CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)

26 Mar 2015

Kisah Teladan Seorang Ibu di Mesir



Sudah banyak kisah ditulis tentang perjuangan seorang ibu untuk menghidupi anak-anaknya. Namun, kisah perjuangan hidup Sisa Abu Daooh, seorang perempuan asal Mesir ini, mungkin terbilang luar biasa.

Bagaimana tidak, Sisa, yang menjadi satu-satunya pencari nafkah bagi keluarganya, harus menyamar sebagai seorang pria selama 43 tahun agar bisa bekerja dan mendapatkan nafkah.

Perjuangan hidup Sisa (64) dimulai ketika suaminya meninggal dunia saat dia tengah mengandung. Sisa yang kala itu berusia 21 tahun ditinggalkan tanpa uang sepeser pun dan tanpa sumber penghasilan.

Kesulitan Sisa bertambah karena kebudayaan setempat tidak mengizinkan perempuan bekerja mencari nafkah. Dihadapkan pada situasi sulit seperti itu, Sisa akhirnya memutuskan untuk menyamar sebagai seorang pria.

Dia kemudian mengenakan pakaian pria, seperti pakaian semacam jubah dengan lengan lebar, serta mengenakan serban dan sepasang sepatu hitam.

"Untuk melindungi diri saya dari para pria karena terkait tradisi, saya memutuskan untuk menjadi seorang pria. Saya mengenakan pakaian pria, bekerja bersama para pria di tempat yang tak seorang pun mengenal saya," kata Sisa.

Dengan menyamar sebagai pria, Sisa kemudian bisa mendapat berbagai pekerjaan kasar yang memberinya nafkah.

"Saya bisa mendapatkan beberapa pekerjaan kasar seperti mengangkut batu dan semen. Di lain hari, saya membersihkan sepatu, dan bahkan saya mengemis di jalanan demi menghidupi diri saya dan putri saya," ujar Sisa.

Dari kerja kerasnya itu, Sisa ternyata mampu membesarkan putrinya hingga menikah. Namun, kehidupan keras Sisa belum berakhir. Menantunya jatuh sakit dan tak bisa bekerja. Alhasil, Sisa kembali harus bekerja untuk menghidupi putri dan beberapa cucunya.

"Ibu saya adalah satu-satunya orang yang mencari nafkah untuk keluarga kami. Dia bangun pagi-pagi sekali dan mulai menyemir sepatu di stasiun kereta api Luxor," ujar Houda, putri Sisa.

Meski menjalani hidup yang keras dan harus menyembunyikan identitasnya sebagai seorang perempuan, Sisa mengaku dirinya sangat bahagia.

"Saya bahagia. Saya bisa mengerjakan pekerjaan pria, dan semua orang menyukai pekerjaan saya. Saat para pria melihat saya, mereka melihat saya sebagai seorang pria," lanjut Sisa.

Lama-kelamaan, banyak orang yang mengetahui bahwa Sisa adalah seorang perempuan. Namun, setelah puluhan tahun menjadi pria, maka tak ada lagi orang yang mempermasalahkan jenis kelamin Sisa. Dia bahkan tetap bisa menjalani hidupnya sebagai seorang pria.

Akhirnya, perjuangan hidup Sisa terdengar sampai ke pemerintah kota Luxor. Tahun ini, pemerintah Luxor mendaulat Sisa sebagai ibu paling berbakti di Luxor.

Sisa bahkan bisa bertemu Presiden Mesir Abdel Fatah Al-Sisi pada Minggu (22/3) untuk menerima sertifikat penghargaan yang tak bisa dibacanya karena ia buta huruf.

Selain sertifikat, Pemerintah Mesir memberi Sisa sebuah kios dan bantuan modal sehingga bisa berjualan untuk menambah penghasilannya.

Tentang Makna Bacaan Tasyahud (Tahiyyatul Awal)


Sayyidil Habib Ali Aljufri:

tentang Makna bacaan Tasyahhud (tahiyyatul awal)

ketika engkau sedang dalam duduk bertahiyyat. Perhatikanlah bacaannya, Itu bukan bacaan sembarangan, itu kalimat yang terlontar dalam peristiwa agung yaitu pertemuan antara Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam (saat isra mi'raj) Dengan mendalami maknanya, kamu akan terbimbing dalam kehidupan orang orang shalih,
di saat Nabi berkata,
التحيات ألمباركات الصلوات الطيبات لله
“Attahiyyatul mubaarokaatush sholawaatut thoyyibaatu lillah –
Segala penghormatan yang diberkahi dan segala rahmat yang teramat luhur adalah milik Allah semata”

Setelah Rasulullah mengatakan hal itu,
Allah menyampaikan salam kepada beliau
السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته
Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarokatuh”
salam sejahatera semoga tercurah kepada mu, wahai Nabi Muhammad..semoga juga Rahmat Allah dan Berkah-Nya pun tercurah kepadamu wahai Nabii,

Nabipun menjawab:
السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
semoga salam sejahtera tercurah kepada kami dan hamba-hamba-Mu yang sholeh.
Habib Ali menjelaskan, ‘Perhatikan lah, Dalam keluhuran dan ketinggian derajatnya, beliau tak melupakan ummatnya, terutama orang orang shalih agar mereka turut merasakan kebahagiaan sebagaimana yang beliau rasakan.
Allah mengabulkan doa Nabi dengan menyerahkan kunci pintu syurga bagi Rasulullah dan semua orang beriman..

Apakah kunci Surga? Kunci Untuk Memasuki Syurga Adalah Dengan Mengucap Dua Kalimah Syahadah dan Bertakwa Kepada Allah SUbhanahu WaTa'Ala.
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله اللهم صل على سيد نا محمد
ASYHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASULULLAH.
aku (bersaksi) bahwa tak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan aku (bersaksi) sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan-Mu Ya Allah. –

Rasulullah SAW bersabda :“Tidaklah seorang hamba yang bertemu Allah dengan dua kalimah ini tanpa sebarang syak melainkan akan masuk syurga.” (Hadis Riwayat Muslim),

Sabda baginda lagi dalam hadits yang lain yang bermaksud :“Barangsiapa yang bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan ba­hwa Muhammad adalah utusan Allah, nescaya Allah haramkan ke atasnya neraka.” (Hadis Riwayat Muslim)..
Dan sebagai penutup dibacalah sholawat..
الله اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
Allahumma salli 'ala Sayyidina Muhammad. Wa'ala a-li Sayyidina Muhammad.
Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad dan limpahkan juga shalawat kepada keluarga Nabi Muhammad”

Shalawat adalah doa atau seruan kepada Allah. Membaca shalawat untuk Nabi, memiliki maksud mendoakan atau memohonkan berkah kepada Allah untuk Nabi. sholawat adalah salah satu bagian dari keimanan seorang muslim / muslimat. ALLAH berfirman:
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا“
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)
Yang dimaksud dengan Allah bershalawat kepada Nabi adalah bahwa Allah memberinya rahmat. Dan rahmat itu adalah kasih sayang yang selalu mendampingi beliau.

Sedangkan makna para malaikat bershalawat kepada nabi adalah memintakan ampunan.
Sedangkan bila shalawat itu dari orang mukmin maka maknanya adalah doa supaya beliau diberi rahmat dan kasih sayang.yang nantinya rahmat, ampunan dan doa akan kembali ke si pengamal sholawat tersebut.

RASULALLAH Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam BERSABDA :“Bacalah kamu sekalian sholawat kepada-ku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kepada-ku itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian dan barang siapa membaca Sholawat kepada-ku satu kali, Allah membalas kepadanya sepuluh kali (RIWAYAT IBNU ABI ‘ASHIM DARI ANAS bin’ MALIK)
Adalah sangat baik dan bermanfaat, jika dalam shalat, kita meresapi bacaan bacaan itu,

