CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)

2 Jan 2014

Kisah Nur Nabi Muhammad SAW

Suatu hari Sayidina Ali, karamallahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya, "Wahai (Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan
padaku apa yang diciptakan Allah Ta’ala sebelum semua makhluk ciptaan?" Beliau menjawab : "Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan 
dari Nur-Nya nur Nabimu." Di Hadist yang lain, yang diiiwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, 
bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan?". Rasulullah saw menjawab : "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya." Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad 
dianugerahi tujuh lautan : Lautan Ilmu, Lautan Latif, Lautan Pikir, Lautan Sabar, Lautan Akal, Lautan Rahman, dan Lautan Cahaya. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena. dari bagian kedua lawhal-mahfudz, dari bagian ketiga ‘Arsy”. Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawhal-mahfudz dan Pena. Pada pena itu 
terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah 
kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, 
"Ya Allah, apa yang harus saya tulis?"
Allah berfirman, “Tulislah : la ilaha illallah,Muhammadan Rasulullah”. Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa diadisebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah". Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama
Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan ‘Arsy dan Pena dan lawhal-mahfudz; kamu, juga diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun”. Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, 
sehingga sampai dengan hari ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia 
tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahiah yang agung. Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai 
Hari Pengadilan !”. Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?". Berfirman Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini: Bismillah al-Rahman al-Rahim." Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis 
kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun. Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. 
Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi 
ummat Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bila mana abdi 
mana pun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan 
menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku 
hapuskan.” “Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-’Arsy); Dari 
bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga 
Singgasana Ilahiah, ‘Arsy); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluk) langit 
lainnya.”
“kemudian bagian ke empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama Aku 
membuat semua langit, dari bagian Kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Aku 
membuat jinn dan api.” “Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat 
cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di 
dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi 
lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku 
membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW”. Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk 
sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan Kepalanya dibuat dari 
petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati. Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, 
dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, 
pipinya dari cinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal 
keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus dan jantungnya yang mulia dipenuhi 
dengan rahman. Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua 
kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. 
Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, 
masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama 
Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci. Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan Syajaratul Yaqin.
Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakanlah Nur Muhammad pada pohon tersebut. 
Namun, kehadiran Nur Muhammad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah 
menjadi permata putih. Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih ke hadirat Allah Ta’ala
70.000 tahun lamanya. Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin. 
Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian 
indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian ia bersujud lima kali. Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringat dari kepalanya. Dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan nyawa malaikat. Dari keringat 
wajahnya, diciptakanlah nyawa ‘Arsy, matahari, bulan, bintang, dan apa-apa yang ada di langit. 
Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi, wali, ulama, 
dan orang orang shaleh. Adapun keringat yang muncul dari keningnya, diciptakanlah
nyawa orang-orang mukmin dari umat Nabi Muhammad saw. Dari keringat kedua telinganya, diciptakan oleh Allah SWT nyawa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang kafir, 
dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi. Pada waktu selanjutnya Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahayanya 
menembus ke dalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera tersebut. 
Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah tercipta 
berada di luar. 
Seluruhnya membaca "Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallahu akbar". 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT untuk melihat ke diri 
Nur Muhammad. Nyawa yang berhasil melihat kepala Nur Muhammad, maka ia akan ditakdirkan menjadi 
pemimpin/penguasa. Siapa yang melihat ubun-ubunnya, itulah mereka yang akan menjadi 
guru/pendidik yang jujur. Siapa yang melihat matanya, ia akan menjadi hafidz 
(penghapal Al Quran). Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan 
dan nasehat. Adapun yang bisa melihat hidungngya, mereka itu akan menjadi ahli bicara 
atau dokter. Sedangkan mereka nyawa-nyawa yang berhasil melihat bibir Nur Muhammad, 
ia akan ditakdirkan menjadi seorang menteri. Nyawa yang melihat bagian giginya maka 
wajahnya kelak akan cantik rupawan, ia yang bisa melihat lidahnya, akan jadilah utusan/duta 
raja-raja. Apabila yang dilihat lehernya, ditakdirkanlah menjadi orang berdagang 
dan usahawan. Apabila tengkuk yang bisa dilihatnya, akan jadilah seorang tentara. 
Mereka yang berhasil melihat kedua lengan tangannya, maka akan jadi perwira. 
Jika sikut kanannya yang dilihat, Allah SWT akan menjadikan dirinya berkehidupan dalam 
dunia tekstil, sedangkan kalau sikut Kirinya, ia akan menjadi orang yang pernah membunuh. 
Serta, jika dadanya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi ulama yang disegani. 
Bila bagian belakang, ia akan ditakdirkan menjadi para ahli sosial kemasyarakatan. 
Dan jika hanya bayangannya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi orang yang 
berkecimpung dalam bidang seni. Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan 
menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi 
seorang pemanah atau pengemudi kapal laut. Siapa yang melihat tangan kananya 
akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorangpembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur suatu kebutuhan hidup). Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa 
yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian 
dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari 
tangan kanannya akan menjadi seorang kalligrapher, dan siapa yang melihat ujung 
jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi. Siapa yang melihat dadanya yang penuh barokah akan menjadi seorang terpelajar meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu. Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada 
hukum syari’at. Siapa yang melihat sisi badannya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang 
melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruku dan sujud. 
Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, 
dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. 
Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute). Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum tak beriman, 
pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan 
menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrudz, Firaun, dan sejenisnya. Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris. Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul,
a.s, di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat, di baris ketiga berdiri
ruh kaum beriman, laki – laki dan perempuan. Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak beriman. Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah SWT sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik. Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad Saw sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu. Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril , "Berapa lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot 
keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah: sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul12.000 kali." "Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?" bertanya Nabi Muhammad SAW "Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu. "Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh, jawab Nabi Suci SAW”. Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000 ! Masih ragukah kita dengan kemuliyaan Rasulullah Saw ?
catatan :Haqiqotul Al Muhammadiyah. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدنامُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيّدنا مُحَمَّدٍ اللّهم صل وسلم وبارك اله وعلى اله وصحبه وسلم.
Tulisan FB Habib Mii Al Bein Yahya
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: