CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)

21 Apr 2014

Bagaimana Hamba Masuk Neraka?



Suatu ketika Nabi Musa as. mengadu kepada Allah, “Wahai Tuhan! Engkau ciptakan makhluk dan Kau berikan kenikmatan rizki. Kau (pula) yang menjadikan (sebagian) pengikutku masuk neraka.”

Allah berfirman, “Bangkit dan bertanamlah, wahai Musa!”

Nabi Musa lalu bercocok tanam dan menyiraminya. Ia melakukan hal itu hingga masa panen tiba.

“Apa yang kau dapat dengan tanamanmu itu, Musa?”

“Aku telah memanennya,”

“Apakah sedikit yang tersisa?”

“Aku tak pernah menyisakan sesuatu yang tak ada kebaikannya,”

Allah berfirman, “Wahai Musa! Aku memasukkan hamba yang tak mempunyai kebaikan ke dalam neraka,”

“Siapakah dia?”

“Dia adalah yang meremehkan kalimat Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadur Rasulullah,”


Sumber
(Ajie Najmuddin/ disarikan dari kitab Al-Mawaidh Al-Ushfuriyyah)

Sholat Tahajud: Keutamaan, Tata Cara, Manfaat


Bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)
Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .
Sahabat Abdullah binSalam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )
Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )
Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.
Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)
Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)
Keutamaan Shalat Tahajud :Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.


Dari Habib Ali Al-Habsyie

16 Apr 2014

Kisah Vlad Tepes III Sang Dracula



Apa yang Terpikir dalam pikiran anda ketika mendengar kata “Dracula”? 
Mungkin anda akan mengira bahwa Dracula itu adalah “Makhluk penghisap darah manusia yang kejam dan mengerikan, menghisap darah manusia melalui leher korbannya, keluar pada malam hari, takut dengan sinar matahari dan juga takut dengan salib”. Tapi kalau menurut saya itu adalah Dracula versi layar kaca atau layar lebar dan itu merupakan salah satu bentuk penjajahan sejarah yang dilakukan barat melalui media masa, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap sejarah perang Vietnam, dengan membuat tokoh fiksi bernama Rambo, sehingga seolah-olah Vietnam kalah perang. Lalu bagaimana dengan kisah Dracula yang sebenarnya?. 

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Dracula bukan hanya meminum darah, tapi dia juga suka berendam dalam darah korban-korban yang telah dibunuhnya( meminum darah dan berendam dalam darah merupakan ritual yang biasa dilakukannya sebelum perang, akan tetapi penulis tidak mengatakan bahwa sumber ini shahih), Dracula tidak menghisap darah, tapi dia memang haus darah, ratusan ribu orang telah di bunuhnya dengan cara yang mengerikan, Bahkan Dracula yang sebenarnya lebih kejam dan lebih mengerikan daripada yang anda saksikan di televisi. 

Sebelum saya melanjutkan kisahnya, saya ingin sedikit mengingatkan pembaca, bahwa kisah ini sungguh mengerikan, bagi yang tidak ingin melanjutkan silahkan berhenti di sini, saya tidak ingin menakuti nakuti pembaca tapi memang kisah ini benar-benar mengerikan, kejam, sadis, tidak berperikemanusiaan, bahkan yang dilakukan Dracula terhadap korbannya pun tidak pantas jika diperlakukan pada binatang, Masih ingin melanjutkan? Baiklah….. Yang akan saya kisahkan di sini adalah fakta sejarah, bukan novel Dracula karangan Bram Stroker yang hanyalah kisah fiktif, karena faktanya adalah Dracula bukan dikalahkan oleh salib, bahkan justru Dracula merupakan salah satu panglima pasukan salib yang akhirnya dikalahkan oeh Khalifah Muhammad Al-fatih. Kisah ini diambil dari buku sejarah yang berjudul “Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna. Inilah Kisahnya….. 

Vlad Tsepes III ( 1431 – 1475 M ) atau yang lebih populer dengan nama Dracula dilahirkan di Tansylvania, Rumania. Ia merupakan anak Ke 2 dari Vlad II alias Basarab dan Cneajna, seorang putri dari Moldavia. Dracula dilahirkan pada bulan November atau Desember 1431 M, di benteng Shighisoara Transylvania, Rumania. Pada saat ia lahir ayahnya Basarab diangkat menjadi gubernur militer di Transylvania oleh Raja Hongaria, Sigismund. Basarab sendiri memiliki 3 anak, yakni Mircea, Dracula dan Randu. 

Vlad II ayah Dracula diangkat sebagai anggota Orde Naga oleh Sigismund Raja Hongaria. Orde naga ini pada awalnya adalah kelompok persaudaraan tempat berkumpulnya para pendeta, tapi di kemudian hari Orde Naga menjadi semacam benteng Pasukan Salib untuk melawan pasukan Khilafah Utsmaniyah. Kemanapun Vlad II pergi, ia selalu memakai lencana bergambar naga. Sehingga ia sering dipanggil Vlad Dracul. Dalam bahasa Rumania, Dracul artinya naga. Sementara, akhiran “ulea” dalam bahasa Rumania berarti “anak dari”. Maka Vlad III ( Dracula) anak dari Vlad Dracul (Vlad II) dipanggil dengan nama Vlad Dracula yang artinya anak dari Vlad Dracul. 

