CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)

9 Mei 2014

Kejadian Ajaib Selama Pemakaman Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs



Bismillahir-Rahmanir-Rahim. Inna lillahi wa inna ilayhi raji`un. As-salam 'alaykum wa rahmatullahi wa barakutuh,

Inna alladzina amanu wa `amilu 's-salihaati kaanat lahum jannaatu 'l-firdawsi nuzulan, khalidina fi ha laa yabghawna `anhaa hiwalla.

Wahai para pecinta, pengikut, murid-murid dari Sultan al- Awliya Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Haqqani qs,
Seperti sabda Nabi (saw) dalam hadis sahih , " idhkuru mahaasin mawtaakum “. Sebutkan kabar baik dari orang yang meninggal ". Jadi kami ingin berbagi dengan kalian semua karamah, mukjizat keajaiban dari Mawlana Syekh Nazim yang ditunjukkan kepada kita setelah kematiannya :

1 - Ketika dokter berkumpul untuk memutuskan mengangkat alat mekanik untuk bantuan pernafasan (respirasi) , keputusan itu tidak terjad di tangan mereka, karena kejadiannya adalah sebaliknya, dimana Allah swt menunjukkan kasih-Nya kepada wali -Nya yang tulus dengan mengambil dengan lembut ruhnya sebelum dokter berusaha dan mencoba untuk mengangkat alat bantuan pernafasan sesuai keinginan mereka .

Tidak ada penjelasan medis mengapa tiba-tiba jantung Mawlana Syekh Nazim qs berhenti dan ruhnya meninggalkan tubuh fisiknya , sebelum tabung pernapasan diangkat. Ini adalah sebuah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya , belum pernah di lihat bahwa oleh seluruh dokter sepanjang pengalaman karir medis mereka. Dengan cara ini, Kehendak Allah ditunjukkan sebagai perintah-Nya diatas kedokteran modern. Allah ( swt ) mengambil ruh Mawlana ke Hadirat Ilahi dan kehadirat Nabi ( saw ) ketika Dia menghendaki .

2 - Di Siprus, terakhir kali hujan dibulan Mei adalah 42 tahun yang lalu dan juga di Timur Tengah . Namun hari dimana wafatnya Mawlana Syaikh Nazim qs, ada guntur dengan suara yang kuat dan kilatan petir yang membangunkan orang dari tidur mereka . Hujan lebat, tanpa henti , terjadi selama dua hari. DiLaut, 2 atau 3 hari terjadi gelombang besar dan tiba-tiba laut menjadi tenang.

Bahkan di Mekkah dan Madinah, terlihat hujan jatuh pada waktu yang bertepatan dengan ruh Mawlana meninggalkan tubuhnya . Sore itu , semua orang menyadari bahwa langit menangisi hilangnya seorang Wali Besar besar di dunia ini. Ini adalah rahmat kasih sayang Allah, bahwa hujan tersebut jatuh untuk menunjukkan betapa besarnya cinta Allah kepada hamba-Nya yang tulus dan suci.

3 - Meskipun terdapat begitu banyak jadwal maskapai penerbangan ke Siprus dari seluruh dunia setiap harinya, dihari itu semua penerbangan amat sangat padat dan tidak ada satu kursipun yang tersedia, karena permintaan yang demikian besar dari murid Mawlana Syekh yang datang dari seluruh dunia untuk memberikan penghormatan terakhir.

4 - Banyak orang menyaksikan kejadian luar biasa selama penguburan Mawlana Syekh di masjid di Lefke. Kami telah menggali kuburan yang sangat besar sekitar 4 meter [ 12 kaki ] panjangnya . Empat orang berdiri di dalam kuburan untuk menempatkan tubuh suci Mawlana Syekh Nazim di dalamnya. Ketika mereka membawa tubuhnya tercinta ke dalam kuburan, tubuh itu terasa sangat ringan, seolah-olah membawa sebuah bulu .

Ketika mereka meletakkan tubuhnya yang suci turun kedalam makam, secara ajaib tubuhnya seperti mengembang untuk mengisi kubur dari satu ujung ke ujung lainnya! Kepalanya menyentuh satu ujung dan kakinya menyentuh batas yang lain, padahal ukurkan kuburan itu lebih dari 4 meter . Ini adalah untuk menunjukkan semua yang hadir bahwa Mawlana mewarisi dari tradisi kenabian yaitu menjadi sosok dan ukuran melebihi manusia normal .

Tidak pernah ada yang melihat saat pemakaman bahwa tubuh akan memanjang sehingga makamnya hampir tidak cukup . Mungkin jika kita memperluas kuburnya sampai 10 meter, maka tubuh Mawlana mungkin akan memanjang untuk mengisi seluruhnya . Itu adalah sebuah tanda besar bahwa ia benar-benar pewaris Nabi Muhammad ( saw ) .

5 - Mawlana Syekh Nazim qs telah mendapatkan cinta dan rasa hormat yang besar dari begitu banyak pemimpin dunia , keluarga kerajaan , dan rumah, zawiyah yang besar dan masjid penuh dengan pejabat terhormat . Banyak surat kabar dan stasiun televisi di seluruh dunia meliput pemakaman Mawlana Syekh Nazim qs. Mawlana Syaikh Nazim, selama masa kehidupannya beliau berbicara tentang kehidupan yang mulia, untuk mempromosikan toleransi beragama dan rasa hormat , mengutuk terorisme dan ekstremisme , dan memperluas tangannya untuk persaudaraan kepada umat setiap agama. Dia bahkan memiliki kesempatan untuk bertemu dan merangkul Paus Benediktus XVI pada kesempatan kunjungannya ke Siprus pada tahun 2010 . Ini merupakan tanda penting bahwa Allah menghormatinya baik di dunia dan di akhirat .

Selama hidupnya , Mawlana Syekh Nazim qs sering muncul di TV di seluruh dunia . Dari masa kecilnya Mawlana Syekh Nazim selalu mendorong untuk memperluasa komunikasi secara terbuka dan hubungan persahabatan dengan semua orang , bahkan bagi mereka yang berbeda pendapat . Dia selalu berusaha bekerja sama dengan orang lain demi manfaat kemanusiaan dan untuk menciptakan dunia yang lebih damai .
Sebelum ia meninggalkan dunia yang sementara ini , ia menanam di hati pengikutnya dan di hati manusia yang tak terhitung jumlahnya bahwa cinta dan kasih sayang yang ia buktikan dan jalankan begitu terkenal luasa sehingga mereka bisa membawa warisannya ke depan .

Mawlana Syekh mendirikan pusat-pusat dzikir sufi yang tak terhitung jumlahnya , di hampir setiap negara di dunia , di mana mereka mengajarkan kesadaran, berbagai terapi ruhani dan program pendidikan lainnya yang mempromosikan perdamaian, cinta dan kebahagiaan. Ia menolak segala bentuk ekstremisme dan radikalisme , dan diwujudkan ajaran Nabi (saw) bahwa "kita Muslim adalah umat yang moderat " .

Malam ini adalah hari Dzikir, Kamis malam jumat pertama setelah pemakaman Syaikh Nazim qs. Silakan mengambil kesempatan ini untuk berbagi kejadian ajaib ini dan kenangan lain yang Anda miliki dari Syaikh kita cintai dengan orang lain, terutama dengan mereka yang mungkin tidak memiliki kesempatan dan kebahagiaan untuk mengenalnya .

Hal ini juga penting untuk diingat ketika kalian berdoa dan ketika Dzikir, pastikan untuk menghubungkan hati kalian kepada orang-orang yang kalian cintai, menghubungkan hati kalian kepada Allah swt , Nabi-Nya (saw ), Awliya-Nya . Jangan mendengarkan gosip yang menyebabkan kebingungan , tapi tetap fokus pada orang-orang yang kita cintai dan terus mengingatnya .

