CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)

29 Apr 2015

Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini


Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini

 1. Bayi (0-2 tahun)
-Bacakan Al Qur'an dari surat Al fatihah
-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan metode yang sama
-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1x2

2. Diatas 2 tahun
-Metode sama denga teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, mis dari 5 hari menjadi 7 hari
-Sering dengarkan murattal

3. Diatas 4 tahun
-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
-Ajari muraja'ah sendiri
-Ajari menghafal sendiri
-Selalu dimotivasi supaya semagat selalu terjaga
-Waktumenghafal 3-4x perhari

Allaahummaj'alna fii ahli Qur'an , Allaahumma baarik fi auladina wa dzurriiyatina bil Qur'an, Allaahummarzuqna istiqomah fi tilawatil wa hifzil Qur'an...wa adhilna fi jannati fi Qur'an...Aamiin Allaahumma Aamiin

Dikutip dari post FB Ruslan Abdul Gani

13 Apr 2015

Umur Langit dan Bumi



“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia berkuasa di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Al-Sajdah 32:4)

Katakanlah, “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam” (QS. Al-Fushshilat 41:9)

SATU dari sekian banyak contoh yang  dirincikan Al-Qur’an adalah umur bumi dan alam semesta ini, yang kata orang bahwa bumi kita ini sudah tua. Lalu bagaimanakah Al-Qur’an menceritakan tentang perihal tersebut ? dan bagaimana pula sistematika rinciannya?

Menurut penelitian ilmuwan, umur alam semesta atau disebut ‘langit’ dalam bahasa Al-Qur’an memang lebih ‘tua’ dari bumi. Berdasarkan QS. Al-Sajdah:4 Allah SWT memposisikan kata ‘langit’ sebelum ‘bumi’. Lalu, mengapa Allah selalu mendahului kata’ langit’ dari pada ‘bumi’ dalam setiap firman-Nya? Berikut rinciannya.

Analogi : Allah SWT. menciptakan langit dan bumi dalam enam masa (QS.Al-Sajdah 32:4), serta menciptakan bumi sebagai tempat tinggal dalam dua masa (QS. Fushshilat 41:9). Menurut para ahliGeologi, meninjau dari batuan meteorit tertua, perkiraan umur bumi adalah sekitar 4,56 × 109 tahun. Kembali ke Al-Qur’an jika umur langit 6 masa dan umur bumi 2 masa, maka perbandingannya adalah 6 : 2 = 3 : 1, jadi umur alam semesta dapat kita cari dengan cara yaitu 4,56 × 109 × 3 = 13,68 × 109tahun. Itu adalah perhitungan umur umur alam semesta atau ‘langit’ versi Al-Qur’an.

Fakta :  Versi sains modern menyatakan tentang sebuah teori bernama Big Bang yang menyebutkan bahwa umur alam semesta 13,7  × 109 tahun. Angka tersebut hampir mendekati angka perkiraan umur alam semesta versi Al-Qur’an. Subhanallah, apakah ini suatu kebetulan ?

Terdapat selisih 20 juta tahun antara perhitungan sains modern dengan Al-Qur’an. Namun, perbedaan ini bukanlah menjadi suatu selisih yang signifikan. Dan kita bisa menyimpulkan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber kajian dan pedoman yang sangat Akurat. 
Wallahu’alam Bissawab

Dahsyatnya Kekuatan Petir



“Dan ingatlah ketika kamu berkata, “wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas,” maka petir menyambarmu, sedang kamu menyaksikan. Kemudian, kami membangkitkan kamu setelah kamu mati, agar kamu bersyukur,” (Al-Baqarah: 55-56).

SAAT musim hujan tiba, seringkali  kita mendapati terjadinya halilintar/petir disertai kilatan cahaya yang menggelegar. Sebuah sumber energi yang bergerak pada kecepatn 96.000 km/jam dan melepaskan panas 30.000o.

Petir atau halilintar sendiri merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan, ditunjukkan dengan munculnya kilatan cahaya di langit yang menyilaukan sesaat (kilat), kemudian disusul dengan suara menggelegar (guruh/guntur).

Lalu pernahkah anda berpikir bagaimana halilintar sebagai salah satu peristiwa atmosfir terhebat yang Allah ciptakan itu tebentuk dan bagaimana ia mampu melepaskan sejumlah energi yang demikian besar?