Sumber

19 Mar 2015

Do'a Sang Penghafal Al Qur'an Bangunkan Ayah Koma 15 Tahun



Ketika Asmaa bertanya ke mana ayahnya, aku selalu merahasiakannya. Aku hanya menjawab ayahnya suatu saat nanti akan kembali. Tapi, kini Asmaa sudah berusia 15 tahun. Ia juga sudah hafal Al Qur’an dan terlihat lebih dewasa dari usianya. Maka kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Pada 9 Ramadhan tahun 1395 H, mobil Abu Salmaa terbalik saat pulang dari tempat kerja di Timur Saudi menuju Riyadh. Kecelakaan itu begitu hebat hingga membuatnya langsung koma. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Tim dokter spesialis yang menanganinya mengatakan, suamiku mengalami kelumpuhan otak. 95 persen otaknya telah mati.

Aku terus menungguinya. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Ujian kesetiaan datang, ketika lima tahun berlalu dan suamiku belum juga sadarkan diri. Sebagian orang menyarankan aku menikah lagi dengan didukung oleh rekomendasi seorang Syaikh. “Tidak,” jawabku saat itu. “Selama suamiku belum dikubur, aku akan tetap menjadi istrinya.”

Aku pun kemudian berkonsentrasi untuk mentarbiyah Asmaa, di samping bergantian dengan keluarga menunggui suami di rumah sakit. Aku kemudian memasukkan Asmaa ke sekolah tahfidz hingga jadilah ia hafal Qur’an.

Sejak tahu ayahnya koma di rumah sakit, Asmaa selalu membersamaiku ke sana. Ia mendoakan dan meruqyah ayahnya, ia juga bersedekah untuk ayahnya.

Hingga suatu hari pada tahun 1410, Asmaa meminta ijin menginap di rumah sakit. “Aku ingin menunggui ayah malam ini” pintanya dengan nada mengiba. Aku tak bisa mencegah.

Malam itu, Asmaa duduk di samping ayahnya. Ia membaca surat Al Baqarah di sana. Dan begitu selesai ayat terakhirnya, rasa kantuk menyergapnya. Ia tertidur di dekat ayahnya yang masih koma. Tak berapa lama kemudian, Asmaa terbangun. Ada ketenangan dalam tidur singkatnya itu. lalu, ia pun berwudhu dan menunaikan shalat malam.

Selesai shalat beberapa raka’at, rasa kantuk kembali menyergap Asmaa. Tetapi, kantuk itu segera hilang ketika Asmaa merasa ada suara yang memanggilnya, antara tidur dan terjaga. “Bangunlah… bagaimana mungkin engkau tidur sementara waktu ini adalah waktu mustajab untuk berdoa? Allah tidak akan menolak doa hamba di waktu ini”

Asmaa pun kemudian mengangkat tangannya dan berdoa. “Yaa Rabbi, Yaa Hayyu…Yaa ‘Adziim… Yaa Jabbaar… Yaa Kabiir… Yaa Mut’aal… Yaa Rahmaan… Yaa Rahiim… ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada di bawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya… Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim… sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah… sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh… Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”

Sebelum Subuh, rasa kantuk datang lagi. Dan Asmaa pun tertidur.

“Siapa engkau, mengapa kau ada di sini?” suara itu membangunkan Asmaa. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari sumber suara. Tak ada orang. Betapa bahagia dirinya, ternyata suara itu adalah suara ayahnya. Ia sadar dari koma panjangnya. Begitu bahagianya Asmaa, ia pun memeluk ayahnya yang masih terbaring. Sang ayah kaget.

“Takutlah kepada Allah. Engkau tidak halal bagiku” kata sang ayah.
“Aku ini putrimu ayah. Aku Asmaa” tak menghiraukan keheranan sang ayah, Asmaa segera menghubungi dokter dan mengatakan apa yang terjadi.

Para dokter yang piket pada pagi itu hanya bisa mengucapkan “masya Allah”. Mereka hampir tak percaya dengan peristiwa menakjubkan ini. Bagaimana mungkin otak yang telah mati kini kembali? Ini benar-benar kekuasaan Allah.