Pada tahun 1442 M terjadi perang antara pasukan Wallachia dgn pasukan khilafah Utsmaniah. Basarab memilih langkah netral yg mengakibatkan ia diusir oleh Sigismund. Kedudukannya diganti oleh Janos Hunyadi, salah satu panglima perang Sigismund di Transylvania. Tapi tak lama kemudian, Basarab mengambil tahtanya kembali dengan bantuan khilafah Utsmaniah. Nah, sebagai bentuk kesetiaannya kepada khilafah, ia kemudian mengirim dua anaknya yaitu Dracula yang saat itu baru berusia 11 thn dan adiknya Randu untuk sekolah ke Turki. 

Selama di pusat kekhilafahan, kedua anak ini dididik secara Islam. Mereka berdua kemudian memeluk Islam. Selain belajar di madrasah, mereka juga belajar ketrampilan perang. Seiring bergulirnya waktu kedua anak ini tumbuh menjadi dua pribadi yang jauh bertolak belakang. Randu tumbuh menjadi muslim yang taat dan berperangai lembut sedangkan Drakula tumbuh menjadi sosok pembangkang yang kejam. 

Tak hanya membangkang, sifat keji Drakula pun makin tampak. Salah satu hobinya di Turki adalah bolos dari madrasah untuk melihat eksekusi penjahat kelas berat yang kepalanya dipancung di alun-alun. Setiap minggu eksekusi atas penjahat kelas kakap atau para pembughat diadakan di alun-alun. Dan salah satu penonton setianya adalah Drakula yang akan menyaksikan acara tersebut sampai selesai. Di saat senggangnya Drakula juga sangat suka menyiksa binatang. Binatang apapun yang ada disekitarnya ia tangkap dan ditusuk seperti sate. Ia sangat puas melihat binatang-binatang tersebut menggelepar-gelepar menyongsong ajal. 

Walaupun begiu, Dracula menunjukkan kemajuan yang pesat dalam kemampuan militernya. Kemajuan Dracula tersebut menarik perhatian Sultan Muhammad alFatih yang kemudian menikahkannya dgn salah satu kerabat Sultan dengan harapan Dracula di kemudian hari akan menjadi Panglima perang khilafah. 

Berpuluh tahun kemudian terjadilah konflik antara John Hunyadi dan ayah Drakula Vlad II yang berujung pada pembunuhan Vlad II dan kakak Drakula, Mircea. John Hunyadi kemudian menunjuk keluarga Dan II sebagai penguasa Wallachia. Mendengar hal ini, Sultan Muhammad AlFatih kemudian mengirim Drakula bersama ribuan pasukan ke Wallachia untuk merebut kembali Wallachia ke dalam naungan khilafah. Pertempuran ini berakhir dengan futuhat terhadap Wallachia. Dan Dracula ditunjuk sebagai amir di sana. Dracula menduduki Wallachia selama 2 bln krn Janos Hunyadi kemudian berhasil mengusirnya dan menempatkan Dan II kembali sebagai raja Wallachia. Dracula kemudian melarikan diri ke Moldavia. Tapi kemudian Dan II berkhianat kepada Janos dengan memihak Turki. Hal ini dimanfaatkan Dracula utk mendekati Janos. Dracula di tempatkan Janos di benteng Sibiu, daerah Transylvania. Kemudian Dracula menyerang Wallachia dan berhasil membunuh Dan II, namun kali ini bukan lagi sebagai wakil dari Muhammad AlFatih. Sebaliknya dia menjadi pengkhianat. 

Pada masa pemerintahannya di Wallachia, dia bertindak sangat kejam dengan membunuh siapa saja yang tidak disukai, mulai dari para bangsawan, tuan tanah, petani dan pengemis beserta keluarganya. Jumlah korbannya mencapai 500.000 orang, sebagian besar adalah orang-orang Islam dari Turki dan yg telah masuk Islam di Wallachia. 

Dracula telah membunuh tidak kurang dari 300.000 umat Islam di Wallachia. Para sejarawan memperkirakan korban dari kekejaman Dracula antara 100.000-500.000 orang. Korbannya berasal dari berbagai kalangan mulai dari bangsawan, tuan tanah, petani sampai pengemis. Diantara mereka ada laki-laki dan perempuan, orang tua dan anak-anak. Bila Dracula berkehendak tak ada satupun yang bisa lolos dari kekejamannya. Dracula bisa dikatakan sebagai kreator penyiksaan. Metode penyiksaan yang belum pernah ada dia ciptakan untuk memenuhi hasrat gilanya akan darah dan jerit korban yang sekarat. Korban- korban tersebut dibunuh dengan cara yang sungguh biadab, diantaranya; 

1.Penyulaan. 

Sula merupakan kayu sebesar lengan orang dewasa yang ujungnya runcing. Alat seperti ini digunakan oleh Dracula untuk menusuk seseorang. Bagian yang ditusuk adalah dubur atau liang kemaluan perempuan. Tubuh korban ditusuk dengan kayu yang dilancipkan ujungnya melalui bagian bawah hingga tembus pada perut atau kepala. Korban yang ditusuk seperti sate ini bukan hanya orang dewasa. Tak kenal ampun, Dracula juga melakukan penyiksaan serupa kepada bayi-bayi! 
2.Pemotongan Payudara Perempuan dan Merusak Organ Seksual. 
Korban diikat di atas meja dengan kuat dalam keadaan telanjang. Kemudian dikerat dan dikuliti. 
3.Merebus Korban Hidup-hidup. 
Sebuah bejana besar kira-kira berdiameter 2 meter diletakan diatas tungku yang berada ditengah alun-alun. Bejana tersebut diisi air. Setelah penuh kayu bakar dinyalakan. Kemudian korban direbus hidup-hidup. 
4.Menguliti Kepala dan Bagian Tubuh Lainnya. 
Korban akan dikuliti dengan pisau yang tajam. Mulai dari wajah kemudian kulit korban dikuliti sampai semua kulit kepala terkelupas. 