Selama hujan, guntur dan kilat yang tersusun dari pembentukan cahaya-cahaya terang akibat pelepasan energi listrik di ruang atmosfir, sesungguhnya merupakan sumber energi yang menghasilkan listrik lebih besar dari pada ribuan pembangkit listrik—di samping sebagai fenomena iklim.

Sumber-sumber energi alam yang terbentuk dan betapa besarnya sumber-sumber tersebut melepaskan cahaya dan panas adalah sebuah keajaiban penciptaan yang mengungkapkan kebesaran dan keagungan Allah swt. yang abadi.

Kehebatan pembentukan dalam sekejap: keajaiban kilat dan petir

– Energi yang dilepas oleh sekali kilatan halilintar/petir lebih besar dari pada energi yang dihasilkan seluruh pembangkit listrik di Amerika.

– Satu kilatan halilintar/petir dapat menyalakan 100 watt bola lampu selama lebih dari tiga bulan.

– Pada titik sentuh petir ke bumi, cuaca memanas hingga 25.000o C. kecepatan kilatan halilintar/petir 150.000 km/detik dan rata-rata ketebalannya 2,5-5 cm.

– Petir menghasilkan molekul nitrogen yang dibutuhkan bagi tumbuh-tumbuhan di Bumi utuk menunjang kehidupanya.

– Setiap halilintar/petir rata-rata memiliki 20.000 amper daya listrik. Seorang tukang las hanya menggunakan 250-400 amper untuk mengelas baja.

– Petir bergerak pada kecepatan 150.000 km/detik, hampir setengah kecepatan cahaya dan 100.000 kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Suara yang dilepaskan oleh satu kilatan lebih besar dari pada cahaya 10 juta bola lampu berdaya 100 watt. Ini menerangkan; apabila setiap rumah di Istanbul menyalakan satu bola lampu, pancaran cahaya dari satu kilatan halilintar/petir akan lebih besar. Allah menyatakan fenomena kilat yang menakjubkan ini seperti “…kilauan kilatnya hampir membutakan pandangan.”(al-Nûr: 43)

Bagaimanakah kilat terbentuk?

Udara yang dipanaskan oleh cahaya matahari–naik membawa molekul-molekul air yang menguap di dalamnya. Ketika udara yang naik ini mencapai ketinggian 2-3 km, udara tesebut bersentuhan dengan lapisan udara dingin. Saat kenaikan udara, kristal-kristal es yang terbentuk di dalam awan melepaskan energi listrik statis yang terbentuk karena pergesekan. Energi listrik ini mengandung unsur positif (+) pada lapisan atas awan dan unsur negatif (-) pada lapisan bawahnya. Ketika awan cukup terisi untuk mengionisasi udara; maka petir terbentuk.

Sambaran kilat yang mengingatkan kita pada kematian

Halilintar atau petir yang mengeluarkan kilatan dan suara sesungguhnya mengingatkan kita pada kematian dan juga pengungkapan ketakberdayaan seseorang di hadapan Allah. Makanya seringkali

”Dalam Qur’an, peristiwa yang sangat serupa terjadi ketika Allah tunjukkan pda kaum Nabi Musa as. Dengan keberanian yang keliru dan memalukan, bani Israel menuntut pada Nabi Musa as. agar mereka dapat melihat Allah dengan mata mereka, dan sementara menuntut, mereka ditunjukkan dampak kilat yang serupa. Pernyataan dalam ayat berikut “maka kilat menyambarmu hingga kamu mati” dan “kemudian kami membawamu kembali ke kehidupan setelah kamu mati,” menjadi petunjuk dari kenyataan bahwa mereka –ketika itu –merasa hidup kembali setelah jantungnya terhenti, akibat kejutan dan juga hilangnya kesadaran dan ingatan yang mereka alami, seperti yang dirincikan dalam Qur’an Surat Al-Baqarah: 55-56.

Rinai Hujan Dalam Al Qur'an



AL-QUR’AN selalu saja memberikan informasi menarik tentang dunia ini, salah satunya saat membicarakan tentang hujan. Hujan  diturunkan ke bumi dalam ‘ukuran yang sesuai’. Ini jelas disebutkan dalam Surat az-Zukhruf sebagai berikut:
Laporkan iklan?

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus), seperti Itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. 43: 11)

Menurut ilmu pengetahuan modern, diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini mencapai 513 triliyun ton air dalam satu tahun.

Jumlah tersebut sama dengan jumlah hujan yang jatuh di bumi dalam setahun. Oleh karena itu, air terus mengalami siklus dalam daur yang seimbang menurut suatu ‘ukuran’. Dan kehidupan di bumi sangat bergantung pada siklus air tersebut, bahkan semua teknologi yang tersedia di dunia ini, sebab siklus itu tidak bisa direproduksi secara artifisial.

Bahkan jika terjadi penyimpangan dari keseimbangan tersebut, akan menimbulkan ketidakseimbangan ekologi dan mungkin akan terjadi kiamat. Namun itu tidak pernah terjadi, dan hujan terus turun dalam setiap tahunnya dengan ukuran yang sama, seperti terungkap dalam Al Qur’an.

Proporsi hujan tidak hanya berlaku untuk kuantitas, tetapi juga dengan kecepatannya yang turun.

Setiap tahun, jumlah air yang menguap ke langit dan jatuh ke bumi dalam bentuk hujan adalah ‘konstan’, yakni 513 triliun ton. Jumlah yang konstan itu dinyatakan dalam Al Qur’an yakni “menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan)”. Kuantitas ini tentu sangat berperan bagi kelangsungan hidup dan keseimbangan ekologi.

Philipp Lenard, seorang fisikawan Jerman yang menerima Hadiah Nobel fisika pada tahun 1905, menemukan bahwa ‘kecepatan tetesan hujan meningkat seiring penambahan diameter butiran sampai ukuran 4, 5 mm. Namun untuk butiran yang lebih besar kecepatan air hujan yang jatuh tidak meningkat melampaui 8m/ detik. hal ini disebabkan perubahan dalam bentuk tetesan akibat aliran udara. perubahan ini meningkatkan resistensi udara & melambatkan lajunya…’

Jika kita hubungkan, tentu keterangan dari ilmu pengetahuan modern itu datang sebelum Al-Qur’an diturunkan. Lagi-lagi Al-qur’an mendahului ilmu pengetahuan.

Dan seperti itulah Al Qur’an menjelaskan tentang hujan, yang begitu menarik perhatian kita. Sebuah keterangan yang tidak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu

Umur Matahari Dalam Al Qur'an



“Dan Matahari berjalan ke tempat Peristirahatannya. Itu adalah keputusan dari Yang Mahakuasa, Yang Maha Mengetahui,”  (Surah Ya Sin, 38).

Matahari telah memancarkan panas selama sekitar 5 miliar tahun sebagai akibat dari reaksi kimia konstan berlangsung pada permukaannya. Pada saat yang ditentukan oleh Allah di masa depan, reaksi ini pada akhirnya akan berakhir, dan Matahari akan kehilangan semua energi dan akhirnya Mati. Dalam konteks itu, ayat di atas dapat dijadikan acuan bahwa pada suatu hari energi matahari akan segera berakhir. (Allah maha tahu akan kebenarannya).

Kata Arab “limustaqarrin” dalam ayat ini merujuk pada tempat tertentu atau waktu. Kata “tajree” diterjemahkan sebagai “berjalan,” juga bermakna seperti “untuk bergerak, untuk bertindak cepat, untuk bergerak, mengalir.” Tampaknya dari arti kata bahwa Matahari akan terus dalam perjalanannya dalam ruang dan waktu nya, tetapi pergerakan ini akan berlanjut sampai waktu tertentu yang telah ditetapkan. Ayat “Ketika matahari dipadatkan dalam kegelapan,” (QS. at-takwir, 1) yang muncul dalam deskripsi Hari Kiamat, memberitahu kita bahwa seperti waktu itu akan datang. Waktu tersebut hanya diketahui oleh Allah.

Kata Arab “taqdeeru,” diterjemahkan sebagai “keputusan” dalam ayat tersebut, termasuk makna seperti “untuk menunjuk, untuk menentukan nasib sesuatu, untuk mengukur.” Dengan ungkapan dalam ayat 38 dari Surah Ya Sin, kita diberitahu bahwa masa hidup Matahari terbatas pada jangka waktu tertentu, yang ditahbiskan oleh Allah.

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu,”  (QS. Ar-Ra’d, 2) .

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari,” (Surah Fatir, 13).

