itu kepada ALLAH SWT seraya berkata :

“Ya ALLAH...mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan.??”

ALLAH SWT menjawab:

“Tidak baik bagi kemuliaan-KU jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit.

Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana Sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

Dan Sabda Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam:"Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan,sakit,kecemasan,kesedihan,marabahaya, dan juga kesusahan hingga duri menusuknya, melainkan ALLAH akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut (HR.Bukhari dan Muslim)...

sumber: fb.com/permalink.php?story_fbid=412762325461723&id=138509376220354



Malaikat yang Lebih Hebat Dari Jibril As



Rasulullah SAW pernah melihat akan rupa sebenar benarnya Malaikat Jibril sebanyak 2 kali, yaitu ketika peristiwa Isra' Mi'raj. Ketika Rasulullah melihat Malaikat Jibril dalam keadaan rupanya yang sebenar benarnya, Baginda lantas memuji Malaikat Jibril akan kehebatannya. Malaikat Jibril mempunyai 600 sayap, apabila dibuka satu sayap maka gelaplah seluruh bumi ini. Namun begitu, Malaikat Jibril mengatakan kepada Rasulullah bahawa jangan memujinya kerana Rasulullah masih belum melihat Malaikat lain yang lebih hebat kejadiannya. Lalu Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril, "Ya Jibril, adakah masih ada Malaikat yang lebih hebat daripada kamu?" Malaikat Jibril menjawab, "Ya, ada." Malaikat Israfil mempunyai 1200 sayap,dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Malaikat Jibril Sesudah itu, Rasulullah bertanya lagi," Adakah Malaikat Israfil paling hebat?" Jawab Malaikat Jibril, "Tidak, Malaikat yang memikul Arasy Allah. Malaikat ini mempunyai 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Malaikat Israfil".

Merekalah Hamalat al-‘Arsy, Malaikat Pemikul 'Arsy

*Namun Malaikat yang paling Elok dan paling cantik adalah Malaikat Jibril AS Sang Ruhul Quds...

"Terompet" Malaikat Israfil AS

“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh Malaikat Israfil?” 
Jawabnya, “Sedang membersihkan terompetnya.” Mungkin yang ada di benak kita Malaikat Israfil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung.

Sebenarnya seperti apa sih terompetnya — atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala– malaikat Isrofil itu? Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja. Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet. Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (lihat gambar bentuk alam semesta dibawah).


Bentuk Alam Semesta

Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :

“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk. Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghaib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghaib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja. Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet Malaikat Israfil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, konon pula si peniupnya dan konon lagi sang penciptanya? Allahu Akbar!

Kecepatan Malaikat Jibril AS





Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur'an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C 

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu [1190] 
Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur'an yang lain? 

Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur'an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat. Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4

3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat 
4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang 
Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat: 
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, 
2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537]. 

Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap. Disebutkan pada QS Faathir ayat 1: 
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya? 

Apakah sama dengan kecepatan cahaya atau berapa kalinya? Dalam QS Al M a´aarij ayat 4 secara jelas disebutkan:

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun [1510]

Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur'an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah! 

Sampai saat ini pengetahuan manusia belum menemukan sesuatu pun yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Berdasarkan petunjuk

Al Qur'an sangat jelas disebutkan bahwa malaikat dan Jibril mempunyai kemampuan terbang 50 kali kecepatan cahaya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena penciptaan malaikat berasal dari unsur cahaya (nuur). Suatu saat diharapkan ilmuwan muslim dapat meneliti petunjuk tersebut dan menjadi penemu yang selangkah lebih maju karena berdasarkan Al Qur'an, kitab suci yang merupakan satu-satunya kitab yang eksak, berisi kepastian karena merupakan Firman Allah SWT. 
Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya. 
---------- 
Catatan kaki: 

[1190]. Maksud urusan itu naik kepadaNya ialah beritanya yang dibawa oleh malaikat. Ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran Allah dan keagunganNya. 
[1537]. Maksudnya: terbang untuk melaksanakan perintah Tuhannya. 
[1510]. Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. Apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.

*Tahun cahaya - TC (bahasa Inggris:light year, ly) adalah satuan panjang yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara. Istilah tahun yang digunakan untuk perhitungan adalah tahun Julian yang mempunyai 365,25 hari atau 31.557.600 detik. Kadang kala rata-rata tahun tropis 31.556.925,9747 detik digunakan. Karena cahaya menempuh kecepatan 299.792.458 meter per detik (ms-1) dalam ruang hampa udara, maka dengan menggunakan tahun Julian, satu tahun cahaya sama dengan 9.460.730.472.580,8 kilometer, atau sering dibulatkan menjadi 1012 kilometer.


27 Mei 2013

Jenis Malaikat




Malaikat Hamalatul ‘Arsyi
Yaitu para malaikat pemikul ‘Arsy. Mereka ini tingkatan para malaikat tertinggi dan pertama kali diciptakan. Mereka di dunia ada empat dan di hari kiamat kelak ada delapan. Bentuknya seperti kambing, antara tapak kaki sampai lututnya dapat ditempuh perjalanan tujuh puluh tahun bagai burung yang cepat terbangnya.

Malaikat Haaffun
Yaitu para malaikat yang mengelilingi ‘Arsy. Wahab bin Munabbih berkata: “Bahwasanya di sekitar ‘Arsy itu ada 70.000 barisan Malaikat. Satu baris dibelakang barisan itu berhadapan. Mereka membaca tahlil dan yang lain membaca takbir.
Di belakang 70.000 barisan Malaikat yang berdiri, ada 100.000 barisan Malaikat yang meletakkan tangan kanannya pada tangan kirinya dengan membaca tasbih. Antara satu sayap jaraknya perjalanan 800 tahun. antara daun telinga dengan pundaknya jaraknya perjalanan 400 tahun.

Malaikat Ruhaniyun
Yaitu Malaikat bangsa ruhani, mereka berada di Bumi putih seperti marmer, luasnya seluas perjalanan matahari 40 hari, panjangnya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Suara mereka sangat ramai dengan bacaan tasbih dan tahlil. Andai kata suara mereka dibuka dan diperdengarkan pada penduduk bumi maka mereka sungguh hancur karena kerasnya suara itu.

Malaikat Karabiyyun
Mereka adalah kepala-kepalanya para Malaikat yang berada di sekirar ‘Arsy.

Malaikat Safarah
Yaitu para Malaikt yang menjadi penghubung antara Allah dengan para Nabi dan orang-orang shaleh. Mereka inilah yang menyampaikan perintah-perintah Allah melalui wahyu, ilham dan mimpi yang baik kepada para Nabi dan orang-orang shaleh. Mereka juga sebagai penghubung antara Allah dengan para mahluk-Nya, mendatangkan bukti ciptaan Allah. Malaikat Safarah ini ada empat, yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail.

Malaikat Hafadhah
Muhammad Al Halili berkata: Diriwayatkan, bahwa sahabat Utsman bin Affan bertanya kepada Nabi SAW, “Berapakah Malaikat yang menjaga Manusia?”. Nabi bersabda: “Ada duapuluh Malaikat”.

Malaikat Katabah
Meraka adalah para Malaikat yang memindahkan ketetapan-ketetapan dari Lauhil Mahfudh.


Sumber: Salim Hadad. Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur. Jombang: Lintas Media.

8 Des 2012

Malaikat Ridwan dan Malaikat Malik berselisih


   

Karena sifat murah hatinya kepada binatang seorang wanita yang selama hidupnya melacurkan diri akhirnya masuk syurga. Kisah ini hendaknya menjadi teladan bagi kita semua agar jangan pernah putus asa, mengharap kasih sayang dan ampunan Allah SWT.

Pada zaman kenabian isa as, banyak terjadi kerusakan karena ulah kaisar romawi yang zalim. Kelaparan dan kemiskinan merajalela di negeri palestina. Berbagai cara dilakukan oleh rakyat terutama para kaum miskin untuk melawan kelaparan dan kemiskinan itu.

Seorang ibu terpaksa menjual anaknya seperti menjual pisang goreng. Perampokan, Pembunuhan, Penganiyaan tak kenal peri kemanusiaan lagi. Sementara ketika nabi isa menyampaikan dakwahnya kepada rakyat, tentara romawi selalu mengejar-ngejar Beliau.

Sesekali nabi isa mengumpulkan para orang miskin itu, dan membagi-bagikan roti dan gandum kepada mereka. Namun tak urung para tentara romawi terus menggusur dan menganiaya mereka.

Kehidupan rakyat sudah benar-benar tak menentu. Laki-laki banyak sekali yang meninggalkan rumah dan keluarga mereka, entah pergi kemana. Pelacuran Tumbuh dimana-mana, setiap orang harus mempertahankan dirinya dari serangan lapar.

Awal Kisah Seorang Pelacur yang Masuk Surga
Suatu ketika terlihat seorang perempuan muda berjalan serseok-seok seolah menahan rasa letih. Sudah terlalu jauh ia menyusuri sepanjang jalan, untuk mencari sesuap nasi.

Menawarkan diri kepada siapa saja yang mau, meski dengan harga yang murah, perempuan muda itu terlihat terlalu tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Wajahnya Kuyu di guyur penderitaan panjang.

Ia tidak memiliki keluarga, kerabat, ataupun sanak saudara lainya. Orang-orang sekelilingnya menjauhinya. Bila bertemu dengan perempuan tersebut mereka melengos menjauhinya karena jijik melihatnya.