Cara penyiksaan yang lain: Mencekik, memotong otot-otot tertentu, memotong hidung dan telinga, membutakan mata, membakar hidup-hidup, memaku kepala, memangsakan si korban pada binatang buas, menarik korban dengan 2 kuda, merendam tubuh korban, serta memanggangnya. 

Beberapa peristiwa-peristiwa yang digunakan Dracula sebagai ajang pembantaian umat Islam adalah: 
1. Pembantaian terhadap prajurit Turki di Tirgoviste 
2. Membakar pemuda-pemuda Turki 
3. Topi yang dipaku di kepala kepada dua orang duta besar khilafah Turki Utsmani 
4. Fakir Miskin dan petani yang dibakar di Tirgoviste 
5. 30.000 pedagang Turki yang disula 
6. Membunuh dengan virus yang mematikan 
7. Meracuni sungai Danube 
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya. 

Tindakan kejam Drakula yang melakukan pembantaian terhadap umat Islam ini membuat Khalifah Muhammad alFatih menyerukan seruan jihad kepada Drakula. Pada tanggal 17 Mei 1462 M sultan Muhammad alFatih mengirimkan 60.000 tentara ditambah 30.000 tentara non reguler. Sementara tentara Dracula hanya mencapai 30.000 prajurit. Melihat jumlah pasukan yang tidak berimbang ini, Drakula melakukan strategi perang tengah malam. Menurut anda, kira-kira siapa panglima pasukan yang dikirim oleh Muhammad AlFatih untuk memimpin pasukan jihad ini? tak lain adalah Randu, si muslim yang taat yang tak lain adalah adik kandung Dracula. 

Pada serangan tengah malam pasukan Drakula yang berkekuatan 10.000 orang berhasil mendesak pasukan khilafah, tetapi dapat dipukul mundur pada saat fajar tiba. (bisa jadi dari sinilah dibuat mitos bahwa Dracula takut dengan cahaya matahari). Atas kekalahan tersebut pasukan Drakula melarikan diri ke benteng Poenari. Drakula melarikan diri dari kepungan pasukan khilafah. Dan akhirnya dia terbunuh di tepi danau Snagov. Sang Sultan Muhammad AlFatihlah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov (sumber lain mengatakan yang membunuhnya adalah Randu, adik kandungnya). Dan berakhirlah kekejaman melegenda sang Dracula. 

Ya, bukan salib. Melainkan Khalifah Muhammad AlFatih dan kekhilafaha lah yang berhasil mengalahkan Dracula. Sang Khalifah merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dipungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Khalifah Muhammad Al-Fatih juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil. 

Akhir kata, penulis mohon ma'af apabila ada diantara pembaca kurang berkenan dengan kisah ini, akan tetapi sebagai seorang muslim kita perlu bersikap kritis terhadap berita yang ada, dan ini merupakan salah satu perintah Allah yang tercantum dalam surat Al-Hujurat ayat 6 
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.( Qs. Al-Hujurat : 6) 

Berkata asy-Syaikh Dr. Abdul Azim Badawi : 
Pada ayat ini Allah melarang hambanya yang beriman dari mengekor kepada isu yang tersebar, dan memerintahkan mereka untuk meneliti kebenaran berita yang sampai kepada mereka, karena tidak semua yang di beritakan itu benar adanya, dan tidaklah setiap yang dibicarakan itu merupakan suatu kejujuran. Sesungguhnya musuh-musuh kalian senantiasa mengintai kelemahan kalian, maka wajib atas kalian agar selalu terjaga, sehingga kalian bisa memergoki orang-orang yang hendak membangkitkan dan menyebarkan isu yang tidak benar di tengah tengah kalian.


15 Apr 2014

Waspada Terhadap Sifat Ujub



Pada pengajian kitab Manazil as-sairin yang diampu oleh Syekh Yusri Rusydi di masjid al-Dardir, ada seseorang yang menulis kepada beliau:
"Saya bermimpi bertemu Nabi, yang mana beliau sedang berkhutbah di masjid al-Dardir. Beberapa waktu kemudian, wajah beliau berubah menjadi wajah Anda".

Mendapati hal ini, Syekh Yusri tidak bangga atau memuji dirinya. Beliau justru memberikan kaidah; "Jika ada seseorang yang bermimpi seperti ini (tentang siapapun), jangan memberi tahu kepada syekh tersebut, karena takut jadi 'buah simalakama' baginya".

Kok bisa? iya, karena bisa jadi tazkiyatun nafs (mensucikan jiwa/hati) yg beliau lalui selama 20 tahun (misalnya), dapat hancur seketika dengan berbangga diri dan sombong karena hal-hal seperti ini.
Oleh karena itu, ada satu hadis di Arbain Nawawiyah yang menyebutkan-yang maknanya: “Bisa jadi seseorang sudah sangat dekat dengan surga, ternyata mendapati su`ul khatimah. Atau sangat sangat dekat dengan neraka, ternyata di akhir hayatnya bisa husnul khatimah.”

