CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)
Tampilkan postingan dengan label Tentang Penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Penulis. Tampilkan semua postingan

10 Mar 2014

Kisah Hafizh, Sang Penuang Cahaya



Inilah sepenggal kisah Syamsuddin Muhammad (1320-1389), yang kemudian dikenal dengan nama Hafizh, sang Pujangga Tuhan, penyair-sufi terkemuka. Dikisahkan bahwa saat ia berusia 21 tahun, ia bekerja sebagai pembantu pembuat roti. Pada suatu hari, Hafizh disuruh mengantar roti ke sebuah rumah besar. Saat ia sedang berjalan di halaman rumah besar itu, ia bertatap-pandang dengan seorang gadis yang menakjubkannya yang tengah berdiri di teras rumah. Tatap mata sang gadis itu demikian menawan hatinya. Hafizh pun jatuh cinta kepada sang gadis itu, meskipun sang gadis tidak mempedulikannya. Gadis itu putri seorang bangsawan yang kaya raya, sementara ia sendiri hanya seorang pembantu pembuat roti yang miskin. Gadis itu sangat cantik, sementara Hafizh berpostur pendek dan secara fisik tidak menarik, keadaan itu tanpa harapan.

Beberapa bulan berlalu, Hafizh pun menggubah beberapa puisi dan kidung-kidung cinta untuk merayakan kecantikan sang gadis pujaan dan kerinduan kepadanya. Orang-orang mendengarkan ia melagukan puisi-puisinya, dan ia mengulang-ulangnya. Puisi-puisi itu begitu menyentuh, sehingga ia menjadi terkenal di seantero Syiraz.

Hafizh selanjutnya menjadi demikian terpandang sebagai seorang pujangga, dan ia hanya memikirkan kekasihnya itu. Begitu berhasrat ia memenangkan hati sang gadis, ia pun menempuh berbagai upaya. Ia pun melakukan upaya disiplin ruhani yang berat, ia berkhalwat di makam seorang Waliyullah sepanjang malam selama 40 hari. Ia mengikuti sebuah saran, bahwa barangsiapa yang dapat menuntaskan langkah yang berat itu maka hasrat kalbunya akan dikabulkan. Setiap siang ia bekerja di toko roti, dan ketika malam tiba ia pun berkhalwat dan berdzikir sepanjang malam demi cintanya kepada sang gadis. Cintanya demikian kuat, membuatnya mampu menyelesaikan khalwat itu.

Pada fajar di hari ke-40, tiba-tiba muncullah sesosok malaikat di hadapan Hafizh, ia meminta Hafizh untuk mengucapakan apa yang menjadi keinginannya. Hafizh demikian terperangah, ia belum pernah melihat sesosok wujud yang demikian indah dan gemerlapan seperti sang malaikat itu. Dalam keterpukauannya Hafizh berfikir, “Jika utusan-Nya saja begitu indah, pastilah Tuhan jauh lebih indah!”

Sambil menatap cahaya malaikat Tuhan yang berkilauan, lupalah Hafizh menyangkut segala hal tentang sang gadis itu, sirnalah segala keinginanya. Dan, dari lisannya hanya keluar kata-kata: “Aku menginginkan Tuhan!”

Sang malaikat, yakni Jibril as. kemudian mengarahkan Hafizh kepada seorang guru ruhani yang hidup di Syiraz, yaitu Muhammad Aththar, sang pembuat parfum. Jibril as. memerintahkan Hafizh untuk melayani sang guru dengan segala cara, dan keinginanya itu akan terkabul. Hafizh bergegas menemui sang guru, dan mereka memulai bekerja bersama-sama, saat itu juga. Sang pujangga ini adalah seorang penuang Cahaya ke dalam sebuah sendok …


*mungkin penulis mengalaminya, berbekal karena sesuatu karna selain kepadaNya, hingga akhirnya (mudah2an) menuju kepadaNya, aamiinn

17 Okt 2013

Sebuah Cinta



Sebuah Cinta


   Sebuah cinta, hehehe kata, kata pendapat saya tentang cinta, apakah cinta itu? tentu semua tahu semua artinya, intinya adalah mengikuti apa yang kita cintai...
Nah "rasa" inilah salah satu sifatNya, Sang Maha Cinta, Arrahman Arrahim, mencintai semua makhluk baik diatas dan dibawah...
Baiklah ini pendapat saya pribadi dalam mencintai dengan seperti caraNya...jadi ini pendapat saya mohon khilaf jika ada salah salah kata, saya hanya manusia biasa yang masih belajar.