Namun perempuan itu tidak peduli, karena pengalaman dan penderitaan mengajarinya untuk bisa tabah. Segala ejekan dan cacimaki manusia diabaikanya. Ia berjalan Dan Berjalan, seolah tiada pemberhentianya.

Ia tak pernah yakin, perjalananya akan berakhir. Tapi ia terus berusaha melenggak-lenggok untuk menawarkan diri. Namun sepanjang itu Sunyi saja, sementara panas masih terus membakar dirinya.

Entah sudah berapa jauh ia berjalan, namun tak seorangpun juga yang mendekatinya. Lapar dan Haus terus menyerangnya. Dadanya terasa sesak dengan nafas yang terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Betapa lapar dan hausnya dia.

Akhirnya sampailah ia disebuah desa yang sunyi. Desa itu sedemikian gersangnya hingga sehelai rumputpun tak tumbuh lagi. Perempuan lacur itu memandang ke arah kejauhan. Matanya nanar melihat kepulan debu yang bertebaran di udara. Kepalanya sudah mulai terayun-ayun dibalut kesuraman wajahnya yang kuyu.

Dalam pandangan dan rasa hausnya yang sangat itu. Ia Melihat sebuah sumur di batas desa yang sepi. Sumur itu ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering yang rusak di sana-sini. Pelacur itu berhenti di pinggirnya sambil menyandarkan tubuhnya yang sangat letih. rasa hauslah yang membawa ia ke tepi sumur tua itu.

Sesaat ia menjengukan kepalanya ke dalam sumur tua itu. Tak tampak apa-apa, hanya sekilas air memantul dari permukaanya. Mukanya tampak menyemburat senang, namun bagaimana harus mengambil air sepercik dari dalam sumur yang curam?

Perempuan itu kembali terduduk. Tiba-tiba ia melepaskan stagenya yang mengikat perutnya, lalu dibuka sebelah sepatunya. Sepatu itu diikatnya dengan stagen, lalu di julurkanya ke dalam sumur. Ia mencoba mengais air yang hanya tersisa sedikit itu dengan sepatu kumalnya. betapa hausnya ia, betapa dahaganya ia.

Air yang tersisa sedikit dalam sumur itu pun tercabik, lalu ia menarik stagen perlahan-lahan agar tidak tumpah, namun tiba-tiba ia merasakan kain bajunya ditarik-tarik dari belakang.

Ketika dia menoleh, di lihatnya seekor anjing dengan lidahnya terjulur ingin meloncat masuk kedalam sumur itu. Sang pelacur pun tertegun melihat anjing yang sangat kehausan itu, sementara tenggorokannya sendiri serasa terbakar karena dahaga yang sangat.

Sepercik air kotor itu sudah ada di dalam sepatunya. kemudian dia akan meneguknya, Anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih.

Pelacur itupun mengurungkan niatnya untuk mereguk air itu. Dielusnya kepala hewan itu dengan penuh kasih. Si Anjing memandangi air yang berada di dalam sepatu, lalu perempuan itu meregukan air hanya sedikit ke dalam mulut sang anjing, dan perempuan itu pun seketika terkulai roboh sambil tangannya memegang sepatu.

Melihat perempuan itu tergeletak tak bernafas lagi, sang Anjing menjilat-jilat wajahnya, seolah menyesal telah mereguk air yang semula akan direguk perempuan itu. Pelacur itu benar-benar meninggal.

Pelacur Masuk Surga karena Ikhlas Menolong Anjing
Para malaikat pun turun kebumi menyaksikan jasad sang pelacur. Malaikat Raqib dan Atib sibuk mencatat-catat, sementara malaikat Malik dan Ridwan saling berebut. Malik, si penjaga neraka sangat ingin membawa perempuan pelacur itu ke neraka.

Sementara Ridwan, si penjaga Syurga, mencoba mempertahankanya. Ia ingin membawa pelacur itu ke syurga. Akhirnya persoalan itu mereka hadapkan kepada ALLAH SWT. ”Ya Allah, sudah semestinya pelacur itu mendapat siksaan di neraka, karena sepanjang hidupnya menentang larangan Mu. ” kata Malik.

”Tidak ! ” bantah Ridwan. Kemudian Ridwan berkata kepada Allah, ” Ya Allah, bukankah hambaMu si pelacur itu termasuk seorang wanita yang ikhlas melepaskan nyawanya daripada melepaskan nyawa Anjing yang kehausan, sementara ia sendiri melepaskan kehausan yang amat sangat?”

Mendengar perkataan Ridwan, Allah lalu berfirman, ” Kau benar, wahai Ridwan, wanita itu telah menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan nyawanya demi makhlukKu yang lain. Bawalah ia ke syurga, Aku meridhoinya..”