Penggunaan “musamman” kata dalam ayat di atas menunjukkan bahwa masa hidup Matahari akan berjalan untuk “jangka waktu tertentu.” analisis ilmiah tentang akhir Matahari menjelaskan sebagai mengkonsumsi 4 juta ton materi kedua, dan mengatakan bahwa Matahari akan mati ketika bahan bakar yang dimiliki semua telah dikonsumsi oleh matahari.kesatuan Panas dan cahaya yang dipancarkan dari matahari adalah energi yang dilepaskan seketika Hal ini dikonsumsi sebagai inti hidrogen berubah menjadi helium dalam proses fusi nuklir. Energi Matahari, dan karena itu hidupnya, sehingga akan berakhir setelah bahan bakar ini telah digunakan. (Allah maha mengetahui kebenaran.) Laporan berjudul “The Death of the Sun” oleh Departemen Ilmu BBC News mengatakan:

… Matahari secara bertahap akan mati. Sebagai inti bintang ke dalam kehancuran, akhirnya akan menjadi cukup panas untuk memicu atom lainm menyusunnya menjadi helium.

Sebuah dokumenter, juga berjudul “The Death of the Sun,” disiarkan oleh National Geographic TV, memberikan penjelasan sebagai berikut:

Matahari menghasilkan panas dan menopang kehidupan di planet kita. Tapi seperti manusia, Matahari juga memiliki umur yang terbatas. Seiring dengan penuaan bintang tersebut, Matahari akan menjadi lebih panas dan menguapkan semua lautan kita dan membunuh semua kehidupan di planet Bumi … Matahari terus menjadi lebih panas karena usia dan membakar bahan bakar lebih cepat. Suhu akan meningkat, akhirnya memusnahkan kehidupan hewan, penguapan laut dan membunuh semua kehidupan tanaman … Matahari akan membengkak dan menjadi bintang raksasa merah, menelan planet-planet terdekat. Daya tarik gravitasinya akan mengurangi dan mungkin memungkinkan Bumi melarikan diri. Pada akhirnya, ia akan menyusut menjadi bintang kecil putih, memancarkan cahaya selama seminggu untuk ratusan miliar tahun.

Para ilmuwan baru-baru ini menguraikan  struktur Matahari dan menemukan apa yang terjadi di dalamnya. Sebelum itu, tak ada yang tahu bagaimana memperoleh energi matahari atau bagaimana Matahari menghasilkan panas dan cahaya.

“ … Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?” (QS. Al-An’aam, 80)

Fenomena Gunung Pelangi China Dalam Al Qur'an



TAK ada keraguan tentang firman Allah yang diturunkannya melalui ayat-ayat dalam Al-Quran. Fenomena-fenomena yang dijelaskan Al-Quran, yang hadir di muka bumi 1400 tahun lalu kini pun sudah banyak adanya dan terbukti salah satu diantaranya merincikan tentang gunung pelangi di China.
Laporkan iklan?

Seperti halnya Surat Ar Rahman ayat 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan yang tidak bercampur, ternyata fenomena gunung berwarna-warni yang difirmankan Allah dalam Surat Al Fahir 27, pun benar adanya.

Meskipun demikian,mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fenomena alam yang indah tersebut, gunung-gunung yang berwarna-warni di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, Cina.

Gunung yang terletak di China ini tampak seperti hamparan pelangi karena itu orang menyebutnya ‘rainbow mountain’.

Gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China.

Fenomena Alam yang Menakjubkan

Menurut Telegraph, warna-warni perbukitan yang menakjubkan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak Periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.

Gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin kontras jika turun hujan pada hari sebelumnya.

Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning. Meskipun demikian, di sana tidak ditemui tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.

Apakah Nabi Muhammad SAW pernah ke Cina? 
Tidak pernah sama sekali.  Tiada lain tiada bukan, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah SWT semata. Al-Qur’an telah menginformasikan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (QS. Fathir 27)

Fenomena alam yang menakjubkan ini merupakan contoh geomorfologi petrografi yang terbentuk karena kondisi lingkungan.

Seperti dilansir fikriarista.net, saat gunung ini pertama kali diketahui khalayak melalui foto yang beredar di dunia maya. Banyak orang beranggapan kalau pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer. Tetapi sekarang Zhangye Danxia Park menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China. 

6 Apr 2015

Apabila Keguguran Terjadi



BANYAK hadits dalam hal ini yang sangat menggembirakan hati orang yang mendengarnya. Antara lain, Mu’adz bin Jabal pernah menyampaikan bahwa Rasulullah SAW, bersabda :

“Demi Dzat jiwaku berada di tangan-Nya, Sesungguhnya bayi yang gugur benar-benar akan menarik ibunya dengan tali pusarnya ke surga bila ibunya rela dengan itu.” Artinya, ibunya bersabar dengan kehilangan anaknya.

Sayyidina Imam Ali R.A Menuturkan bahwa Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya bayi yang gugur benar-benar akan memprotes Rabbnya bila kedua orang tuanya dimasukan ke dalam neraka. Hingga dikatakan kepadanya, ‘Wahai bayi yang gugur yang memprotes Rabbnya, masukanlah kedua orang tuamu ke dalam surga.’ Ia pun menarik keduanya dengan tali pusarnya untuk dimasukkan ke dalam surga.”

Makna yurghimu rabbahu ialah marah dan menentang. Maksudnya, ia akan datang dalam keadaan marah karena ayah dan ibu (dimasukkan ke neraka).

Perhatikan, Semoga Allah merahmati anda, bagaimana perhatian islam yang demikian besar kepada manusia meskipun masih berupa janin. 


Sumber : Islamic Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi/Syaikh Jalmal Abdurrahman/Aqwam Jembantan Ilmu

Rahasia Sholat Menurut Ilmu Pengetahuan dan Sains

#Rahasia Sholat di Awal Waktu...


Rasulullah SAW bersabda, "Amalan yang paling dicintai oleh ALLAH SWT adalah ~solat pada waktunya~ berbakti kepada orang tua, kemudian jihad di jalan ALLAH SWT" (Kanzul Ummal, jilid 7, hadis 18897)

Setiap perpindahan waktu solat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang boleh diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Berikut pengamatan para ahli dibidangnya (kesihatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan sebagainya)

#Subuh ~

Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi, kerana tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur.

Alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid, Dalam ilmu Fisiologi tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunya rahsia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama waktu rukuk dan sujud.

#Dhuhur ~

Mereka yang selalu ketinggalan solat zuhur akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta kurang keceriaannya.

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang.


#Ashar ~

 ~ Orang yang ketinggalan waktu Ashar akan menurun daya kreativitasnya...

Alam berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium, dan testis yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhannya. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dan warna alam tersebut.


#Maghrib ~

pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi Jin dan Iblis.

Warna alam kembali berubah merah. Sering pada waktu ini kita mendengar pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan solat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi tindanan dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan boleh menimbulkan fatamorgana/halusinasi yang boleh mengganggu penglihatan kita....


#Isya' ~

Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya' akan sering merasa gelisah.

Warna alam berubah menajdi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya' mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk beristirahat yakni merehatkan tubuh badan. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.


#Tahajjud ~

Jika dilakukan secara rutin akan bermanfaat baik secara Psikolgis dan Mental

Setelah tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal, kelengar pituitary, thalamus dan hypothalamus (kelenjar dan organ-organ yang berpengaruh penting pada otak).

Sumber

26 Mar 2015

Kisah Teladan Seorang Ibu di Mesir



Sudah banyak kisah ditulis tentang perjuangan seorang ibu untuk menghidupi anak-anaknya. Namun, kisah perjuangan hidup Sisa Abu Daooh, seorang perempuan asal Mesir ini, mungkin terbilang luar biasa.

Bagaimana tidak, Sisa, yang menjadi satu-satunya pencari nafkah bagi keluarganya, harus menyamar sebagai seorang pria selama 43 tahun agar bisa bekerja dan mendapatkan nafkah.

Perjuangan hidup Sisa (64) dimulai ketika suaminya meninggal dunia saat dia tengah mengandung. Sisa yang kala itu berusia 21 tahun ditinggalkan tanpa uang sepeser pun dan tanpa sumber penghasilan.

Kesulitan Sisa bertambah karena kebudayaan setempat tidak mengizinkan perempuan bekerja mencari nafkah. Dihadapkan pada situasi sulit seperti itu, Sisa akhirnya memutuskan untuk menyamar sebagai seorang pria.

Dia kemudian mengenakan pakaian pria, seperti pakaian semacam jubah dengan lengan lebar, serta mengenakan serban dan sepasang sepatu hitam.

"Untuk melindungi diri saya dari para pria karena terkait tradisi, saya memutuskan untuk menjadi seorang pria. Saya mengenakan pakaian pria, bekerja bersama para pria di tempat yang tak seorang pun mengenal saya," kata Sisa.