   Cinta, jika kita mengakui ada Dzat Yang Maha Kuasa, Yang Memerintah Jagat Alam Raya ini yaa seharusnya paham..jika ada rasa cinta dihatimu tentu akan mencintai seluruh makhluk ciptaanNya tanpa kecuali..

   Ehhmm pertama dalam ber Agama, kita tentu semua tahu, semua agama pasti mengajarkan cinta kasih kepada sesama, kenapa masih ada pertikaian, kekerasan mengatasnamakan Agama, kita bangga menindas orang dengan menyebut namaNya seolah memang atasNya..ini menarik saya memikirkan ini sehingga saya menulis ini, tentu ada yang salah..salah siapa?? hayoo hehehehehe
Perlu saya garis bawahi saya juga gak ngerti paham sekularisme yang akhir2ne mulai gencar dan ujung2nya berpikir Atheis, yah tapi sah sah aja itu masalah hati dan keimanan, urusan setiap insan denganNya...

   Setiap Agama mengaku paling benar, menurut saya ya bagus, dan seharusnya seperti itu, tohh merupakan bagian dari keimanan..tapii nahh ini sering kita memaksakan sesuatu yang orang belum siap menerimanya, jadinya salah paham dan berujung konflik..
Karena saya beragama Islam, saya berpikir sederhana secara Islam dari Islam itu sendiri, Rahmatal Lil Alamin, Rahmat Bagi Seru Sekalian Alam, kurang lebih begitu, naahh sudahkah anda menjadi "rahmat" bagi orang lain, orang tua dehh..sudah?

   Saya kagum dengan ucapan Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang mengganggu orang Non Muslim, di negara yang mayoritas adalah Muslim, maka aku menjadi pembelanya di Akhirat" nahhh loo
artinya kita (masih) harus belajar hakikat CINTA itu sendiri..
Contoh simpelnya seperti ini, anda menyukai atau mencintai seseorang bukan? pastii kita akan tetep bersamanya walopun dia sering nyakitin kita dan nyebelin ya kan?itulah cinta..
ibarat makan pasti adakalanya sendok dan piring bunyi karna terantuk ya sama dengan kehidupan..

   Jika kita sudah merasa benar, menurut saya itu sudah sombong kecil, lebih lebih berani ngomong Kafir..Ya Allah saya takut sekali sekalipun itu tidak sama dengan akidah saya, kita beragama tujuannya apa?? menjadi juru kavling Surga??merasa paling dekat denganNya??sombong sekali, menurut saya..menurut saya loo
alasan saya beragama, ya belajar tentang diri, dan cinta itu sendiri..bagaimana menurutiNya dan patuh kepadaNya...
Agama diturunkan sebenarnya itulah tanda CintaNya yang hakiki, Dia tidak rela ciptaanNya hilang pegangan dan menganiaya dirinya sendiri..
Kita? berani men kotak2an aliran paling benar, agama yang paling benar, jika kita taat dan paham tentang anjuran dan ajaran masing2 agama kita masing2 saya yakin justru kita tidak seperti itu..ini adalah cinta yang dewasa..

   Kata kata alm Gus Dur yang keren menurut saya adalah "jika kita berbuat baik kepada sesama dan bermanfaat kepada sesama, mereka tidak akan tanya apa agamamu", bayangin aja jika bisa berbuat seperti jaman para Sahabat, para Tabi'in tentu kita sama saja dengan dakwah (syiar) dengan sendirinya, ya dengan "prilaku" kita, seperti kesederhanaan Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Imam Ali dsb...

"jika kita tidak bisa menghargai seseorang karena berbeda dengan kita, maka hargailah dia semata mata karena sama sama ciptaanNya" perkataan Habib Luthfi bin Yahya..

   Kita sering berlindung dibalik ajaran Agama, mengatasnamakan Agama untuk membenarkan tindakan kita, semua Agama menurut saya benar, tentu wajib kita yakin agama kita paling benar, tapi jangan paksakan "keyakinan" kita kepada yang tidak sepaham..Syaikh Siti Jenar pun berbicara, ribut tentang agama adalah (garis besarnya) memalukan dan seharusnya tidak perlu terjadi..kita beragama untuk menujuNya, tentunya seperti kata pepatah banyak jalan menuju Roma, lebih2 jalan menuju kepadaNya?? ya kalau saya yakin agama Islam yang paling benar, tapi saya lom berani menunjuk agama lain salah, orang saya masih belajar pada agama sendiri, masih terlalu dini "menilai" agama orang lain, lebih2 masalah iman itu urusanNya, kehendakNya, karena berkaitan dengan hidayah..