Maka dari itu, mengaku wusul dan mendapat makrifah bagi seorang mursyid/syekh itu haram hukumnya. Beliau punya istilah khusus dalam hal ini:
من قال إنه وصل. نعم، إنه وصل. وصل إلى النار
Artinya: Barang siapa yang mengaku telah "sampai" (kepada tingkat makrifah), maka benar ia telah sampai, tapi sampai ke neraka!

Juga, bahwa di balik setiap pujian (dari manusia) dan nikmat (dari Tuhan), ada cobaan dan ujian. Dan ujian setiap manusia sesuai levelnya masing-masing. al-amtsal fal amtsal.


Diceritakan oleh Rifki Arriza, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Mesir

Kisah Nyata, Rasulullah SAW Menyelamatkanku...




Kisah Nyata

Di tahun 1953 Saida Junub Lubnan pada saat itu lagi merayakan maulid nabi yang mana mereka rayakan turun temurun, mereka mmpunyai adat menembakkan senjata ke atas untuk menunjukan kegembiraan mrk.
Pada saat itu seorang anak nasrani dr keluarga ghatas yg terkenal asyik melhat & tanpa sadar sebuah peluru menembus kepalanya.

Anak itu jatuh bersimbah darah, ibunya yang melihat berteriak histeris melihat anaknya yg lalu di larikan
ke RS. GHASAN HAMUD tapi rumah sakit angkat tangan, anak itu di larikan ke RS di Amerika dimana para ahli tim dokter melihat anak yang tak sadar lagi itu & mereka angkat tangan.
Sementara itu ibu sang anak berteriak dengan kerasnya sambil berseru: Di manakah engkau hay MUHAMMAD yang mengaku sebagai Nabi, lihatlah apa yg di bikin umatmu kepada anak ku karna merayakan hari kelahiranmu..!!

Ketika itu keluar para dokter untuk menyuruh si ibu melihat anaknya untuk terakhir kali, si ibu nasrani lemas masuk ke kamar sang anak & para dokter pun keluar semua.
Si ibu melangkahkan kakinya masuk ke kamar tapi apa yg di lihatnya?? Anaknya duduk di tepi tempat tidur sambil berteriak: Tutup pintu &jendela ibu, jangan kasih dia keluar..
Si ibu melangkah melihat anaknya begitu sehat tak ada darah, anaku apa yg terjadi?
Ibu..
Dia datang mengelus kepalaku smbil tersenyum.
Siapa sayang?
MUHAMMAD..

Ternyata teriakan ibu di sambut olehnya (MUHAMMAD).
Berkumpulah semua dokter melihat kenyatan di hadapan mereka..
Maka ibu, anak &semua dokter nasrani saat itu juga mengucapkan dua kalimah syahadat masuk Islam..
Ini kejadian nyata, menunjukan keagungan

محَمد رَسول اللّÙ‡ .....آللّÙ‡ُÙ…َ صَÙ„ّیۓِ ۈسَÙ„ّÙ…ْ عَÙ„Û“ِ سَÙŠّدنَØ¢ Ù…ُØ­َÙ…ّدْ Ùˆَ عَÙ„Û“ِ آلِ سَÙŠّدنَØ¢ Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ..


Dari Habib Abdul Kadir Alhamid

14 Apr 2014

Mabrur Tanpa Haji



Diriwayatkan bahwa Abdullah ibn Almubarak berkata: Pada suatu masa ketika selesai pergi haji, aku tertidur di Masjidil Haram. Tiba-tiba aku bermimpi melihat dua Malaikat turun dari langit, lalu yang satu bertanya: “Berapa banyak orang berhaji tahun ini?” “Enam ratus ribu.” “Berapa banyak yang diterima?” “Tidak seorang pun yang diterima, kecuali seorang tukang sepatu di Damsyiq bernama Muwaffaq. Dia tidak dapat berhaji, tetapi diterima hajinya, sehingga semua yang haji pada tahun ini diterima berkat diterimanya haji Muwaffiq itu.” Ketika saya mendengar percakapan itu, terbangunlah aku dari tidur, dan langsung berangkat ke Damsyiq mencari Muwaffaq. 

Ketika tiba di rumahnya dan kuketuk pintunya, keluarlah seorang laki-laki. Langsung aku bertanya: “Benarkah kau Muwaffaq?” “Ya,”katanya. Lalu aku bertanya: “Kebaikan apakah yang telah Anda lakukan sehingga mencapai derajat yang demikian tinggi?” Jawab Muwaffaq: “Sudah lama sekali aku bermaksud menunaikan ibadah haji, tetapi tidak bisa karena keadaanku. 

Namun mendadak saya mendapatkan uang 300 dirham dari pekerjaan membuat dan menambal sepatu. Lalu saya berniat menunaikan ibadah pada tahun ini. Suatu hari istriku yang tengah hamil mencium bau makanan dari rumah tetanggaku, dia menginginkan makanan itu. Maka aku pun pergi ke rumah tetanggaku, dan keluar dari rumah itu seorang wanita. 

Kemudian saya memberitahukan hajatku. Maka jawabnya: “Saya terpaksa membuka rahasiaku. Sebenarnya anak-anak yatimku sudah tidak makan selama tiga hari. Maka aku keluar untuk mencarikan makanan untuk mereka, tiba-tiba aku mendapat bangkai himar (sejenis kuda kecil). Lalu saya potong sebagian dagingnya dan saya masak. Maka makanan itu halal untuk kami, tetapi haram atas kamu,” jawab wanita itu.

Mendengar jawaban itu, saya kembali ke rumah mengambil uang semuanya 300 dirham itu, dan saya serahkan kepada tetanggaku itu. Aku katakana kepada ibunya, “Belanjakan uang ini untuk anak-anakmu yang yatim itu!” Dan aku berkata pada diriku, “Hajiku di muka pintu rumahku, maka ke manakah aku akan pergi?” Saudaraku! Marilah kita camkan firman Tuhanku ini: “Kebaikan apa yang kamu kerjakan maka sesungguhnya Allah adalah Zat Yang Maha Mengetahui.” (QS. Albaqarah (2): 215) 

(Sumber: Buku “Rahasia Memperoleh Rezeki Halal & Berkah” karya Sulaiman Alkumayi, Pustaka Nuun).

KH. Mustofa Bisri, Hakikat Ikhlas, beserta Sanad sanadnya



Kami, aku dan kakakku Kiai Cholil Bisri, mendengar dari guru kami Syeikh Yasin Al-Fadani dan ayah kami Kiai Bisri Mustofa --rahimahumuLlah, masing-2 berkata: Aku bertanya kpd Sayyid Guru Umar Hamdan ttg hakikat IKHLAS, dan beliau pun berkata: Aku pernah bertanya kpd guruku Syeikh Sayyid Muhammad Ali Al-Witri ttg hal itu dan beliau berkata, Aku pernah bertanya ttg hal itu kpd guruku Syeikh Abdul Ghani Al-Mujaddidi, beliau berkata: Aku pernah bertanya kepada guruku Syeikh Muhammad Abid As-Sindi Al-Anshari, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Shiddiq bin Ali Al-Mizjaji,beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada ayahku, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Hasan Al-Ujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Ahmad al-Qasysyasyi, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Ahmad Syanaawi, beliau berkat: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada ayahku Syeikh Ali Asy-Syanaawi, dan beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Abdul Wahhab Asy-Sya'rani dan beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Al-Haafizh Jalaluddin As-Suyuthi, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada A'isyah binti Jaarullah bin Shaleh Ath-Thabari, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Ibrahim bin Muhammad bin Shiddiq dan beliau berkata: Aku bertanya ttg hal itu kpd Syeikh Abul Abbas Al-Hajjar dan beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Jakfar Ibn Ali AL-Hamdani, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Abul Qasim bin Basykual, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Qadhi Abu Bakar bin aL-'Arabi, beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ismail bin Muhammad Al-Fadhal Al-Ashbihani, beliau berkata: Aku pernah menanyakan halitu kepada Syeikh Abu Bakar bin Ahmad bin Ali bin Khalaf dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Abdurrahman Al-Baihaqi dan beliau berkata: Aku pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ali bin Sa'id Ats-Tsaghrai dan Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Zakaria dan beliau berdua berkata: Kami pernah menanyakan hal itu kepada Syeikh Ali bin Ibrahim Asy-Syaqiqi dan beliau berkata: Aku pernaha menanyakan hal itu kepada Syeikh Abu Ya'qub Asy-Syaruthi, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh AHmad bin Ghassan dan beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Ahmad bin 'Atha' Al-Hujaimi, beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Syeikh Abdul Wahid bin Zaid dan beliau berkata: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Imam Hasan Al-Bashari, beliau menjawab, Aku pernah bertanya kepada shahabat Hudzaifah r.a, beliau menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW ikhlas itu apa, beliau menjawab: Aku pernah menanyakan ttg ikhlas itu kpd malaikat Jibril a.s dan beliau menjawab: Aku pernah bertanya ttg hal itu kepada Allah Rabbul 'Izzaah, dan IA menjawab: "IKHLAS ialah RAHASIA di antara rahasia-rahasiaKU yg KUtitipkan di hati hambaKU yg AKU cintai." 

SUMBER: GUSMUS.NET

Terompah (Sandal) Nabi Muhammad SAW


Sulthonul Qulub Habibana Munzir Bin Fuad Al Musawa Alaihi Rahmatullah,Pernah Menyampaikan :

Ketika Nabiyullah Musa AS menghadap Allah di bukit Turisina maka Allah berfirman :
“Sungguh Aku (Allah) adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompah mu karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci“.( QS. Taha : 12 ).

kita lihat bagaimana Firman Allah yang memerintahkan nabi Musa As.Untuk melepaskan kedua terompah (sandal) nya pada saat ingin menghadap Allah swt.

berbeda pada saat Rasulullah saw. Isra mi'raj menghadap Allah swt.
setelah Baginda Rasul sampai di ‘arsy Ar Rahman beliau tidak diperintah untuk melepas sandalnya,bukan berarti sandalnya lebih mulia dari seluruh makhluk ..
(Jibril kok tidak bisa naik)
tapi sandal Rasul SAW bisa sampai ke hadirat Allah ? 

hingga muncul satu syair :
“ Mana sih yang lebih mulia Jibril atau sandal Rasulullah Saw ? kok sandal Rasulullah Saw bisa sampai ke hadirat Allah..? tentunya (sangat lebih mulia) malaikat Jibril..

Sebab sandal hanya terbuat dari kulit kambing yang tidak ada artinya,tapi masalahnya d sini adalah karena (sandal) tersebut terikat di kaki Sayyidina Muhammad SAW…!, 

ini adalah hukum taba’iyyah (yaitu Bersamaan),Tentunya pakaian Rasul SAW yang dipakai beliau bukan berarti lebih mulia dari semua makhluk,tapi hal itu d karenakan hukum taba’iyyah yaitu terikat dengan Beliau saw.