Sementara Abu Asmaa, ia juga heran mengapa dirinya berada di situ. Ketika Asmaa dan ibunya menceritakan bahwa ia telah koma selama tujuh tahun, ia hanya bertasbih dan memuji Allah. “Sungguh Allah Maha Baik. Dialah yang menjaga hamba-hambaNya” simpulnya.

Demikianlah, aku sangat berbahagia dengan keajaiban dari Allah ini. Aku hanya bisa bersyukur kepada Allah yang telah mengokohkan kesetiaanku dan membimbingku untuk mentarbiyah putriku.

10 Mar 2015

Hakikat Pengabulan Doa



Habib ‘Abdullah bin Muhsin Alatas, (empang, Bogor):

Hakikat Pengabulan Doa
ketika engkau berdoa kepada Allâh Subhanahu Wa Ta'Ala, maka Allâh menjawab doamu. Jika engkau berkata, “Wahai Tuhanku,” maka Dia berkata, “Labbaik hamba-Ku.” Setiap doa pasti dijawab oleh Allâh. Adapun mengenai permintaan yang kau ajukan dalam doamu, maka Allâh akan melihatnya terlebih dahulu. Jika yang kau minta itu baik dan bermanfaat untukmu, maka Allâh akan memberikannya. Tetapi, jika yang kau minta itu buruk dan tidak bermanfaat untukmu, maka Allâh tidak akan memberikannya. Allâh hanya akan memberikan sesuatu yang menurut-Nya baik untukmu, bukan sesuatu yang menurut-Nya buruk meskipun menurutmu baik. Sesungguhnya apa yang kau pinta itu akan Dia berikan sesuai dengan ilmu-Nya. Sebagai contoh, jika anakmu yang masih kecil yang kau sayangi datang menemuimu dan meminta sesuatu yang akan membahayakan dirinya sedangkan dia tidak tahu bahwa apa yang dia minta itu berbahaya baginya, apa yang akan kau lakukan? Kau akan mengabulkan permintaannya atau menolaknya? Dengan cara demikian sesungguhnya penolakanmu adalah sebuah pemberian, sebab engkau mencegahnya dari sesuatu yang akan membahayakan dirinya. Begitulah perlakuan Allâh kepada hamba-hamba-Nya. Allâh selalu memilihkan yang terbaik bagi mereka, sebab Dia menyayangi mereka lebih daripada kasih sayang mereka kepada dirinya sendiri. Dan Dia lebih mengasihi mereka daripada kedua orang tua mereka.

18 Feb 2015

Kisah Alm Syaikh Said Ramadhan Al Bouti RAhimahullah

Menjelang Haul Ke 2 Syaikh Al Bouti



Hampir dua tahun yang lalu Syaikh Said Ramadhan Al Bouti RAhimahullah di panggil Allah dengan cara shahid, saat sedang mengajar di dalam Masjid di suriah..
beliau adalah Tokoh Ahlul sunnah wal jamaah terkemuka di dunia, aktif menulis buku, dan muridnya tersebar di seluruh penjuru dunia, diantaranya, Habib Ali Al Jufri, Syaikh Usama Sayyid Al Azhar (mesir) dan Syaikh sayyid Muhammad Al Ya'coubi (lebanon),..
Habib Ali Jufri mengenang gurunya dan berbicara pada saat itu tentang Syaikh Al Bouti rahimahullah: "Aku berbicara dengan beliau lewat telepon dua minggu sebelum kematiannya, dan hal terakhir yang ia katakan kepada ku adalah:"Hanya beberapa hari tersisa hidupku ini dan setelah ini aku akan menghirup udara surga (aamiin), jangan lupakan aku saudaramu ini di dalam doa-doa Anda ".

Syaikh Usama al-Sayyid al-Azhari berkata mengenai kematian mulia Syaikh al-Bouti:. "Beliau syahid saat sedang menjelaskan ayat kesepuluh Surah Al 'Imran Ketika ledakan terjadi, beliau meninggal sambil memeluk Al-Qur'an didadanya, dan ketika mereka mencoba untuk memindahkan jenazahnya, dia terjatuh dalam keadaan bersujud dan mereka tidak mampu mengangkatnya untuk beberapa saat"..