   Serahkan kepadaNya, kita perlu bersandar kepadaNya agar diberi kekuatan Iman, Ihsan dan Islam bagi yg Muslim dll bagi yang agama lain..bahkan kita dianjurkan berperang juga karna jika kita di ganggu dan diperangi terlebih dahulu?? bukan terlebih dahulu memulai perang..hehehhe
yang perlu saya garis bawahi adalah: yang cacat itu Umatnya bukan Agamanya..
saya yakin Dia, tidak mungkin menyuruh berbuat kekerasan,orang elegant ya harus dengan cara elegant jika ingin "menegur" orang yang salah..

jika kita mengaku berAgama, tindakan kita juga harus berAgama, mengaku BerTuhan ya harus dengan tindakan orang berTuhan..
jika kita bangga berAgama yukk mari bersama2 berlomba2 menunjukkan ajaran cintaNya dalam keyakinan agama masing masing.

"jika kita ingin mencela orang, lihatlah baik baik celamu, pasti celamu lebih banyak dari orang yang akan kamu cela" - Sayyidina Umar bin Khattab..

jika ingin belajar cinta dengan beragama cobalah renungkan cara Waliyullah Wanita ini, Rabi'ah al Adawiyah yang dijuluki The Mother of Grand Masters, tentunya dengan sikap dewasa dalam membacanya dan menelaahnya..

   Dan saya akhiri tulisan saya ini dengan Alhamdulillah, ini hanya pendapat saya pribadi dengan pengalaman saya sendiri, jika ada salah (tentu banyak salahnya) itu semata mata saya hanya masih belajar, dan hanya kesempurnaan milik Allah SWT semata saya dapat menuliskan sedikit uneg2 saya hehehehe

"sebaik baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaaat bagi sesamanya" - Nabi Muhammad SAW


Sekian,
Wassalam










Eka Mauluddin Nurochman


20 Jul 2013

Antara Haji Shaleh, Pesan Muhammad dan Yesus Kristus

Ketika saya sibuk ngubek2 dunia maya sambil nunggu pulang hehehe iseng2 baca dan nemu tulisan "cerdas" ini, yuk simak:


Membaca novel religi “Robohnya Surau Kami” bak membaca perilaku sebagian muslim tanah air. Dengan cerdasnya AA Navis menyentil perilaku sebagian dari kita melalui tokoh fiktif karyanya, H. Saleh sebagai gambaran dari realita kebanyakan umat Islam saat ini.

Digambarkan tokoh H. Saleh ialah tokoh yang religious dalam ritual (baca: Ibadah kepada Tuhan), tetapi kurang religious dalam sosial. Hari-harinya disibukkan dengan shalat, puasa sunnah, wirid dan baca Alquran. Sementara kemiskinan terhampar jelas di sekitarnya. Dan H. Saleh tak peduli dengan semua itu.

Kita akan dengan mudahnya menemukan sosok individu seperti H. Saleh, yang Saleh hanya untuk dirinya tapi tidak untuk orang lain. Bukan tak mungkin H. Saleh adalah saya, anda, atau kita sendiri. Kita yang tekun dalam melaksanakan ritual saleh, tetapi melupakan ritual sosial.

Kita sibuk dengan ibadah kepada Tuhan, tetapi melupakan Ibadah kepada makhluk Tuhan. Kita boleh saja tertalar Alquran, tetapi kita tak mengamalkan nilai-nilai yang dikandung oleh Alquran.

Kita boleh saja “kuat” menahan lapar dan haus di siang hari Ramadhan, namun melupakan makhluk Tuhan yang menjerit kelaparan di waktu yang sama. Malam-malam Raman kita isi dengan tadarus dan tarawih, namun ada hak orang lain yang masih tertahan dalam harta kita.

Tak ada yang melarang kita untuk haji sebanyak puluhan kali dan umrah yang tak terhitung. Namun, jangan lupakan bahwa selain diri kita, masih ada saudara-saudara yang lainnya yang sedang menunggu kuotanya untuk haji pertama kalinya. Jangan sampai kita berbangga dengan surban dan gamis putih serta panggilan haji, namun mirisnya kita berada di tengah-tengah perkampungan yang kumuh.

Ketika agama menyuruh kita bersujud, agama tidak mengajarkan sekedar “tunggang-tungging” belaka. Sesungguhnya Tuhan ingin agar suju tercermin dalam perilaku kita sehari-hari, yakni kerendahan diri. Takkala agama menyuruh kita berpuasa, maka agama tidak sedang mengajarkan kita untuk mengosongkan perut belaka. Sebenarnya agama menyuruh kita agar memiliki rasa keprihatinan terhadap sesama yang kurang mampu.