Atas nama Sufilive , Isalmic Supreme Council of Amerika , dan banyak organisasi yang berafiliasi di seluruh dunia , kami mendorong semua orang untuk mengikuti jejak Mawlana Syaikh , dan menerapkan ajaran-ajarannya tentang cinta , perdamaian, dan persaudaraan penerimaan / persaudaraan kemanusiaan .

oleh
Syaikh Muhammad Hisham Kabbani
via FB Syaikh Arief Hamdani

Gerakan Mujahadah Para Kiai Pun Aktif di Pertempuran Ambarawa



Bulan November 1945, di berbagai daerah bergejolak perang melawan tentara Sekutu, yang mencoba untuk kembali menjajah Indonesia. Perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan terjadi di Surabaya, Jakarta, Semarang dan daerah lainnya. Pekik “Merdeka” dan kumandang “Allahu Akbar” menggema, membangkitkan semangat para pejuang.

Hingga suatu malam, 20 November 1945, tentara Sekutu mulai menduduki Magelang. Kota Magelang dalam keadaan mencekam. Sementara itu, para pejuang telah bersiap untuk menghadapi pertempuran.

Hal tersebut dikisahkan secara detil oleh salah satu pelaku sejarah, KH Saifuddin Zuhri, yang merupakan konsul dari Nahdlatul Ulama Kedu sekaligus pemimpin Hizbullah: “Kami anak-anak Hizbullah-Sabilillah, membuat pertahanan di belakang Masjid Jamik Kuman Magelang. Jarak antara masjid dengan markas sekutu  yang menggunakan gedung Seminari Katolik tidak lebih dari 300 meter. Malam itu sepi sekali, walaupun belum jam 10, radio pemberontakan, antara kedengaran dan sayup-sayup pidato menggelora dari Bung Tomo memberi instruksi, membakar semangat, dan sesekali diselingi oleh seruan Allahu-Akbar berkali-kali.”

Tiga  ratus kiai, malam itu berunding mengenai penyerbuan ke markas Sekutu. Dari hasil pertemuan rahasia itu, telah direncanakan penyerangan akan dilakukan dengan berbagai cara, ada yang ditugasi untuk mengitari markas musuh dengan suatu gerakan batin, ada pula para kiai yang melakukan gerakan mujahadah dengan diiringi Hizbul Bahar dan Hizbur Rifa’i.

Kira-kira pukul 04.00 menjelang subuh, para pejuang telah bersiap bertempur. Namun, sayang markas musuh ternyata telah kosong, mundur ke Ambarawa. Sudah kepalang tanggung, pagi harinya para pejuang mengejar musuh ke Ambarawa.

Dan terjadilah apa yang kemudian dikenal sebagai peristiwa Palagan Ambarawa. Di mana para pejuang dari Hizbullah-Sabilillah bersama TKR yang dipimpin Jendral Soedirman, berhasil menyerbu pasukan Sekutu dan memukul mundur musuh.

Namun, beberapa minggu setelah pertempuran pertama, pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04.30 pagi, pertempuran kembali berkobar di Ambarawa. Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit. Pasukan pejuang kita menggunakan taktik gelar supit urang, atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung.

Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya diputus sama sekali. Setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang. Kemenangan pertempuran ini kini diabadikan dengan didirikannya Monumen Palagan Ambarawa. 


Mbah Said Gedongan Taklukkan Kereta Api Belanda



Mbah Said duduk tercenung di ruang tamu. Pesantren Gedongan Cirebon yang didirikan dan diasuhnya baru saja menuntaskan masa-masa liburan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia mungkin merasa prihatin. Beberapa santri yang berasal dari berbagai kota di Jawa harus menempuh perjalanan berbulan-bulan untuk kembali ke pesantren.

Sebab, di tahun 1850-an tak ada transportasi yang bisa diandalkan, terkecuali kereta api yang melintas di belakang pesantren. Itu pun milik Pemerintah Hindia Belanda.

“Kenapa kau tidak naik kereta api saja? Bukan apa-apa, supaya kamu dan teman-teman lekas sampai ke pesantren, juga pengajian bisa langsung dimulai,” tanya Mbah Said kepada santri asal Pekalongan, Jawa Tengah yang baru saja tiba dan hendak sowan.

“Pangapunten Mbah Said, kereta api tidak berhenti di belakang pesantren. Jika santri harus turun di stasiun kota, itu akan memakan waktu yang lama juga untuk kembali ke sini,” ucap santri, menjawab.

“Baiklah, sekarang kamu pergi ke Kawedanan. Katakan kepada Belanda, tolong untuk kereta api jurusan Surabaya–Jakarta dan sebaliknya agar berkenan berhenti di belakang pesantren. Tidak usah lama-lama. Sekadar menurunkan para santri dari Jawa dan Batavia,” perintah Mbah Said.

Kawedanan, distrik pemerintahan Hindia Belanda tingkat kecamatan.

Demi khidmat kepada kiainya, sang santri langsung menuju ke Kantor Kawedanan yang terletak sekira 5 kilometer arah barat pesantren. Setelah sampai, di bagian Verkeer en Waterstaat langsung dilaporkan bahwa pesantren menghendaki berhentinya alat transportasi massal tersebut tepat di belakang pesantren.

Verkeer en Waterstaat, Dinas Pekerjaan Umum untuk Hindia Belanda.

“Apa yang bisa dijadikan alasan agar Pemerintah Hindia Belanda menghentikan kereta api di pesantren? Apakah di sana ada pasar?” tanya petugas.

“Tidak ada.”

“Apa di sana ada Pabrik Gula?”

“Tidak ada.”

“Baiklah, dengan ini Pemerintah Belanda memutuskan untuk menolak keinginan pesantren. Karena, pemberhentian kereta api harus didasarkan pada dua pertimbangan. Pasar dan pabrik. Sampaikan ke Kiai Said,” ketus petugas.

Sekembalinya dari Kawedanan, santri langsung melaporkan keputusan itu kepada Mbah Said. Namun Mbah Said tetap bersikukuh pada pendiriannya. Pemerintah Hindia Belanda harus menghentikan kereta api di belakang pesantren barang beberapa menit.

Berdasarkan pertimbangan sikap Mbah Said, maka santri asal pekalongan itu kembali melaporkan keinginan yang sama secara berulang hingga kali ketiga. Sayangnya, pemerintah Belanda tetap pada keputusan yang sama; menolak.

“Ya sudah, kalau begitu kita tidak usah memohon atau meminta izin kepada Belanda. Saya minta izin langsung kepada Allah Swt saja. Dia Yang Maha Merestui,” kata Mbah Said kepada santrinya.

Keesokan harinya, Pesantren Gedongan tampak riuh. Puluhan santri asal beberapa kota di Jawa bagian Timur dan Batavia berjalan menuju pesantren dari arah perlintasan kereta api. Yang membuat santri lain terheran ialah kedatangan teman sepesantrennya itu didampingi para opsir Belanda. Seolah-olah dikawal rapat.

“Ada apa ikut-ikutan ke sini?” tanya Mbah Said kepada salah satu opsir Belanda.

“Saya hendak protes, Kiai. Mengapa dua kereta api kami jurusan Surabaya–Jakarta dan sebaliknya sama-sama mogok. Dan mendapati kerusakan mesin di belakang pesantren?”

“Bukan rusak, itu hanya berhenti sementara untuk menurunkan santri. Lekas kalian kembali ke kereta, nanti ketinggalan.”

Tak lama, jerit sirene khas kereta api membuat para opsir Belanda lari tunggang langgang menuju sumber suara. Tanpa memedulikan pamit undur diri dan gelak tawa para santri, mereka tampak panik. Takut tertinggal kereta api.

8 Mei 2014

Istighfar Kita, Butuh Istighfar


Dari Habib Ali Abdurrahman Al-Jufri

Ada sekelompok orang yang levelnya sangat istimewa, karena telah merasakan betul nikmatnya bergaul dengan Allah. Di antara mereka malah bertaubat atas ketaatan yang dilakukan. Apa maksudnya? Mereka bertaubat atas keterbatasan dirinya atau kekurang-tulusannya dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah. Dalam hal ini, Rabi’ah al-Adawiyah pernah berkata,“Istighfar kita sesungguhnya masih membutuhkan istighfar.”