Seketika malaikat Malik kaget dan terpana mendengar Firman Allah itu, sementara malaikat Ridwan merasa Gembira. Ia pun membawa hamba Allah itu memasuki surga. lalu Bergemalah suara takbir, para malaikat berbaris memberi hormat kepada wanita, sang hamba Allah yang ikhlas itu.



Cerita sama dengan versi berbeda

Sesungguhnya, setiap orang beriman berhak atas surga. Tak peduli apa statusnya. Orang yang mulia atau mereka yang hina-dina. Karena surga adalah milik Allah, maka terserah kepada Allah, siapa yang diridhoi-Nya untuk masuk ke dalam surga-Nya itu. Dan Rasulullah SAW telah mengindikasikan bahwa seorang ahli ibadah tidak serta-merta mendapat jaminan akan masuk surga, karena surga lebih diutamakan bagi mereka yang mencintai Allah dengan sesungguh-sungguhnya kecintaan. Seperti juga kita, maka pastilah kita lebih suka kepada orang yang kita sukai untuk datang ke rumah kita, daripada mereka yang selalu memuja-muji kita – dengan niat bergelimang pamrih. Demikianlah juga Allah memilih mereka yang lebih dicintai-Nya. Dan Dia Maha Mengetahui akan segala yang tertampak pada lahir dan terbersit dalam batin….

Maka, hendaknya kita tidak jadi merasa heran saat mengetahui bahwa Allah telah memasukkan seorang pelacur ke dalam surga-Nya yang mulia. Karena Dia sungguh mengetahui apa-apa yang selayaknya dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya. Tapi, bagaimana ceritanya kok seorang pelacur bisa sampai masuk ke surga? Silakan menyimak riwayat berikut ini. Semoga menjadi pelajaran dan teladan bagi kita, untuk meraih ridho Allah.

Anjing kurap adalah makhluk Allah juga. Dan hanya Allah yang Maha Mengetahui apa-apa yang baik atau buruk.

Pada suatu hari, dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasulullah. Apakah hanya orang-orang ahli ibadah saja yang akan masuk surga?”

Dengan tegas Rasulullah menjawab, “Tidak. Sesungguhnya, seseorang itu masuk surga bukan semata-mata karena ibadahnya, melainkan karena ketulusan cintanya kepada Allah.”

Penasaran, orang itu bertanya lagi, “Apa itu berarti… hanya para aulia dan alim-ulama saja yang akan masuk surga?”

Rasulullah kembali menegaskan, “Tidak, bukan begitu. Karena sesungguhnya telah ada seorang pelacur yang masuk ke surga.”

Karuan saja semua yang hadir di majelis itu jadi kaget dan bertanya-tanya. Maka Rasulullah lalu menceritakan mengenai pelacur itu.

Suatu hari, di tengah suatu musim kemarau yang amat kering, tutur Rasulullah, ada seekor anjing liar yang hampir mati kehausan. Anjing ini amat buruk rupanya dan penuh kudis badannya. Karena amat hausnya, anjing itu sampai menjilat-jilat tanah lembab di depan rumah seorang ulama terkenal. Melihat makhluk menjijikkan itu, si ulama segera mengusirnya dan bahkan melemparinya dengan batu.

Pelacur dan anjing kurap adalah ciptaan Allah yang Maha Pengasih, maka kasihilah sebagaimana Allah juga mengasihi mereka.

Anjing itu lari ketakutan sampai ke luar desa, dan akhirnya – karena lelah dan kehausan – hewan malang itu ambruk di pinggir sumur. Nampaknya, tak ada harapan lagi buat anjing itu. Dia pasti mati kalau tidak segera mendapatkan minum.

Namun di saat kritis itu, lewat seorang pelacur. Ia melihat anjing itu, terbaring putus asa dengan lidah terjulur dan napas tersengal-sengal, dan ia merasa iba. Maka, ia lalu melepas terompahnya (alas kakinya) dan merobek gaunnya. Dengan sobekan gaun dan terompah itu ia lantas membuat timba untuk mengambil air dari sumur, lalu memberi anjing itu minum.

Setelah puas minum, anjing itu sehat kembali dan lantas pergi. Si Pelacur merasa gembira melihat anjing itu tidak jadi mati kehausan. Melihat apa yang telah diperbuat oleh hamba-Nya yang pelacur itu, Allah mengatakan kepada malaikatnya: “Catatlah hamba-Ku itu. Dia adalah salah satu hamba-Ku yang akan masuk surga pertama.”

“Subhanallah…!” puji orang-orang yang hadir dalam majelis itu, dengan harapan baru tumbuh dalam hati mereka akan kasih sayang Allah.

Dan kita… apa yang telah kita lakukan sehingga kita punya harapan untuk layak memperoleh anugerah sehebat itu dari Allah ?