Seorang Rumi pernah mengatakan, bahwa Tuhan tak akan kalian temui di dalam masjid. Ucapan Rumi ini selaras dengan perkataan Bunda Teresa yang menyatakan “Tuhan hanya bisa ia temui saat mengusap orang-orang yang kelaparan”.

Rumi tidak sedang menggampangkan syariat. Tapi Rumi menekankan agar ada keselarasan antara ritual saleh dengan ritual sosial. Seseorang, apapun agamanya, jangan pernah berharap surga Tuhan, bila ia tak memiliki keseimbangan perilaku, antara saleh dan sosial. Dan AA Navis dengan cerdasnya menangkap pesan moral agama ini, untuk Ia tuangkan ke dalam sebuah novel Religi “Robohnya Surau Kami”.

Bukankah Ali Syariati pada buku Haji-nya pernah berkata, “jika kita mengamati seluruh isi Alquran, niscaya kita akan menemukan bahwa yang terbanyak ialah penekanan pada kemanusian”. Dengan kata yang lain, Syariati menegaskan: Alquran 80 persen-nya berisi ritual sosial.

Lebih jauhnya Rasulullah Muhammad SAW pun menegaskan, “Khairun Nas Anfauhum Lin Nas”. Manusia yang terbaik ialah yang paling memberi manfaat kepada manusia lainnya. Demikian pula dengan Yesus yang menegaskan bahwa ajaran ke dua yang paling utama yaitu menebar kasih kepada seluruh umat manusia.

Dalam salah satu hadis-nya, Rassul pernah memberi isyarat kepada umat yang hendak bertemu dengan Tuhan. Hendaknya temui Tuhan dalam laparnya orang-orang yang kelaparan dan rintihan kaum-kaum mustad’afin. Kira-kira demikian.

Senada dengan pesan yang diterima oleh Yesus dalam Matius; Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

Jadi, sudahkah kita memberi manfaat kepada sesama makhluk Tuhan? Sudahkah ibadah kita berdampak sosial? Apapun manfaatnya, baik lidah, tangan maupun tindakan. Sehingga Nabi SAW dalam satu hadistnya pernah menegaskan: “Tidak akan masuk surga orang yang tidur nyenyak sementara tetangganya kelaparan di tengah malam”. Sudahkan anda memberi manfaat?

Gitu aja koq repot!

Sumber:

2 Mei 2013

Sekedar Share Saja Dari Penulis





Under Contruction hehehehe

saya mau nyampein unek unek saya ini...

Kita semua kan Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta Keluarga Besarnya...
kenapa saya menulis tentang keluarganya dianggap Syiah dan Sesat?? saya bingung la trus yang ngomong itu siapa?sesat??dalilnya apa??kita saja diharuskan bersholawat kepada Rasulullah SAW dan keluarganya..
contoh?? Doa sesudah Adzan coba cari artinya, yang keren Doa Tahiyat monggo dibaca artinya..
malah mendoakan seluruh keturunan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS....

Maaf saya hanya menyampaikan uneg uneg saya saja, karena saya ya punya dasar dan dalil terutama Logika
"Logical Man Alive"
jadi apabila saya dianggap sesat hanya karena menghormati keturunan Rasulullah SAW, biarkan saya dicaci maki seluruh Makhluk di Bumi ini, karena tetap yang memberi Syafaat juga Rasulullah SAW...
Ingat men SESAT kan saudara Muslimnya itu haram dan sama saja menSESATkan dirinya sendiri


Sekian, Terima Kasih dan Wassalam










Eka Mauluddin Nurochman



11 Feb 2013

Doa untuk wanita impianku



Aku berdoa untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang wanita yang sungguh mancintai-Mu lebih dari segala sesuatu

Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua dihatinya setelah Engkau
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Seorang wanita yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat agung-Mu

Seorang wanita yang mengetahui siapa dan untuk apa dia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seorang wanita yang mempunyai hati yang bijak, bukan hanya sekedar otak yang cerdas

Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku
Seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah
Seorang wanita yang mencintaiku bukan karna lahiriahku tetapi karna hatiku

Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
Seorang wanita yang dapat membuatku merasa sebagai seorang laki-laki disebelahnya
Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya

Seorang wanita yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
seorang wanita yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
Seorang wanita yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Dan juga aku meminta

Buatlah aku menjadi seorang laki-laki yang dapat membuat seorang wanita itu bangga
Berikanlah aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya
dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat-Mu yang kuat sehingga kekuatanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku
Berikanlah aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik
dalam dirinya bukan hal buruk saja

Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-Mu dan pemberi semangat
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan
"Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seorang yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna"

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat
dan Engkau akan membuat segala sesuatu indah pada waktu yang Kau tentukan.
Amiin.