Syaikh Al Bouti menulis banyak karya yang memiliki manfaat sangat besar bagi umat Islam yang telah membacanya. Fiqh Al-Sirah dan La madhabiyyah adalah diantara dua karyanya yang luar biasa.

Ia dimakamkan di samping makam pahlawan besar Islam Sholahuddin Al-Ayyubi (semoga Allah melimpahkan kepada mereka berdua belas kasihNya)

Berebut Salaman



Syekh Umar Abdul Bazzaaz Rahimahullah bercerita, pada suatu hari Jum at dia berangkat bersama gurunya Syekh Abdulqadir al Jailani (alaihi Rahmah) untuk menunaikan sholat jum at, dan tidak seperti jum at biasanya dimana sepanjang jalan banyak orang yang berdesak desakan menyalami kami sehingga menyulitkan kami masuk kedalam masjid, kali ini tidak terlihat ada seorangpun mendatangi kami, aku merasa heran dan meskipun hanya dalam pikiran tapi guruku mengerti apa yang kupikirkan, beliau sambil tersenyum dan menatapku lalu berkata,"duhai Umar, aku selalu memohon kepada Allah untuk bisa mengontrol keinginan dalam hati orang lain, kali ini aku ingin agar bisa sedikit tenang dan tidak terganggu, tapi kalau engkau berpikir, lebih baik jika orang orang itu mandatangi dan bersalaman dengan kita, aku akan memohon pada Allah seperti itu", selesai beliau berkata demikian, tiba tiba jalanan telah penuh didatangi manusia yang berdiri ramai antri untuk bersalaman dengan kami..

*Habib Zain Bin Sumaith bersalaman dengan Habib Abubakar Al Adni Al Masyhur, berebutan mendahului mencium tangan yang di salami

Sumber

Kasih Allah SWT



Jika Anda mampu mencintai seseorang tanpa syarat dan tanpa alasan..
Anda akan dapat mulai memahami bagaimana Allah mengajarkan mencintai tanpa syarat untuk Anda
"Memohonlah Pada Allah segala kebutuhanmu, sekalipun itu hanya sepasang tali sepatu, mintalah..
Sebab jika Allah tidak meringankan hidupmu, tak ada kemudahan yang bisa di raih"..

Sayyidah ‘Ā’isyha RHA
[d 57 or 58H]
al-Tirmidhi., #1326.

Salah satu guru dari Habib Ali, Shaykh Nazim Al Haqqani menggambarkan Kasih Allah Dalam kisah dibawah ini

Musa (alahissalaam) dan Korah

Di antara Bani Israel pada saat hijrah dari Mesir, Korah adalah orang terkaya. Dan Korah membawa sebagian besar kekayaan itu saat hijrah, hingga tiba di Sinai dengan selamat, dan dengan kekayaan yang banyak itu dia mempengaruhi Bani Israil. Sayangnya untuk Korah, ia menggunakan pengaruhnya untuk membangkitkan pemberontakan dan ketidakpuasan dengan kepemimpinan Musa Alaihissalaam. Dalam rangka untuk mendiskreditkan Musa alaihissalaam.. Hingga akhirnya Korah menyuap seorang wanita terhormat untuk mengklaim bahwa Musa telah berzinah dengan dia dan memiliki anak dalam rahimnya adalah anak Musa. 
Karena ia tentu saja tidak bersalah, Musa sangat marah, tetapi ia hanya bisa menyangkal tuduhan itu dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuktikan tuduhan palsu itu. Bagaimana dia bisa memimpin Bani Israil ketika timbul keraguan dalam hati mereka tentang moral dan kebenaran-nya?