Dengan menyamar sebagai pria, Sisa kemudian bisa mendapat berbagai pekerjaan kasar yang memberinya nafkah.

"Saya bisa mendapatkan beberapa pekerjaan kasar seperti mengangkut batu dan semen. Di lain hari, saya membersihkan sepatu, dan bahkan saya mengemis di jalanan demi menghidupi diri saya dan putri saya," ujar Sisa.

Dari kerja kerasnya itu, Sisa ternyata mampu membesarkan putrinya hingga menikah. Namun, kehidupan keras Sisa belum berakhir. Menantunya jatuh sakit dan tak bisa bekerja. Alhasil, Sisa kembali harus bekerja untuk menghidupi putri dan beberapa cucunya.

"Ibu saya adalah satu-satunya orang yang mencari nafkah untuk keluarga kami. Dia bangun pagi-pagi sekali dan mulai menyemir sepatu di stasiun kereta api Luxor," ujar Houda, putri Sisa.

Meski menjalani hidup yang keras dan harus menyembunyikan identitasnya sebagai seorang perempuan, Sisa mengaku dirinya sangat bahagia.

"Saya bahagia. Saya bisa mengerjakan pekerjaan pria, dan semua orang menyukai pekerjaan saya. Saat para pria melihat saya, mereka melihat saya sebagai seorang pria," lanjut Sisa.

Lama-kelamaan, banyak orang yang mengetahui bahwa Sisa adalah seorang perempuan. Namun, setelah puluhan tahun menjadi pria, maka tak ada lagi orang yang mempermasalahkan jenis kelamin Sisa. Dia bahkan tetap bisa menjalani hidupnya sebagai seorang pria.

Akhirnya, perjuangan hidup Sisa terdengar sampai ke pemerintah kota Luxor. Tahun ini, pemerintah Luxor mendaulat Sisa sebagai ibu paling berbakti di Luxor.

Sisa bahkan bisa bertemu Presiden Mesir Abdel Fatah Al-Sisi pada Minggu (22/3) untuk menerima sertifikat penghargaan yang tak bisa dibacanya karena ia buta huruf.

Selain sertifikat, Pemerintah Mesir memberi Sisa sebuah kios dan bantuan modal sehingga bisa berjualan untuk menambah penghasilannya.

Tentang Makna Bacaan Tasyahud (Tahiyyatul Awal)


Sayyidil Habib Ali Aljufri:

tentang Makna bacaan Tasyahhud (tahiyyatul awal)

ketika engkau sedang dalam duduk bertahiyyat. Perhatikanlah bacaannya, Itu bukan bacaan sembarangan, itu kalimat yang terlontar dalam peristiwa agung yaitu pertemuan antara Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam (saat isra mi'raj) Dengan mendalami maknanya, kamu akan terbimbing dalam kehidupan orang orang shalih,
di saat Nabi berkata,
التحيات ألمباركات الصلوات الطيبات لله
“Attahiyyatul mubaarokaatush sholawaatut thoyyibaatu lillah –
Segala penghormatan yang diberkahi dan segala rahmat yang teramat luhur adalah milik Allah semata”

Setelah Rasulullah mengatakan hal itu,
Allah menyampaikan salam kepada beliau
السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته
Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarokatuh”
salam sejahatera semoga tercurah kepada mu, wahai Nabi Muhammad..semoga juga Rahmat Allah dan Berkah-Nya pun tercurah kepadamu wahai Nabii,

Nabipun menjawab:
السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
semoga salam sejahtera tercurah kepada kami dan hamba-hamba-Mu yang sholeh.
Habib Ali menjelaskan, ‘Perhatikan lah, Dalam keluhuran dan ketinggian derajatnya, beliau tak melupakan ummatnya, terutama orang orang shalih agar mereka turut merasakan kebahagiaan sebagaimana yang beliau rasakan.
Allah mengabulkan doa Nabi dengan menyerahkan kunci pintu syurga bagi Rasulullah dan semua orang beriman..