Rabi’ah menguraikan lebih lanjut,”Pada saat mengucapkan ‘Astaghfirullah, astaghfirullah’, hatiku tidak tersambung kepada Allah Hal ini tidak ubahnya seperti meminta maaf kepada seseorang atas suatu kesalahan sambil tertawa,’Ha-ha-ha, maafkan aku, maafkan aku,’ dan berlalu. Itu namanya kurang ajar. Minta maaf itu artinya merasa bersalah. Jadi harus dilakukan dengan perasaan yang hancur dan penuh malu. Apakah ketika mengucap,’Aku memohon ampun dan bertaubat kepada Allah’ hati kita merasa malu? Merasa hancur di hadapan Allah? Merasakan betapa besarnya berhubungan dengan Allah?”

Orang yang jujur kepada Allah selalu membaca istighfar setiap selesai beribadah. Ia merasa ibadah yang dikerjakannya masih jauh dari yang diharapkan. Itulah kenapa Rasulullah Saw bersabda,”Aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari semalam.” Dalam riwayat lain, lebih dari tujuh puluh kali.(HR. Al-Tirmidzi no. 3259).

Sebagian sahabat pernah mengatakan,”Kami pernah menghitung bahwa ucapan Rasulullah Saw : Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Pengampun itu banyaknya seratus kali di dalam satu majelis.” Dalam riwayat lain, tujuh puluh kali. (HR. Abu Dawud no. 1516, al-Tirmidzi no. 3434, dan Ibn Majah no. 3814).

Dosa apakah yang dilakukan Rasulullah Saw sehingga beliau perlu meminta ampun kepada Allah? Tidak ada! Itu semata-mata karena beliau telah merasakan betapa nikmatnya berhubungan dengan Allah. Orang yang sudah mengecap rasa nikmat ini takkan berhenti mencari kenikmatan yang lebih tinggi lagi. Ia tahu bahwa di atas nikmat yang diraih ada nikmat lain yang belum diraihnya. Karena itu, ia merasa “berdosa”, sehingga ia pun beristighfar.

Makna-makna seperti itu mesti diketahui dan dirindukan orang yang benar-benar ingin menempuh jalan menuju Allah. Ia harus mengetahui makna taubat dan makna kembali kepada-Nya. Ia harus terus beristighfar dan merasa malu kepada-Nya. Bagaimana tidak malu, sementara kita berada di tengah lautan nikmat dan anugerah-Nya? Bagaimana tidak merasa malu, sementara nikmat-nikmat itu kita gunakan di luar ketaatan, tetapi Allah tidak mencabutnya? Padahal, seandainya mau, Allah dapat saja melakukannya dan Dia tidak bisa kita cap berbuat zalim kepada kita. Tetapi, itu tidak Dia lakukan. Sebaliknya, pada saat keburukan terus menerus kita lakukan, nikmat Allah tidak henti-hentinya mengalir, bahkan bertambah dan makin bertambah.
Demikianlah makna awal yang harus dipahami dan ditancapkan ke hati setiap orang yang betul-betul ingin menempuh jalan menuju Allah.

via FB Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyie

6 Mei 2014

Kisah Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, Dekat Dengan Allah SWT



Dikisahkan, ketika Hadratus Syeikh merasa amat letih karena siang harinya menghadiri kongres Nahdatul Ulama’ di Malang, beliau tidak bisa memberikan pelajaran di malam hari kepada para santri. Sehabis salat Isya beliau beristirahat tidur sangat pulas. Kiai Hasyim baru bangun pada pukul setengah tiga malam. Beliau langsung mengambil air wudhu, berpakaian rapi dan menjalankan salat tahajjud. Meskipun pada siang harinya belum makan, beliau tidak juga makan di malam hari, padahal persediaan makanan masih ada. Selesai salat tahajjud diiringi dengan wirid dan doa yang panjang, beliau mengambil al-Qur’an lalu dibacanya dengan perlahan-lahan sambil menghayati maknanya. Ketika sampai pada surat Ad-Dzariyat ayat 17-18 yang berbunyi:

كَانُوْا قَـلِيْلاً مِن اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ – وَ بِاْلاَسْحاَرِهُمْ يَسْـتَغْفِرُوْنَ

Mereka (para shahabat Nabi) sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di waktu sahur (akhir malam) mereka memohon ampun [Ad-Dariyat:17-18].

Seketika itu beliau menghentikan bacaannya. Lalu terdengar suara tangis terisak-isak. Sejurus kemudian air mata telah membasahi jenggotnya yang sudah memutih. Kiai Hasyim merasa bahwa pada malam itu beliau terlalu banyak tidur. Sambil menengadahkan tangan, beliau berdo’a, ”Ya Allah, ampunilah hamba-Mu yang lemah ini, dan berilah hamba kekuatan serta ketabahan untuk melaksanakan segala perintah-perintah-Mu.” Kemudian beliau bangkit dari tempat duduknya menuju tempat salat, lalu bersujud kepada Allah memohon ampun. Lisannya terus membaca tasbih.

Peristiwa seperti ini terjadi berulangkali. Setiap kali membaca ayat-ayat tentang siksa, ancaman, dan murka Allah, atau ayat-ayat yang menerangkan perintah-perintah Allah yang terlupakan oleh kaum muslimin, beliau selalu meneteskan air mata.

***

Suatu malam, Kiai Hasyim berniat tidur sejenak guna mengistirahatkan badan. Ketika sampai di tempat tidur, terdengar suara seorang santri dari masjid sedang membaca al-Qu’an :

يآيها المزمل- قم الليل إلا قليلا- نصفه أو انقص منه قليلا- أو زد عليه ورتل القرآن ترتيلا- انا سنلقي عليك قولا ثقيلا- ان ناشئة الليل هي أشد وطأ وأقوم قيلا- ان لك في النهار سبحا طويلا-واذكر اسم ربك وتبتلنااليه تبتيلا- رب المشرق والمغرب لااله الا هو فاتخذه وكيلا …

”Wahai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari kecuali sedikit (dari padanya). Atau lebih dari seperdua (malam), dan bacalah al-Quran dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu di siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dialah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada tuhan melainkan Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.” [al-Muzammil: 1-9]

Mendengar ayat itu, Kiai Hasyim yakin bahwa ini adalah teguran dari Allah Swt. melalui santrinya. Allah menegurnya agar tetap beribadah, jangan bermalas-malasan menuruti hawa nafsu. Akhirnya keinginan untuk tidur dibatalkan.

***

Diceritakan pula, pada tahun 1943, Kiai Hasyim diserang demam yang sangat hebat. Ketika telah masuk waktu zuhur, beliau memaksakan diri bangkit dari tempat tidur menuju kolam untuk mengambil air wudhu’. Beliau berjalan sambil dipapah oleh kedua putranya. Setelah mengambil air wudhu’, beliau memakai baju rapi disertai sorban untuk menuju masjid. Melihat hal ini, salah seorang putranya, Abdul Karim, berkata, ”Ayah, demam ayah sangat parah. Sebaiknya ayah salat di rumah saja!”

Beliau menjawab, ”Ketahuilah anakku, api neraka itu lebih panas dari pada demamku ini!” Kemudian beliau bangkit dari duduknya dan berjalan menuju masjid dengan dipapah.

Sepulang dari masjid, penyakitnya semakin parah. Sanak famili dan putra-putrinya berdatangan. Badannya terbujur lemah di atas tempat tidur. Kedua matanya terpejam tak sadarkan diri. Tapi tak lama kemudian, matanya terbuka seraya meneteskan air mata.

Adik perempuannya bertanya, ”Di manakah yang terasa sakit, kakak?”

Dengan nada sedih, Kiai Hasyim menjawab, ”Aku menangis bukan karena penyakitku, bukan pula karena takut mati atau berat berpisah dengan famili. Aku merasa belum mempunyai amal shaleh sedikitpun. Masih banyak perintah-perintah Allah yang belum aku kerjakan. Alangkah malunya aku menghadap Allah dengan tangan hampa, tiada mempunyai amal kebaikan sedikitpun. Itulah sebabnya aku menangis.”

Karya-Karya Kiai Hasyim

Disamping aktif mengajar, berdakwah, dan berjuang, Kiai Hasyim juga penulis yang produktif. Beliau meluangkan waktu untuk menulis pada pagi hari, antara pukul 10.00 sampai menjelang dzuhur. Waktu ini merupakan waktu longgar yang biasa digunakan untuk membaca kitab, menulis, juga menerima tamu.