Renungkanlah wahai saudara ku..
kalau sandal yang terikat di kaki beliau bisa sampai ke hadirat Allah,terlebih lagi jiwa yang cinta yang senantiasa terikat kepada Sayyidina Muhammad SAW…!
Jiwa yang selalu merindukanbeliau,jiwa yang slalu mencintai dan selalu ingin bersama beliau,jiwa yang mengidolakan beliau lebih dari makhluk yang lain..
wahai saudaraku..

semoga dengan sebab terikat 
nya jiwa kita beridolakan Rasulullah Saw..
kelak kita akan di kumpulkan oleh Allah dengan Beliau..
Aamiin Allahumma Aamiin.

Shollu Alan Nabi Muhammad saw........
اَللَّÙ‡ُÙ…َّ صَÙ„ِّ عَÙ„َÙ‰ سيّدنامُØ­َÙ…َّدٍ Ùˆَ عَÙ„َÙ‰ آلِ سيّدنا Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ


Dari Tulisan Habib Mi Al Bin Yahya

Awas Ada Macan



Pada lazimnya, bulan Syawal adalah bulan memulai untuk mondok bagi santri. Demikian pula dengan Wahab Chasbullah muda. Remaja dengan perawakan yang kecil, tidak terlalu tinggi, dan berkulit kuning langsat ini pergi merantau, hendak mondok di Pondok Pesantren yang diasuh oleh KH. Kholil Amin Bangkalan. Sementara itu, di pondok Kiai Kholil sedang mewanti-wanti para santri agar bersiap-siap, memperketat penjagaan. Karena tidak lama lagi akan datang macan di pondok. 

Tentu para santri ‘sendika dawuh’ mengingat di sekitar pondok memang masih berupa hutan belantara. Berhari-hari, hingga minggu dua minggu para santri berjaga-jaga, macan yang dimaksud tidak datang juga. Hingga pada minggu ketiga muncullah seorang pemuda kurus menenteng kopor seng menyapa dengan salam. “Assalamu’alaikum........,” ucap pemuda itu dengan sopan. Mendengar salam itu, sontak Kiai Kholil berteriak: “Santri-santri, macannya sudah datang. Ayo kita usir, jangan sampai masuk pondok!” Sontak para santri pada ribut, mengambil apa saja yang bisa untuk mengusir macan. 

Sang pemuda yang melihat puluhan santri membawa senjata menyerbu ke arah dirinya, langsung saja kabur sejauh-jauhnya. Sang pemuda yang tidak lain adalah Wahab Chasbullah belum bisa mengerti, mengapa dirinya diusir-usir seperti macan yang ditakuti. Tekad hatinya adalah menuntut ilmu, maka keesokan harinya ia datang lagi ke pondok Kiai Kholil. Apa yang terjadi masih sama dengan kemarin. Ia diusir ramai-ramai oleh para santri hingga membuat dirinya kabur. Niat untuk nyantri di hati Wahab Chasbullah tetap tidak surut. Hari ketiga ia datang diam-diam pada malam hari. Mungkin saking lelahnya diusir-usir terus, akhirnya Wahab tertidur di bawah kentongan surau.

Tak disangka, malam itu Kiai Kholil sendiri yang ngonangi(memorgoki, jawa) pemuda itu, maka segera dibangunkannya. Setelah Wahab bangun serta merta dimarahi habis-habisan oleh Kiai Kholil. Wahab muda dibawa ke kediaman Kiai Kholil dan diintegrosi, apa gerangan maksud dan tujuannya. Setelah berhasil menjawab semua pertanyaan Kiai Kholil, akhirnya Wahab Chasbullah diterima sebagai santri Kiai Kholil. Kelak Wahab Chasbullah muda yang diisyaratkan sebagai macan itu menjadi seorang Kiai besar dengan nama KH. Wahab Chasbullah. Beliau menjadi seorang Kiai yang sangat alim, berwibawa bak macan, ahli berdebat untuk sebuah kebenaran, pendiri Komite Hijaz, pembaharu pemikiran, pejuang kemerdekaan, tokoh nasional, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.


10 Apr 2014

Kisah Balasan Menghormati Keturunan Rasulullah SAW (Wanita Alawwiyah)



Di dalam kitab Al-Multaqith diceritakan, bahwa sebagian bangsa Alawiyah ada yang bermukim di daerah Balkha. Ada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami isteri dengan beberapa anak wanita mereka. Keadaan keluarga tersebut serba kekurangan. Ketika suaminya meninggal dunia, isteri beserta anak-anak wanitanya meninggalkan kampung halamannya pergi ke Samarkand untuk menghindari ejekan orang di sekitarnya. Kejadian tersebut terjadi pada musim dingin.

Saat mereka telah memasuki kota, si ibu mengajak anak-anaknya singgah di masjid, sementara dirinya pergi untuk mencari sesuap nasi. Di tengah perjalanan si ibu bertemu dengan dua kelompok orang, yang satu dipimpin oleh seorang Muslim yang merupakan tokoh di kampung itu sendiri, sedang kelompok satunya lagi dipimpin oleh seorang Majusi, pemimpin kampung itu. Si ibu tersebut lalu menghampiri tokoh tersebut dan menjelaskan mengenai dirinya serta berkata,"Aku mohon agar tuan berkenan memberiku makanan untuk keperluan malam ini !" "Tunjukkan bukti-bukti bahawa dirimu benar-benar bangsa Alawiyah", kata tokoh orang Muslim di kampung itu. "Di kampung ini tidak ada orang yang mengenaliku", kata ibu tersebut. Sang tokoh itu pun akhirnya tidak menghiraukannya .

Seterusnya dia memohon kepada si Majusi, pemimpin kampung tersebut. Setelah menjelaskan tentang dirinya dengan tokoh kampung, lelaki Majusi lalu memerintahkan kepada salah seorang anggota keluarganya untuk datang ke masjid bersama si ibu itu. Dan dibawalah seluruh keluarga janda tersebut untuk tinggal di rumah Majusi yang memberinya pula berbagai perhiasan yang bagus.

Tidak berapa lama sesudah itu tokoh masyarakat yang beragama Islam itu bermimpi seakan-akan hari Kiamat telah tiba dan panji kebenaran berada di atas kepala Rasulullah SAW. Dia pun sempat menyaksikan sebuah istana tersusun dari zamrud berwarna hijau. Kepada Rasulullah SAW. dia lalu bertanya", Wahai Rasululah! Milik siapa istana ini ?""Milik seorang Muslim yang mengesakan Allah", jawab Rasulullah. "Wahai Rasulullah, aku pun seorang Muslim", jawabnya. "Coba tunjukkan kepadaku bahawa dirimu benar-benar seorang Muslim yang mengesakan Allah", sabda Rasulullah SAW. kepadanya. Dia pun bingung atas pertanyaan Rasulullah. Rasulullah SAW. kemudian bersabda lagi,"Di saat wanita Alawiyah datang kepadamu, bukankah kamu berkata kepadanya,"Tunjukkan mengenai dirimu kepadaku !" Karenanya, demikian juga yang harus kamu lakukan, yaitu tunjukkan dahulu mengenai bukti diri kamu sebagai seorang Muslim kepadaku !"

Sesaat kemudian lelaki muslim itu terjaga dari tidurnya dan air matanya pun jatuh berderai, lalu dia memukuli mukanya sendiri. Dia berkeliling kota untuk mencari wanita Alawiyah yang pernah memohon pertolongan kepadanya, hingga dia mengetahui di mana kini wanita tersebut berada. Lelaki Muslim itu segera berangkat ke rumah orang Majusi yang telah menampung wanita Alawiyah beserta anak-anaknya. "Di mana wanita Alawiyah itu ?"tanya lelaki Muslim kepada orang Majusi. "Ada padaku", jawab si Majusi. "Aku ingin menemuinya", ujar lelaki Muslim itu. "Tidak semudah itu", jawab lelaki Majusi. "Ambillah uang seribu dinar dariku dan antar mereka untuk menemuiku", desak lelaki Muslim. "Aku tidak akan melepaskannya. Mereka telah tinggal di rumahku, dan dari mereka aku telah mendapatkan berkatnya", jawab lelaki Majusi itu. "Tidak boleh, engkau harus menyerahkannya" , ujar lelaki Muslim itu seolah-olah memaksa.

Maka, lelaki Majusi pun menegaskan kepada tokoh Muslim itu :"Akulah yang berhak menentukan apa yang kamu minta. Dan istana yang pernah kamu lihat dalam mimpi itu adalah diciptakan untukku ! Apakah kamu mau menunjukkan keislamanmu kepadaku ? Demi Allah, aku dan seluruh keluargaku tidak akan tidur sebelum kami memeluk agama Islam di hadapan wanita Alawiyah itu, dan aku pun telah bermimpi 

sebagaiman yang kamu mimpikan, serta Rasulullah SAW. sendiri telah pula bersabda kepadaku,"Adakah wanita Alawiyah beserta anaknya itu padamu ? " Ya, benar", jawabku. "Istana itu adalah milikmu dan seluruh keluargamu. Kamu dan semua keluargamu termasuk penduduk syurga, karena Allah sejak zaman azali dahulu telah menciptakanmu sebagai orang Mukmin", sabda Rasulullah kembali.

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah Hadist :
”Empat golongan yang akan memperolehi syafaatku pada hari kiamat : Orang yang menghormati keturunanku, orang yang memenuhi keperluan mereka, orang yang berusaha membantu urusan mereka pada saat diperlukan, dan orang yang mencintai mereka dengan hati dan lidahnya.”


Dari Habib Mi Al Bin Yahya

8 Apr 2014

Indahnya Kaligrafi Islam dari Cina

Sejak zaman Dinasti Ming Cina (1368-1644), muslim keturunan Arab dan Persia yang dulunya bermigrasi ke Cina sejak zaman Dinasti Tang (pertengahan abad ke-7), perlahan-lahan melakukan asimilasi terhadap budaya Cina. Mereka menikah dengan penduduk lokal dan bahkan mengganti namanya dengan nama Cina. ‘Ma’ adalah ‘Muhammad’ dalam versi Cina. Seperti ‘Ma Ho’, yang merupakan nama kecil dari Laksamana Cheng Ho, seorang admiral legendaris muslim dari Cina yang berperan penting terhadap penyebaran Islam di Indonesia.

Kebudayaan Islam ikut terserap ke dalam budaya Cina termasuk seni kaligrafi. ‘Xiaojing’ adalah cara yang digunakan untuk menulis bahasa Cina menggunakan huruf Arab. Gambar menunjukkan inovasi baru dari seorang seniman muslim Cina bernama Haji Noor Deen (Mi Guang Jiang), yang merupakan fusi antara kaligrafi Arab dan Cina. Karya-karyanya lebih kepada menulis kaligrafi Arab dengan mengadopsi keindahan seni kaligrafi Cina. Keahliannya membawa beliau untuk memberikan kuliah dan workshop di universitas-universitas ternama dunia seperti Harvard dan MIT. Hasilnya tidak mengecewakan…ternyata, banyak juga kaligrafi Cina yang menarik dan unik.