Apakah kunci Surga? Kunci Untuk Memasuki Syurga Adalah Dengan Mengucap Dua Kalimah Syahadah dan Bertakwa Kepada Allah SUbhanahu WaTa'Ala.
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله اللهم صل على سيد نا محمد
ASYHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASULULLAH.
aku (bersaksi) bahwa tak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan aku (bersaksi) sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan-Mu Ya Allah. –

Rasulullah SAW bersabda :“Tidaklah seorang hamba yang bertemu Allah dengan dua kalimah ini tanpa sebarang syak melainkan akan masuk syurga.” (Hadis Riwayat Muslim),

Sabda baginda lagi dalam hadits yang lain yang bermaksud :“Barangsiapa yang bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan ba­hwa Muhammad adalah utusan Allah, nescaya Allah haramkan ke atasnya neraka.” (Hadis Riwayat Muslim)..
Dan sebagai penutup dibacalah sholawat..
الله اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
Allahumma salli 'ala Sayyidina Muhammad. Wa'ala a-li Sayyidina Muhammad.
Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad dan limpahkan juga shalawat kepada keluarga Nabi Muhammad”

Shalawat adalah doa atau seruan kepada Allah. Membaca shalawat untuk Nabi, memiliki maksud mendoakan atau memohonkan berkah kepada Allah untuk Nabi. sholawat adalah salah satu bagian dari keimanan seorang muslim / muslimat. ALLAH berfirman:
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا“
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)
Yang dimaksud dengan Allah bershalawat kepada Nabi adalah bahwa Allah memberinya rahmat. Dan rahmat itu adalah kasih sayang yang selalu mendampingi beliau.

Sedangkan makna para malaikat bershalawat kepada nabi adalah memintakan ampunan.
Sedangkan bila shalawat itu dari orang mukmin maka maknanya adalah doa supaya beliau diberi rahmat dan kasih sayang.yang nantinya rahmat, ampunan dan doa akan kembali ke si pengamal sholawat tersebut.

RASULALLAH Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam BERSABDA :“Bacalah kamu sekalian sholawat kepada-ku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kepada-ku itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian dan barang siapa membaca Sholawat kepada-ku satu kali, Allah membalas kepadanya sepuluh kali (RIWAYAT IBNU ABI ‘ASHIM DARI ANAS bin’ MALIK)
Adalah sangat baik dan bermanfaat, jika dalam shalat, kita meresapi bacaan bacaan itu,

Sumber

19 Mar 2015

Do'a Sang Penghafal Al Qur'an Bangunkan Ayah Koma 15 Tahun



Ketika Asmaa bertanya ke mana ayahnya, aku selalu merahasiakannya. Aku hanya menjawab ayahnya suatu saat nanti akan kembali. Tapi, kini Asmaa sudah berusia 15 tahun. Ia juga sudah hafal Al Qur’an dan terlihat lebih dewasa dari usianya. Maka kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Pada 9 Ramadhan tahun 1395 H, mobil Abu Salmaa terbalik saat pulang dari tempat kerja di Timur Saudi menuju Riyadh. Kecelakaan itu begitu hebat hingga membuatnya langsung koma. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Tim dokter spesialis yang menanganinya mengatakan, suamiku mengalami kelumpuhan otak. 95 persen otaknya telah mati.

Aku terus menungguinya. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Ujian kesetiaan datang, ketika lima tahun berlalu dan suamiku belum juga sadarkan diri. Sebagian orang menyarankan aku menikah lagi dengan didukung oleh rekomendasi seorang Syaikh. “Tidak,” jawabku saat itu. “Selama suamiku belum dikubur, aku akan tetap menjadi istrinya.”

Aku pun kemudian berkonsentrasi untuk mentarbiyah Asmaa, di samping bergantian dengan keluarga menunggui suami di rumah sakit. Aku kemudian memasukkan Asmaa ke sekolah tahfidz hingga jadilah ia hafal Qur’an.

Sejak tahu ayahnya koma di rumah sakit, Asmaa selalu membersamaiku ke sana. Ia mendoakan dan meruqyah ayahnya, ia juga bersedekah untuk ayahnya.

Hingga suatu hari pada tahun 1410, Asmaa meminta ijin menginap di rumah sakit. “Aku ingin menunggui ayah malam ini” pintanya dengan nada mengiba. Aku tak bisa mencegah.

Malam itu, Asmaa duduk di samping ayahnya. Ia membaca surat Al Baqarah di sana. Dan begitu selesai ayat terakhirnya, rasa kantuk menyergapnya. Ia tertidur di dekat ayahnya yang masih koma. Tak berapa lama kemudian, Asmaa terbangun. Ada ketenangan dalam tidur singkatnya itu. lalu, ia pun berwudhu dan menunaikan shalat malam.