Karya-karya Kiai Hasyim banyak yang merupakan jawaban atas berbagai problematika masyarakat. Misalnya, ketika umat Islam banyak yang belum faham persoalan tauhid atau aqidah, Kiai Hasyim lalu menyusun kitab tentang aqidah, diantaranya Al-Qalaid fi Bayani ma Yajib min al-Aqaid, Ar-Risalah al-Tauhidiyah, Risalah Ahli Sunnah Wa al-Jama’ah, Al-Risalah fi al-Tasawwuf, dan lain sebagainya.

iai Hasyim juga sering menjadi kolumnis di majalah-majalah, seperti Majalah Nahdhatul Ulama’, Panji Masyarakat, dan Swara Nahdhotoel Oelama’. Biasanya tulisan Kiai Hasyim berisi jawaban-jawaban atas masalah-masalah fiqhiyyah yang ditanyakan banyak orang, seperti hukum memakai dasi, hukum mengajari tulisan kepada kaum wanita, hukum rokok, dll. Selain membahas tentang masail fiqhiyah, Kiai Hasyim juga mengeluarkan fatwa dan nasehat kepada kaum muslimin, seperti al-Mawaidz, doa-doa untuk kalangan Nahdhiyyin, keutamaan bercocok tanam, anjuran menegakkan keadilan, dll.

Karya-karya KH. M. Hasyim Asy’ari yang dapat di telusuri hingga saat ialah:

Al-Tibyan fi al-Nahy ‘an Muqatha’ah al-Arham wa al-Aqarib wa al-Ikhwan. Berisi tentang tata cara menjalin silaturrahim, bahaya dan pentingnya interaksi sosial. Tebal 17 halaman, selesai ditulis hari Senin, 20 Syawal 1360 H., penerbit Maktabah Al-Turats Al-Islami Ma’had Tebuireng.
Mukaddimah al-Qanun al-Asasy Li Jam’iyyah Nahdhatul Ulama. Pembukaan undang-undang dasar (landasan pokok) organisasi Nahdhatul Ulama’. Tebal 10 halaman. Pernah dicetak oleh percetakan Menara Kudus tahun 1971 M. dengan judul, ”Ihya’ Amal al-Fudhala’ fi al-Qanun al-Asasy li Jam’iyah Nahdhatul Ulama’”.
Risalah fi Ta’kid al-Akhdz bi Madzhab al-A’immah al-Arba’ah. Risalah untuk memperkuat pegangan atas madzhab empat. Tebal 4 halaman, berisi tentang perlunya berpegang kepada salah satu diantara empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan Hanbali). Di dalamnya juga terdapat uraian tentang metodologi penggalian hukum (istinbat al-ahkam), metode ijtihad, serta respon atas pendapat Ibn Hazm tentang taqlid.
Mawaidz. Beberapa Nasihat. Berisi fatwa dan peringatan tentang merajalelanya kekufuran, mengajak merujuk kembali kepada al-Quran dan hadis, dan lain sebagainya. Pernah disiarkan dalam kongres Nahdhatul Ulama’ ke XI tahun 1935 di Kota Bandung, dan pernah diterjemahkan oleh Prof. Buya Hamka dalam majalah Panji Masyarakat no.5 tanggal 15 Agustus 1959, tahun pertama halaman 5-6.
Arba’in Haditsan Tata’allaq bi Mabadi’ Jam’lyah Nahdhatul Ulama’. 40 hadits Nabi yang terkait dengan dasar-dasar pembentukan Nahdhatul Ulama’.
Al-Nur al-Mubin fi Mahabbah Sayyid al-Mursalin. Berisi dasar kewajiban seorang muslim untuk beriman, mentaati, meneladani, dan mencintai Nabi Muhammad SAW. Tebal 87 halaman, memuat biografi singkat Nabi SAW mulai lahir hingga wafat, dan menjelaskan mu’jizat shalawat, ziarah, wasilah, serta syafaat. Selesai ditulis pada 25 Sya’ban 1346 H., terdiri dari 29 bab.
At-Tanbihat al-Wajibat liman Yashna’ al-Maulid bi al-Munkarat. Peringatan-peringatan wajib bagi penyelenggara kegiatan maulid yang dicampuri dengan kemungkaran. Ditulis berdasarkan kejadian yang pernah dilihat pada malam Senin, 25 Rabi’ al-Awwal 1355 H. Pada halaman pertama terdapat pengantar dari tim lajnah ulama al-Azhar, Mesir. Selesai ditulis pada 14 Rabi’ at-Tsani 1355 H., terdiri dari 15 bab setebal 63 halaman, dicetak oleh Maktabah at-Turats al-Islamy Tebuireng, cetakan pertama tahun 1415 H.
Risalah Ahli Sunnah Wal Jama’ah fi Hadits al-Mauta wa Syarat as-Sa’ah wa Bayan Mafhum al-Sunnah wa al-Bid’ah. Risalah Ahl Sunnah Wal Jama’ah tentang hadis-hadis yang menjelaskan kematian, tanda-tanda hari kiamat, serta menjelaskan sunnah dan bid’ah. Berisi 9 pasal.
Ziyadat Ta’liqat a’la Mandzumah as-Syekh ‘Abdullah bin Yasin al-Fasuruani. Catatan seputar nadzam Syeikh Abdullah bin Yasin Pasuruan. Berisi polemik antara Kiai Hasyim dan Syeikh Abdullah bin Yasir. Di dalamnya juga terdapat banyak pasal berbahasa Jawa dan merupakan fatwa Kiai Hasyim yang pernah dimuat di Majalah Nahdhatoel Oelama’. Tebal 144 halaman.
Dhau’ul Misbah fi Bayan Ahkam al-Nikah. Cahayanya lampu yang benderang menerangkan hukum-hukum nikah. Berisi tata cara nikah secara syar’i; hukum-hukum, syarat, rukun, dan hak-hak dalam perkawinan. Kitab ini biasanya dicetak bersama kitab Miftah al-Falah karya almarhum Kiai Ishamuddin Hadziq, sehingga tebalnya menjadi 75 halaman.
Ad-Durrah al Muntasyiroh Fi Masail Tis’a ‘Asyarah. Mutiara yang memancar dalam menerangkan 19 masalah. Berisi kajian tentang wali dan thariqah dalam bentuk tanya-jawab sebanyak 19 masalah. Tahun 1970-an kitab ini diterjemahkan oleh Dr. KH. Thalhah Mansoer atas perintah KH. M. Yusuf Hasyim, dierbitkan oleh percetakan Menara Kudus.
Al-Risalah fi al-’Aqaid. Berbahasa Jawa, berisi kajian tauhid, pernah dicetak oleh Maktabah an-Nabhaniyah al-Kubra Surabaya, bekerja sama dengan percetakan Musthafa al-Babi al-Halabi Mesir tahun 1356 H./1937M. Dicetak bersama kitab Kiai Hasyim lainnya yang berjudul Risalah fi at-Tashawwuf serta dua kitab lainnya karya seorang ulama dari Tuban. Risalah ini ditash-hih oleh syeikh Fahmi Ja’far al-Jawi dan Syeikh Ahmad Said ‘Ali (al-Azhar). Selelai ditash-hih pada hari Kamis, 26 Syawal 1356 H/30 Desember 1937 M.
Al-Risalah fi at-Tasawwuf. Menerangkan tentang tashawuf; penjelasan tentang ma’rifat, syariat, thariqah, dan haqiqat. Ditulis dengan bahasa Jawa, dicetak bersama kitab al-Risalah fi al-‘Aqaid.
Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim fima Yahtaju ilaih al-Muta’allim fi Ahwal Ta’limih wama Yatawaqqaf ‘alaih al-Muallim fi Maqat Ta’limih. Tatakrama pengajar dan pelajar. Berisi tentang etika bagi para pelajar dan pendidik, merupakan resume dari Adab al-Mu’allim karya Syekh Muhammad bin Sahnun (w.256 H/871 M); Ta’lim al-Muta’allim fi Thariq at-Ta’allum karya Syeikh Burhanuddin al-Zarnuji (w.591 H); dan Tadzkirat al-Saml wa al-Mutakallim fi Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim karya Syeikh Ibn Jama’ah. Memuat 8 bab, diterbitkan oleh Maktabah at-Turats al-Islamy Tebuireng. Di akhir kitab terdapat banyak pengantar dari para ulama, seperti: Syeikh Sa’id bin Muhammad al-Yamani (pengajar di Masjidil Haram, bermadzhab Syafii), Syeikh Abdul Hamid Sinbal Hadidi (guru besar di Masjidil Haram, bermadzhab Hanafi), Syeikh Hasan bin Said al-Yamani (Guru besar Masjidil Haram), dan Syeikh Muhammad ‘Ali bin Sa’id al-Yamani.

Selain kitab-kitab tersebut di atas, terdapat beberapa naskah manuskrip karya KH. Hasyim Asy’ari yang hingga kini belum diterbitkan. Yaitu:

Hasyiyah ‘ala Fath ar-Rahman bi Syarh Risalah al-Wali Ruslan li Syeikh al-Islam Zakariya al-Anshari.
Ar-Risalah at-Tawhidiyah
Al-Qala’id fi Bayan ma Yajib min al-Aqa’id
Al-Risalah al-Jama’ah
Tamyiz al-Haqq min al-Bathil
al-Jasus fi Ahkam al-Nuqus
Manasik Shughra

dari FP Cerita Para Wali

Kisah Lain Syaikh Dzun-Nun qs



Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi Agung, Waliyullah yang masyhur bernama Syaikh Zun-Nun qs. Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya : "Tuan, saya belum faham mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di zaman yang ini berpakaian baik amat perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk tujuan banyak hal lain."

Sang sufi hanya tersenyum, ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata : "Sahabat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Cubalah, bolehkah kamu menjualnya seharga satu keping emas".

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu dan berkata : "Satu keping emas ? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu". "Cubalah dulu sahabat muda. Siapa tahu kamu berhasil", jawab Zun-Nun.

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak.

Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali kepada Zun-Nun dan memberitahunya : "Tuan, tak seorang pun yang berani menawar lebih dari satu keping perak".

Sambil tetap tersenyum arif Zun-Nun berkata : "Sekarang pergilah kamu ke tokoh emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik tokoh atau tukang emas di sana. Jangan buka harga. Dengarkan saja, bagaimana ia memberikan penilaian".

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian memberitahu : "Tuan, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar".

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berkata : "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sahabat muda. Seseorang tak boleh dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas". Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya dapat dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu perlu proses dan masa, wahai sahabat mudaku. Kita tak dapat menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas

dari FP FB Cerita Para Wali

2 Mei 2014

Keajaiban Dibalik Penciptaan Nyamuk

Nyamuk, seekor makhluk yang lemah, namun menakjubkan. Ketika membuat perumpamaan seekor nyamuk, Allah SWT hendak menjelaskan kepada manusia bahwa makhluk kecil ini agung dalam penciptaannya yang mengangungkan Penciptanya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Baqoroh: 26)



Proses perkembangan nyamuk merupakan peristiwa yang paling menakjubkan, mulai dari larva mungil melalui sejumlah fase perkembangan yang berbeda hingga pada akhirnya menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk betina menaruh telurnya yang diberi makan berupa darah agar dapat tumbuh dan berkembang, pada dedaunan lembab atau kolam-kolam yang tak berair di musim panas atau gugur.

Sebelumnya, nyamuk betina ini menjelajahi wilayah yang ada dengan sangat teliti menggunakan reseptornya yang sangat peka yang terdapat pada perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, nyamuk meletakkan telur-telurnya. Telur yang mempunyai ukuran panjang kurang dari satu milimeter ini diletakkan secara teratur hingga membentuk suatu barisan teratur

Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya sedemikian rupa sehingga menyerupai sampan. Beberapa koloni telur ini ada yang terdiri dari 300 buah telur. Telur-telur nyamuk yang berwarna putih kemudian berubah warna menjadi semakin gelap dan dalam beberapa jam menjadi hitam legam. Warna gelap ini berfungsi untuk melindungi telur-telur tersebut agar tidak terlihat oleh serangga maupun burung pemangsa. Sejumlah larva-larva yang lain juga berubah warna menyesuaikan dengan warna tempat di mana mereka berada. Hal ini berfungsi sebagai kamuflase agar tidak mudah terlihat oleh pemangsa.



Larva-larva ini berubah warna melalui berbagai proses kimia yang terjadi pada tubuhnya. Tidak diragukan lagi, bahwa telur, larva maupun nyamuk betina bukanlah yang menciptakan ataupun yang mengendalikan berbagai proses kimia yang mengakibatkan perubahan warna tersebut seiring dengan perjalanan metamorfosis nyamuk. Mustahil pula jika system yang rumit ini terjadi dengan sendirinya. Jadi, nyamuk telah diciptakan secara lengkap beserta dengan sistem perkembangannya sejak pertama kali ia ada. Pencipta yang Maha Sempurna ini adalah Allah SWT.

Ketika priode inkubasi telur telah berlalu, para larva lalu keluar dari telur-telur mereka dalam waktu yang hampir bersamaan. Larva atau jentik nyamuk yang makan terus-menerus ini tumbuh sangat cepat hingga pada akhirnya kulit yang membungkus tubuhnya menjadi sangat ketat dan sempit.

Hal ini tidak memungkinkan tubuhnya untuk tumbuh membesar lagi. Ini pertanda bahwa mereka harus berganti kulit. Pada tahap ini, kulit nyamuk yang keras dan rapuh akan dengan mudah pecah dan mengelupas. Para larva tersebut mengalami dua kali pergantian kulit sebelum menyelesaikan periode hidup mereka sebagai larva.



Jentik nyamuk mendapatkan makanan dengan cara yang menakjubkan. Mereka membuat pusaran air kecil dalam air dengan menggunakan bagian tubuh mereka yang ditumbuhi bulu sehingga mirip kipas. Kisaran air tersebut menyebabkan bakteri dan mikroorganisme lainnya tersedot dan masuk ke dalam mulut larva nyamuk

Proses pernapasan jentik nyamuk yang posisinya terbalik dibawah permukaan air terjadi melalui sebuah pipa udara yang mirip dengan snorkel, yaitu pipa pernapasan yang digunakan olah para penyelam. Tubuh jentik mengeluarkan cairan kental hingga mencegah masuknya air untuk memasuki lubang tempat berlangsungnya pernapasan. Sungguh system pernapasan yang canggih ini tidak mungkin dibuat oleh jentik nyamuk itu sendiri. Ini tidak lain bukti kekuasaan Allah dan kasih sayang-Nya pada makhluk yang mungil ini agar dapat bernapas dengan mudah

Pada tahap larva terjadi pergantian kulit sekali lagi. Pada saat ini, larva berpindah menuju bagian akhir dari perkembangan mereka yakni tahap kepompong atau pupa stage. Ketika kulit kepompon sudah terasa sempit dan ketat, ini pertanda bagi larva untuk keluar dari kepompongnya

Selama masa perubahan ini, larva nyamuk menghadapi tantangan yang membahayakan jiwanya, yakni masuknya air yang dapat menyumbat saluran pernapasan. Hal ini dikarenakan lubang pernapasannya yang dihubungkan dengan pipa udara dan menyembul di atas permukaan air akan segera ditutup. Jadi, setelah penutupan dan seterusnya, pernapasan tidak lagi melalui lubang tersebut, akan tetapi melalui dua pipa yang baru terbentuk di bagian depan nyamuk muda. Tidak mengherankan jika kedua pipa ini muncul ke permukaan air sebelum pergantian kulit terjadi, yakni sebelum nyamuk keluar meninggalkan kepompong.