Musa berpaling kepada Tuhan, dan berdoa : "Oh Tuhanku, bantulah aku"..
Tuhan menjawab: "Aku telah memberikan Anda kekuatan untuk memerintah Bumi. Anda dapat menggunakannya untuk membela diri sendiri dan membuktikan bahwa anda tidak bersalah kepada Bani Israel ". 
Musa mengumpulkan semua bani israel dan berkata : "Semua yang bersama aku datang ke sisiku dan mereka yang mematuhi Korah tinggal di sisinya". Musa berkata: "Wahai bumi, himpit dan telanlah Korah!"..
Menanggapi perintah ini Bumi menjepit Korah, kakinya (dari telapak, pergelangan hingga mata kaki) tercekal erat oleh bumi. Mendapati kenyataan ini Korah menangis: "wahai sepupu tersayangku Musa, demi kekerabatan kita, mohon maafkan aku!" Tapi Musa sangat marah dan bertekad untuk menghukum Korah untuk semua kejahatannya: "Ya bumi, telanlah korah"

Kemudian Bumi menarik kaki korah sedikit lebih dalam dan korah kembali berteriak kepada Musa memohon pengampunan-dan dimaafkan, hal itu berlangsung sebanyak tujuh puluh kali: Korah meminta maaf dan Musa menolak dan menuntut pembalasan. Hingga Akhirnya bumi telah benar-benar menelan habis Korah. Kemudian Tuhan berfirman pada Musa: 
"Korah memohon pengampunan pada anda tujuh puluh kali, tetapi Anda tidak memiliki belas kasihan baginya dalam hati Anda. Aku bersumpah dengan kebesaran dan kemulianKu, seandainya tadi ia bermohon pada Ku sekali saja, dengan mengatakan: "Oh Tuhanku, aku bertobat, mohon maafkan aku ', Aku akan melepaskannya. Anda tidak memiliki belas kasihan baginya karena Anda tidak menciptakan dia. Aku Pencipta dan Aku miliki rasa kasihani yang tak terbatas bagi hambaku yang mau bertobat".


Ketika Dua Imam Mahzab Saling Mencintai




Sayyidi Al Habīb 'Umar Bin Hafidz:

"Sekali waktu, Imam Ahmad bin Hanbal sakit, dan Imam Syafi'i pergi menjenguknya. Ketika Imam Ahmad menjadi lebih baik (sehat), ganti Imam Syafi'i jatuh sakit. 

Imam Syafi'i menulis 2 baris puisi."orang yang kucintai jatuh sakit, jadi aku mengunjunginya. Dan aku menjadi sakit juga karena kesedihan ku melihatnya sakit, Kemudian kekasihku datang untuk mengunjungi ku dan akupun menjadi sembuh dari menatapnya" (melihat dia sehat)..

Lihatlah kasih sayang dan kelembutan diantara orang berilmu ini ... 
Berapa banyak perbedaan pandangan dalam keilmuan agama antara mereka berdua? perbedaan tidak membuat mereka bermusuhan namun mempertebal rasa saling cinta dijalan Allah antara mereka berdua.

Sumber

11 Feb 2015

Jumlah Pahala Ketika Bersholawat



Malaikat Jibril [alayhis Salam] pernah datang kepada Nabi Muhammad صلی اللہ علیہ وآلہ وسلم dan berkata
 "Allah SUbhanahu WaTa'Ala telah memberi aku pengetahuan untuk menghitung / mengetahui jumlah setiap daun di bumi, setiap ikan di laut, setiap bintang di langit dan setiap partikel pasir di bumi, tapi hanya ada satu hal yang aku tidak bisa / mustahil menghitung. "
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam bertanya "Apa itu?",

Jibril (AS) menjawab, "Ketika salah satu dari ummatmu membacakan Sholawat atau salaam untuk Anda Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam, berkat yang dilimpahkan Allah Subhanahu WaTa'Ala kepadanya menjadi tidak mungkin/ mustahil bagi ku untuk menghitungnya"..