Selesai shalat beberapa raka’at, rasa kantuk kembali menyergap Asmaa. Tetapi, kantuk itu segera hilang ketika Asmaa merasa ada suara yang memanggilnya, antara tidur dan terjaga. “Bangunlah… bagaimana mungkin engkau tidur sementara waktu ini adalah waktu mustajab untuk berdoa? Allah tidak akan menolak doa hamba di waktu ini”

Asmaa pun kemudian mengangkat tangannya dan berdoa. “Yaa Rabbi, Yaa Hayyu…Yaa ‘Adziim… Yaa Jabbaar… Yaa Kabiir… Yaa Mut’aal… Yaa Rahmaan… Yaa Rahiim… ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada di bawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya… Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim… sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah… sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh… Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”

Sebelum Subuh, rasa kantuk datang lagi. Dan Asmaa pun tertidur.

“Siapa engkau, mengapa kau ada di sini?” suara itu membangunkan Asmaa. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari sumber suara. Tak ada orang. Betapa bahagia dirinya, ternyata suara itu adalah suara ayahnya. Ia sadar dari koma panjangnya. Begitu bahagianya Asmaa, ia pun memeluk ayahnya yang masih terbaring. Sang ayah kaget.

“Takutlah kepada Allah. Engkau tidak halal bagiku” kata sang ayah.
“Aku ini putrimu ayah. Aku Asmaa” tak menghiraukan keheranan sang ayah, Asmaa segera menghubungi dokter dan mengatakan apa yang terjadi.

Para dokter yang piket pada pagi itu hanya bisa mengucapkan “masya Allah”. Mereka hampir tak percaya dengan peristiwa menakjubkan ini. Bagaimana mungkin otak yang telah mati kini kembali? Ini benar-benar kekuasaan Allah.

Sementara Abu Asmaa, ia juga heran mengapa dirinya berada di situ. Ketika Asmaa dan ibunya menceritakan bahwa ia telah koma selama tujuh tahun, ia hanya bertasbih dan memuji Allah. “Sungguh Allah Maha Baik. Dialah yang menjaga hamba-hambaNya” simpulnya.

Demikianlah, aku sangat berbahagia dengan keajaiban dari Allah ini. Aku hanya bisa bersyukur kepada Allah yang telah mengokohkan kesetiaanku dan membimbingku untuk mentarbiyah putriku.

10 Mar 2015

Hakikat Pengabulan Doa



Habib ‘Abdullah bin Muhsin Alatas, (empang, Bogor):

Hakikat Pengabulan Doa
ketika engkau berdoa kepada Allâh Subhanahu Wa Ta'Ala, maka Allâh menjawab doamu. Jika engkau berkata, “Wahai Tuhanku,” maka Dia berkata, “Labbaik hamba-Ku.” Setiap doa pasti dijawab oleh Allâh. Adapun mengenai permintaan yang kau ajukan dalam doamu, maka Allâh akan melihatnya terlebih dahulu. Jika yang kau minta itu baik dan bermanfaat untukmu, maka Allâh akan memberikannya. Tetapi, jika yang kau minta itu buruk dan tidak bermanfaat untukmu, maka Allâh tidak akan memberikannya. Allâh hanya akan memberikan sesuatu yang menurut-Nya baik untukmu, bukan sesuatu yang menurut-Nya buruk meskipun menurutmu baik. Sesungguhnya apa yang kau pinta itu akan Dia berikan sesuai dengan ilmu-Nya. Sebagai contoh, jika anakmu yang masih kecil yang kau sayangi datang menemuimu dan meminta sesuatu yang akan membahayakan dirinya sedangkan dia tidak tahu bahwa apa yang dia minta itu berbahaya baginya, apa yang akan kau lakukan? Kau akan mengabulkan permintaannya atau menolaknya? Dengan cara demikian sesungguhnya penolakanmu adalah sebuah pemberian, sebab engkau mencegahnya dari sesuatu yang akan membahayakan dirinya. Begitulah perlakuan Allâh kepada hamba-hamba-Nya. Allâh selalu memilihkan yang terbaik bagi mereka, sebab Dia menyayangi mereka lebih daripada kasih sayang mereka kepada dirinya sendiri. Dan Dia lebih mengasihi mereka daripada kedua orang tua mereka.