Nyamuk yang berada di dalam kepompong kini telah menjadi dewasa dan siap untuk keluar dan terbang. Binatang ini telah dilengkapi dengan seluruh organnya seperti antenna, kaki, dada, sayap, abdomen, dan matanya yang besar

Kemunculan nyamuk dari kepompong diawali dengan robeknya kulit kepompong di bagian atas. Resiko terbesar pada tahap ini adalah masuknya air ke dalam kepompong. Untungnya bagian atas kepompong yang sobek tersebut dilapisi oleh cairan kental khusus yang berfungsi untuk melindungi kepala nyamuk yang baru lahir ini dari bersinggungan dengan air. Masa-masa ini sangatlah kritis, sebab tiupan angin yang pelan sekalipun dapat menyebabkan timbulnya kematian jika nyamuk muda tersebut jatuh ke dalam air. Nyamuk muda ini harus keluar dari kepomponya dan memanjat ke atas permukaan air dengan kaki-kakinya sekedar menyentuh permukaan air

Jika makhluk kecil seperti nyamuk menyimpan keajaiban ciptaan Allah yang begitu besar, bagaimana dengan makhluknya yang lebih besar yang lebih sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu allam

Anggapan banyak orang bahwa nyamuk adalah menghisap dan pemakan darah, tidaklah sepenuhnya benar. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah, dan bukan yang jantan. Nyamuk betina menghisap darah bukan untuk kebutuhan makan mereka. Sebab baik nyamuk jantan maupun betina, keduanya hidup dengan memakan nektar dan sari buah

Satu-satunya alasan mengapa nyamuk betina yang menghisap darah adalah, karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan telur nyamuk. Dengan kata lain, nyamuk betina menghisap darah untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya.

Fakta Nyamuk:
  1. Seekor betina.
  2. Memiliki 100 mata di kepalanya.
  3. Memiliki 48 gigi di mulutnya.
  4. Mempunyai 3 jantung di perutnya lengkap dengan bagian-bagiannya.
  5. Memiliki 6 pisau di belalainya dan masing masing mempunyai fungsi yang berbeda.
  6. Memiliki 3 sayap pada setiap sisinya.
  7. Nyamuk dilengkapi dengan alat pendeteksi panas yang bekerja seperti infra merah yang berfungsi memantulkan warna kulit manusia pada kegelapan menjadi warna ungu, hingga terlihat olehnya.
  8. Dilengkapi dengan alat pembius yang membantu dari bahaya jarumnya agar manusia tidak merasakannya. Apapun yang terasa seperti gigitan adalah hasil dari hisapan darah.
  9. Nyamuk dilengkapi dengan alat penyeleksi darah hingga ia tidak menyedot sembarang darah.
  10. Nyamuk dilengkapi dengan alat untuk mengalirkan darah hingga darah bisa mengalir lewat belalainya yang sangat lembut dan kecil.

Dan yang lebih mengherankan lagi dari semua ini adalah, bahwa ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan fakta bahwa diatas punggung nyamuk hidup serangga yang sangat kecil yang tidak Nampak kecuali dengan mikroskop. Ini adalah salah satu bukti kebenaran dari firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan dari nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.”

Hikmah Sayyidina Imam Hussein As, Abadi Sepanjang Masa




Sayyidina Al Husain ibn 'Ali RA. adalah cucu sang Nabi yang amat dikasihi. Abu Hurairah meriwayatkan: "Aku pernah melihat Rasulullah saw. sedang menggendong Husain, seraya berkata, 'Ya Allah, sungguh aku mencintainya, maka cintailah dia.'

Ya'lâ bin Murrah meriwayatkan: "Kami pergi bersama Rasulullah untuk menghadiri undangan makan. Di suatu gang, kami melihat Husain sedang bermain-main. Ia mendekatinya seraya membentangkan kedua tangannya. Husain berlari kesana kemari hingga membuatnya tertawa, sampainya berhasil menangkapnya. Kemudian Rasulullah meletakkan satu tangannya di bawah dagu Husain dan tangan yang lain di atas kepalanya. Rasulullah mencium-ciumnya. Ia bersabda, 'Husain dariku dan aku darinya. Allah mencintai orang yang mencintai Husain. Husain adalah salah satu cucuku."

Yazîd bin Abi Ziyâd meriwayatkan: "Rasulullah saw. keluar dari rumah 'Aisyah dan melewati rumah Fathimah. Ketika itu Rasulullah saw. mendengar tangisan Husain. Rasulullah merasa gusar. Lalu berkata kepada Fathimah, 'Tidakkah kau tahu bahwa tangisannya itu menyayat hatiku?"

Rasulullah mencintai al-Husain, sang cucu yang penuh kelembutan, meskipun fajar 'Asyura di tahun 61 H menjadi akhir dari perjalanan hidup al-Husain, terbantai oleh penguasa-penguasa zhalim yang juga mengaku umat sang nabi.

Peristiwa Karbala adalah tragedi kemanusiaan yang menyayat hati siapa pun yang masih memiliki hati, bukan milik segelintir orang apalagi kelompok-kelompok tertentu. Karbala adalah medan syahid ahlu baitil musthofa.

Sayyidina Al-Husain adalah keturunan langsung sang nabi, putra dari Khalifah ke-4 Amirul Mu'minin Ali ibn Abi Thalib. Beliau tidak segera menerima paksaan untuk membai'at Yazid ibn Mu'awiyah; sang raja baru pada era Dinasti Umayyah.

Sayyidina Al-Husein memegang amanat agung, tapi kelembutannya tak membuatnya gila kekuasaan. Hari ini tanggal 9 Muharram beliau sudah berada di Karbala menerima pengkhianatan dalam sejarah Islam. Dan esok, tanggal 10 Muharram, padang Karbala menjadi saksi kesyahidan sang imam yang dibunuh oleh pasukan yang dipimpin Ubaidillah bin Ziyad atas perintah Yazid ibn Mu'awiyah.

Karbala banjir darah. Kekasih sang Nabi dari darah dagingnya sendiri berkalang tanah, kepalanya disembelih dan dicucuk di atas tombak, al-Husain berpulang bersama tiga putranya dan puluhan sahabat.
Mengapa umat Islam sulit bersatu?

Masih ingat dengan Abdurrahman ibn Muljam? Beliau bukan hanya seorang muslim tapi juga Qoimullail (penegak sholat malam), Shoimunnahaar (pelaku puasa siang) dan Hafidzul Qur’an (penghafal 30 juz Al Quran). Lalu apa yang Abdurrahman ibn Muljam lakukan? Beliau membunuh seseorang yang digelari pintu dari kota ilmu, orang termuda yang pertama kali memeluk Islam, penakluk khaibar, menantu Rasulullah, Abal Husain, Amiral Mu'minin, Sayyidina Ali ibn Abi Thalib RA.

Sejarah ini terdokumentasikan sejak lama dan tak ada yang membantahnya, namun sebagian umat takut mengutarakannya, hanya karena takut dianggap dosa mencintai keluarga al-Mushtofa.

Duhai alangkah anehnya…!
Jika aku dianggap berdosa karena cinta kepada keluarga Muhammad…
Maka aku tidak akan bertaubat dari dosaku itu 
(Diwan Imam Syafi'i RA)

dari tulisan FB Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyie

Puasa Sunah Rajab

                    


Mawlana Syekh Hisyam: Mubarak Rajab! Rajab adalah bulannya Allah.  Apakah besok puasa?   

Mawlana Syekh Nazim: Mereka boleh berpuasa, satu hari, dua hari, atau sepanjang bulan; ada kabar gembira dan berkah bagi mereka yang berpuasa.  Ada sungai di Surga yang disebut Rayyaan, dan barang siapa yang berpuasa, walaupun hanya sehari, ia akan minum dari mata air itu di Surga, insyaa-Allah.Fatihah. 

Sayyidina Syekh Abdul Al-Qadir Al-Jailani qs menulis dalam kitabnya, al-Ghunya li-Thalibin bahwa Nabi Suci saw bersabda,"Puasa 7 hari di bulan Rajab membuat 7 pintu neraka tertutup baginya. Puasa 8 hari membuat 8 pintu Surga terbuka baginya. Puasa 10 hari membuat perbuatan buruknya diubah menjadi amal baik. Puasa 15 hari memberinya kemudahan di Yawmil Hisab. Puasa 18 hari mendatangkan kabar dari langit bahwa Allah (swt) telah mengampuni seluruh dosa sebelumnya dan mendorong orang itu untuk mulai melakukan amal baik. Puasa penuh 30 hari mendatangkan rida Allah dan membebaskannya dari azab-Nya!". Al-Fatihah! Amiin!

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi saw, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan  berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan  Rajab).


Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu.

Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping  Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.


Disebutkan dalam  Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan  muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.


Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:

  •  Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
  • "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
  • Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana  berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
  • "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
  • Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad Saw bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.
  • Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.