اللَّهُمَّ يا اللهُ يا واجِدُ صَلِّ على عَبْدِكَ و حَبِيبِكَ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الواجِد و على آلِهِ و صَحْبِهِ و سَلِّمْ تَسْلِيماً وهَبْ لي بِهِ وَجْداً أَجِدُ بِهِ هَزَّةَ الشَّوْقِ إلى اللِّقاءِ في لُطْفٍ و عَافِية

Ya Allah, Ya Wajid
Limpahkan sholawat dan salam kepada hamba terkasihMu, Sayyidina Muhammad, Rasulullah, yang telah memiliki segalanya, juga untuk keluarga dan sahabatnya..
Dan demi beliau limpahkan rahmatMu pada kami dengan perasaan bahagia kerinduan untuk bertemu dengan Mu di dalam kebaikan dan sebaik baiknya pertemuan..
Aamiin..


sumber

Kerinduan Terhadap Rasulullah SAW



Tak ada gambar atau foto dari wajah Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam, tapi itu bukan halangan bagi milyaran manusia ummatnya yang tak pernah berhenti merinduinya..

Nabi ﷺ bersabda, "Demi Allah Yang Di genggamanNya terletak kehidupan Muhammad [ﷺ], akan datang hari hari dimana Anda tidak akan dapat melihat aku lagi, dan sekilas pantulan wajah ku akan lebih mahal (teramat sangat dirindukan) bagi seseorang daripada keluarga sendiri , harta seseorang, dan bahkan segala sesuatu yang ada dimuka bumi"..

Semoga Allah ﷻ merahmati kita dengan sekilas bisa melihat bayangan wajah Rasulullah ﷺ tercinta dalam hidup kita ini, dan jika tidak dalam kehidupan ini, in syaa Allah di akhirat kelak, di mana kita akan bersatu kembali dengan dia ﷺ selamanya. 
Dan semoga Allah ﷻ membuat kita layak dan cukup berharga untuk bisa memandang wajah Rasulullah ﷺ atau bahkan menjadi sahabatnya.., dan menjadi bagian dari orang-orang yang akan minum dari telapak tangan nya yang diberkati di telaga Hawd
Aamiin.. 

*lihatlah, bagaimana wajah Habib Umar Bin Hafidz yang penuh dengan kerinduan kepada HabibAllah, ketika berada didepan Makam Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam


Cara Jika Anda Menjadi Waliyullah



Seorang Syaikh mengatakan "Jika Anda ingin menjadi Waliyullah [Teman Allah ﷻ] ubahlah karakter Anda menjadi seperti karakter anak-anak."
"Kenapa?" ia ditanya.
"Anak-anak memiliki lima kualitas" ia menjawab, "dan jika orang dewasa memiliki sifat-sifat yang sama, mereka akan mencapai peringkat dari awliyaa:
1. Mereka tidak khawatir tentang penyediaan kebutuhan sehari-hari mereka.
2. Ketika mereka jatuh sakit mereka tidak mengeluh siang dan malam hari tentang nasib buruk mereka.
3. Apapun makanan yang mereka miliki, mereka berbagi.
4. Ketika mereka berkelahi atau bertengkar, mereka tidak menyimpan dendam di hati mereka, tetapi memaafkan dan melupakan secepatnya.
5. Sedikit Ancaman akan membuat mereka ketakutan dan menjatuhkan air mata dari mata mereka"..

-Hujjat Al-Islam Imam Al-Ghazali (semoga Allah ﷻ mengasihinya).

Sumber

Percakapan Imam Jafar Sadiq As dengan Kafir



Seorang kafir bertanya: apakah Tuhanmu bisa memasukkan seluruh jagat raya kedalam sebuah telur tanpa membuat telur itu menjadi lebih besar atau jagat raya ini menjadi lebih kecil?

Imam Jafar as Sadiq:
Aku ingin Anda untuk melihat ke arah langit, dan menatap pada burung di langit, dan pada pohon itu, dan pada semua orang yang telah berkumpul di sekitar kita dan sekarang lihatlah padaku.
Si Kafir: aku telah melihat semuanya.

Imam Jafar as Sadiq: jika Allah bisa memasukkan semua yang anda lihat itu kedalam mata anda yang sangat kecil itu tanpa mengecilkan benda benda itu atau membesarkan mata anda, tidakkah anda berfikir bahwa Allah juga bisa lakukan hal yang sama ??? (memasukkan jagat raya kedalam telur?) 

Sumber