Puasa di Bulan Rajab
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani qs

Bismillahir Rohmanir Rohim

Di bulan Rajab dan Syaban seseorang sebaiknya berpuasa setiap hari senin dan kamis, atau Setiap hari selama bulan Rajab. Dalam Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad dinyatakan bahwa Utsman Ibnu Hakim al-Ansari berkata, Aku bertanya kepada Said Ibnu Jubayr mengenai puasa di bulan Rajab, kemudian kami sampai pada bulan itu, di mana beliau berkata, Aku dengar Ibnu Abbas ra berkata bahwa Rasulullah saw biasa berpuasa secara terus menerus sehingga kami berpikir bahwa beliau tidak pernah menghentikannya dan di lain waktu beliau tidak berpuasa berhari-hari sehingga kami berpikir bahwa beliau tidak akan berpuasa lagi.

Jika seseorang berpuasa setiap hari Senin dan Kamis maka orang itu juga harus berpuasa pada hari ke-13,14, 15 setiap bulannya dan juga pada 26-27 Rajab. (sangat dianjurkan untuk berpuasa pada hari-hari putih setiap bulan, yang jatuh pada hari ke-13, 14, dan 15). Ini hanyalah petunjuk secara umum, bila ada keraguan sebaiknya dikonsultasikan dengan seseorang yang ahli dalam syariah.

Diriwayatkan bahawa Nabi SAW telah bersabda :"Ketahuilah bahawa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan Rajab dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH.

Barangsiapa yang berpuasa dua hari dalam bulan Rajab mendapat kemuliaan disisi ALLAH.
Barangsiapa berpuasa tiga hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH akan menyelamatkannya dari bahaya dunia, seksa akhirat, dari terkena penyakit gila, penyakit putih-putih di kulit badan yang menyebabkan sangat gatal dan diselamatkan dari fitnahnya syaitan dan dajjal.

Barangsiapa berpuasa tujuh hari dalam bulan Rajab, maka ditutupkan tujuh pintu neraka jahanam.
Barangsiapa berpuasa delapan hari dalam bulan Rajab, maka dibukakan lapan pintu syurga baginya.
Barangsiapa yang berpuasa lima hari dalam bulan Rajab, permintaannya akan dikabulkan oleh ALLAH SWT.
Barangsiapa berpuasa lima belas hari dalam bulan Rajab, maka ALLAH mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan dan barangsiapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya."

Sabda Rasulullah SAW: "Pada malam Mikraj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari ais dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya Jibril as : "Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?" Berkata Jibril as: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rajab."

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita:"Ketika kami berjalan bersam-sama Nabi SAW melalui sebuah kubur, lalu Nabi saw berhenti dan Baginda menangis dengan amat sedih, kemudian baginda berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya Rasulullah SAW: "Ya Rasulullah SAW, mengapakan anda menangis?" Lalu Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur mereka, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa ke atas mereka.

"Sabda Rasulullah SAW lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari saja dalam bulan Rajab, dan mereka tidak tidur semalam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa dalam kubur." Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah SAW, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah boleh mengelakkan dari siksa kubur?"

Sabda Rasulullah SAW: "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan solat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat kerana ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan solat malam satu tahun."

Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya'ban adalah bulan aku (Rasulullah SAW) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku." "Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya'ban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka."


KEUTAMAAN DAN KELEBIHAN BULAN RAJAB

Beberapa hadis Rasulullah saw menunjukkan kelebihan bulan rajab:


  1. Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.
  2. Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya'ban bulanku (Bulan Nabi saw), dan bulan Ramadhan bulan umatku.
  3.  Kemuliaan Rajab dengan malam Isra' Mi'rajnya, Sya'ban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.
  4.  Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus). Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.
  5.  Puasa 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).
  6.  Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.
  7.  Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.
  8.  Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran keatas semua kalam
  9.  Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan iberi minum air dari syurga.
  10.  Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang berpuasa diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal. Terlepas daripada dahaga di akhirat.
  11.  Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.
  12. Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar, dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan.


"Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi'raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa."
"Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH .
"Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab, maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat."

"Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, permintaannya akan dikabulkan."
"Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga."

"Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan pahalanya."

Wa min Allah at-tawfiq bi hurmat al-Fatiha

Puasa Sunah di Bulan Rajab
 Sultan al-AwliyaMawlana Syekh Nazim al-Haqqani
 1 Juni 2011 - Lefke, Siprus  

dari FB Syaikh Arief Hamdani

Kisah Karomah Sayyidina Imam Hussein As (Cucu Rasulullah SAW) Tahun 2005



Kejadian ini saat perayaan maulid Sayyidina Hussein di Kairo. Ibu dan seorang putrinya (berasal dari daerah Sha'id, Mesir bagian selatan) hendak mengunjungi perayaan maulid pada tahun 2005 yang digelar di masjid dan makam cucu Rasulullah tersebut. Mereka sangat mencintai Ahlu Bait Rasulullah Saw. sebagaimana kebanyakan orang Mesir. Keduanya berangkat untuk mengikuti malam penutupan--sebab inti acara disini.
Nahas, keduanya ketinggalan kereta api. Namun, lebih nahas lagi; mereka tidak bisa mencari kendaraan selanjutnya saat berada di Provinsi Qina. Kemudian, sang ibu meminta tolong salah seorang sopir truk untuk mengantarkan ke terminal terdekat. Sopir itu mengamini permintaannya dan segera melajukan truk besarnya.
Tengah malam, entah iblis mana yang membujuk sopir sehingga ia terdorong untuk memerkosa. Lalu, ia membelokkan truknya saat melewati jalan padang pasir. Ia memaksa anak gadis si ibu yang menumpang tadi untuk menanggalkan pakaian. Jika enggan, dibunuh!

Sang ibu menangis sejadi-jadinya sembari memohon agar si sopir mengurungkan perbuatan nistanya. Sebaliknya, sopir semakin brutal. Pilihan terakhir, ibu berkata, "Jika memang kau tetap ingin melakukan hal keji ini, ambil saja aku sebagai ganti anakku!".

Tak dinyana, si sopir setuju. Ibu kembali menangis sejadi-jadinya dan berucap dengan logat Mesir, "Kenapa malah seperti ini, ya Sayyidana Husein? Aku dan anakku ini dalam perjalanan berkunjung kepadamu..".
Di sinilah karomah Sayyidina Husen berawal. Ibu, putrinya, dan sopir truk tadi dikejutkan oleh sorot lampu mobil polisi yang mendekat.

Tak ada yang turun kecuali seorang polisi, nampaknya polisi patroli biasa. Namun, di antara mereka ada seorang polisi berpangkat tinggi, dilihat dari perawakannya yang tegap besar dan berwajah tampan-bersih. Hal itu membuat si sopir yakin bahwa ia sedang berurusan dengan polisi.

Dibawalah si sopir, ibu, dan anak tadi ke Polda Qina. Polisi patroli yang ikut menggerebek itu menjelaskan insiden yang terjadi. Seorang petugas jaga di Polda Qina meminta tanda tangan (untuk surat laporan atau mahdhor dalam istilah kepolisian Mesir) dari polisi yang kelihatannya berpangkat tinggi tadi (sebut saja Pak Jendral). Tentu karena dia yang datang ke TKP bersama si polisi patroli itu.

Petugas jaga tetap meminta tanda tangan Pak Jendral sesuai aturan yang berlaku meski nampak agak keberatan. Akhirnya, ia mengiyakan dan menandatangani surat laporan supaya segera selesai. Pak Jendral dan polisi patroli segera bergegas pergi mengantar ibu-anak tadi menuju Kairo.

Saat surat laporan dan tanda tangannya dicek, polisi jaga di Polda Qina terkejut dengan tulisan "Husein bin Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib".

Sampai saat ini, kertas tersebut masih tersimpan rapi dan masuk dalam inventaris Polda Provinsi Qina. Tanda tangan tak ternilai harganya, tanda tangan dari tangan mulia Sayyidina Husein.
Ibu dan anaknya kini hidup dengan rizki berkecukupan.
Cinta bisa menjadi obat dan penawar, sebagaimana ia bisa menjelma menjadi penyakit.
Bersumber dari Page Sadah Awliya Mesir, diterjemahkan oleh Alfan Humaidi

Wallahualam..
Allahumma sholli 'ala Sayiidina Muhammad wa 'ala alihi wa shobihi wasalim.

28 Apr 2014

Detik-detik Wafatnya Sayyidah Fathimah Az Zahra



Sayyidah Fatimah Azzahra
Rumah kecil yang diberkahi Allah dan Rasulullah diselimuti kelam. Hasan dan Husein cucu kesayangan Rasul pun seakan faham bahwa mereka akan ditinggal bunda tercinta. Siang itu menjadi salam perpisahan buat Ali k.w., cucu Hasan, dan Husein Sang Martir.

Fatimah pun memanggil suami tercintanya, agar duduk disebelahnya, ia memohon: "Wahai suamiku 'Ali tercinta: "peganglah dadaku sebelah sini."
Ali k.w. pun melakukan perintah istri yang sebentar lagi akan menghadap Sang Khaliq. Lalu putri Rasulullah r.a. mengambil sehelai sutra hijau bertuliskan suatu maklumat.

"Wahai Suamiku, sertakanlah maklumat ini di dalam kafanku. Apakah engkau mengetahui hal ini? Ketika aku akan diserahkan kepadamu sebagai istri, aku menolak empat ratus dirham yang diwariskan. Aku berdoa bahwa yang diwariskan kepadaku menjadi syafaat di Hari Kiamat dan semoga Allah SWT ridha. Maklumat Ilahi ini adalah suatu yang membuktikan bahwa aku telah menerima hak dan sejumlah keharusan terhadap syafaat, atas nama pendosa-pendosa di kalangan umat ini. Tempatkan ia dalam kafanku, agar aku nanti membacanya di hadapan Allah Jalla Jalaaluh".

Kemudian Istri Solehah melanjutkan wasiatnya, "Suamiku, engkaulah yang mesti mengantarkanku dan menguburkanku dekat makam ayahku dan ucapkanlah, Ya Rasulullah, kami bawakan Anda Fatimah kesayangan Anda, cahaya kedua mata Anda. Engkau harus mengimbangi tanggapan apapun yang Engkau terima."
Sesaat kemudian, ruh Fatimah r.a. terbang melayang menuju alam atas sana, memenuhi panggilan Ilahi. Pulanglah!" ('irji').

Saat itu anggota Ahlul Bait tenggelam dalam lautan kepedihan dan derita, helaan nafas dan tangis mereka mengakibatkan para malaikat di langit berduka. Seluruh Madinah menumpahkan air-mata kesedihan mendalam. Ia yang oleh para Raja Para Rasul dikatakan bagian diri Rasulullah saw, meninggalkan dunia fana pada saat yang sama meninggalkan seluruh umat yang tak beribu lagi. Hanya Fatimah lah yang sangat berbahagia dengan kepergian itu untuk menemui ayah tercinta.

Imam Ali Karamallahu Wajhah (Wajah yang Diberkahi Allah) memandikan dan mengafaninya sendiri, dan pada saat yang sama menyertakan maklumat Ilahi di kafan Nabi Muhammad saw. Sang Imam melaksanakan prosesi pemakaman sesuai wasiat Al Batul dan di junjung tinggi. Pemandian dan pengkafanan menjadi hak prerogatif Abul Hasan atau Abu Turab (Gelar Beliau) saja.

Shalat pun telah dilangsungkan, Imam Ali bin Abi Thalib pun pergi menuju makan Rasulullah saw. Ia letakkan jenazah Fatimah r.a. di pintu gerbang makam dan berseru ke dalam makam, "Ya Rasulullah, saya membawakan Anda putri tercinta Fatimah."

Diriwayatkan bahwa ketika Imam Ali mengucapkan ini, makam Rasulullah saw merenggang dan terbuka, dua tangan yang diberkahi mencuat dari dalam dan suatu suara menjawab, "Bawalah ia kepadaku, Fatimahku, cahaya mataku, kebahagiaan hatiku." Lalu tangan tersebut merangkul Fatimah dan menariknya kedalam. Ia berada ke tempat semula sesaat setelahnya, dan para pengantar memakamkannya di pemakaman yang dikenal sebagai Taman Keindahan (Jannah Al-Baqi).
Disana ia berbaring hingga hari ini. Semoga Allah menganugrahkan kepada kita sarana yang halal untuk berkunjung dan berziarah menuju makan para Ahlul Bait.


Dari tulisan Habib Ali Abdurrahman Al-Habsyie

24 Apr 2014

Kisah Bergetarnya Nabi Sulaiman As Mendengar Kabar Pertanggung jawaban Hisabnya di Akhirat

                                                               Makam Nabi Sulaiman AS


Jangan kita terlalu sedih dengan keadaan diri kita (misalnya) yang dalam kesulitan atau sering kena musibah. Karena musibah itu bukan hanya di dunia, musibah itu bisa saja di alam barzah, musibah bisa di alam akhirat, bisa saja orang banyak kena musibah di dunia tapi di alam barzah, ia bebas dari musibah dan di yaumal qiyamah, ia bebas. Atau sebaliknya, orang yang selalu lancar hidupnya di muka bumi tapi di alam barzah ia banyak terkena musibah atau di yaumal qiyamah banyak terkena musibah dan musibah yang cukup berat adalah pertanyaan atas kenikmatan.

Ketika diriwayatkan Nabiyullah Sulaiman ‘alaihi shalatu wasalam, ketika sedang melihat kerajaan. Sebagaimana kita ketahui bahwa Nabi Sulaiman ini ditundukkan untuknya hewan, tumbuhan, jin dan juga angin, air ditundukkan untuknya sehingga taatlah kesemuanya pada Nabiyullah Sulaiman alaihi shalatu wa sallam. Ketika ia sedang melihat kerajaannya dari atas langit maka Jibril alaihi shallatu wa sallam mendatangi Nabi Sulaiman alaihi sallam berkata “wahai Sulaiman, kau lihat petani yang sedang bekerja di tengah ladang itu, tanyalah ia”. Maka Nabiyullah Sulaiman diturunkan dan bertanya “wahai petani apa yang ada di hatimu sampai Jibril datang kepadaku memerintahkan untuk bertanya kepadamu apa yang ada di hatimu?”, petani itu berkata “wahai Sulaiman, aku bersyukur kepada Allah atas kenikmatan yang diberikan kepadaku seluas – luasnya”. 

Nabiyullah Sulaiman berkata “wahai petani kenikmatan seluas- luasnya seperti apa? Kau bekerja dari pagi hingga sore dan kau hanya mendapatkan makanan untuk hari esok dan hari esok lagi kau tidak mempunyai makanan kecuali dengan bekerja lagi, apa yang kau sebut keluasan dan kenikmatan sehingga kau bersyukur kepada Allah? Ceritakan kepadaku kenikmatan yang datang padamu?”. Petani itu berkata “wahai Sulaiman, aku gembira karena hisabku perhitungan nikmatku sedikit, apa yang akan dihisab (dimintai pertanggungan jawab dihadapan Allah) dari kenikmatanku? Cuma alat tani, istri dan anakku, cuma itu saja yang dipertanyakan oleh Allah dan yang harus aku pertanggungjawabkan. 

Tapi engkau Sulaiman, kau bertanggungjawab mempunyai hak dan kewajiban pada semua hewan, jin, tumbuhan dan seluruh apa yang ditundukkan Allah untukmu”. Maka sujudlah Nabi Sulaiman menangis kepada Allah Swt, “Rabbiy beri aku kemudahan dalam pertanggungjawabanku?”. Bergetar Nabi Sulaiman ketika dikatakan “kau akan bertanggungjawab akan kewajibanmu atas hewan, tumbuhan, jin, angin dan semua yang ditundukkan oleh Allah untukmu”.

Oleh sebab itu jangan sampai kita terlalu sedih atau terlalu bingung dan risau akan musibah yang datang di dunia, barangkali itu merupakan kemudahan yang kekal dan abadi di yaumal qiyamah dan jangan pula kita tertipu dengan keadaan yang selalu dalam kenikmatan. Naudzubillah! barangkali di hari esok ia terkena musibah yang sangat berat atau barangkali musibah setelah wafatnya atau musibah di alam barzah.


Dari Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa
tulisan Syarifah Fatimah Assegaf