Islam-Chinese Calligraphy dinamakan sebagai sini khat “Sini”, menggabungkan elemen Arab dan tulisan Cina, menggunakan kuas bulu kuda yang biasa digunakan oleh orang Cina. Lihat gambar pertama, itu adalah lafaz بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ€ٰÙ†ِ الرَّØ­ِيمِ dalam khat Sini.

Lihat kaligrafi-kaligrafi yang terpilih dalam blog ini….

                                                                   Surah Al-Fatihah
(Kertas ini dibentang mengikut cara penulisannya,walaupun Al-Fatihah akan lebih jelas jikalau horizontal)


                                                Lafaz Basmallah. (Kecil) dan Surah Al-Ikhlas.


                                     Alhamdulillah dan Syahadatain. Makrokaligrafi Permaidani


                                Alhamdulillah…Makrokaligrafi Seperti Pohon, Akar dan Tanah…


                              Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah) diatas kertas bermotif “Kipas Emas”


                                       Ada motif makrokaligrafi ( kapal layar?) Alhamdulillah..


                                                 Wow, cantik! “Allah” dalam bentuk bunga.


                                                     Allahuakbar….Makrokaligrafi Pedang.


                                                       Al-Rahim (Yang Maha Penyayang)


 Kaligrafi Arab oleh penulis Cina. Lafaz Basmallah, Asma’ul Husna, dan Hadith Nabi dari Abu Hurairah


                                                                         Bismillah...


 Sama tapi tak serupa…Coba terka ketiga-tiga “khat Sini” ini membawa maksud apa?(Ini Lafaz Basmallah)


                                             Motif Alam sekitar + Labu Air?Lafaz Basmallah


 Lafaz Basmallah (besar) dan doa dari al-Quran “Dan dia berkata; Tuhanku Tambahkanlah Ilmuku” (kecil – tulisan Cina)


                                                                       Lafaz Basmallah


                                          Lafaz Basmallah, tak tau motif makrokaligrafinya apa…


                                                                          Bassmallah


                                                                        Bassmallah


                                                                    Khat Sini “bergerigi”…

                         Makrokaligrafi Buah (Seperti Buah Pear) - Lafaz Basmallah Dan Ayat Kursi


                                           Lafaz Basmallah Surah Al-Ikhlas dan “الْØ­َÙ…ْدُ Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ رَبِّ الْعَالَÙ…ِينَ




                                                                        Basmallah?


                                      Orang Bersorban Ya Mustafa (gelaran Nabi Muhammad)


                                                                          Ya Rahim


     Bulatan demi bulatan (macam piring) Syahadatain (3 bulatan) Alhamdulillahi Rabbil Alamin (tengah)


                                                                 Pohon? Syahadatain


                                     Syahadatain: Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Rasulullah.


                                            Syahadatain Makrokaligrafi Pedang Bermata Dua


                                                              Al-Fatihah dan Syahadatain



Sumber

Tolong Sampaikan Sedekahku Ini Kepada Para Pelacur



Seorang ulama besar sedang asyik membacakan serta mensyarahkan maksud hadist kepada para muridnya.
Tiba-tiba sang guru berhenti membacakan hadist dan menanyakan sesuatu yang membuatkan semua murid terperangah.

“Muridku sekalian....., aku punya hajat yang sangat besar.
Adakah diantara kalian yang mampu menunaikan hajatku ini...???” Tanya sang guru pada seluruh muridnya.
Salah seorang murid menjawab dengan penuh adab: 
“ Hajat apakah wahai Tuan Guru..??? Khabarkanlah kepada kami, semoga kami mampu untuk menunaikannya untuk Tuan Guru”.

Sang Guru menarik nafas dengan perlahan seraya berkata: 
“ Aku punya sedikit harta yang ingin aku sedekahkan....

adakah yang ingin membantuku membagikan harta ini...???”
“Kami bersedia membantumu wahai Tuan Guru untuk mebagikankan harta ini...!!”. jawab Murid tersebut dengan bersemangat.

“Kalau boleh tahu, kepada siapakah harta ini akan dibahagikan...???”. seorang murid yang lain bertanya dengan lebih lanjut.
“Hartaku ini akan aku sedekahkan kepada para pelacur yang berada di tempat ujung sebelah sana dan sebelah sana..!!". Jawab Tuan Guru dengan tenang.

Keadaan menjadi bingung, masing-masing keliru dengan tujuan utama Tuan Guru yang terkenal alim dan soleh ini.
“Aku sudah menduga bahawa kamu semua tentu tidak akan mampu untuk melaksanakan hajatku ini.
Kalau begitu tidaklah mengapa......

Biarlah aku sendiri yang pergi menyampaikannya.” Tuan Guru menjawab dengan tenang.
Para murid merasa bersalah di atas sikapnya.Salah seorang murid senior Tuan Guru menawarkan dirinya untuk menyampaikan harta tersebut.
Mana mungkin dia boleh membiarkan Tuan Guru yang terkenal hebat dan wara’ ini dibiarkan masuk dan bertandang ke tempat hina seperti itu.

“Ketuklah setiap pintu rumah pelacuran tersebut dan ketika kamu menyampaikan sedekah ini katakan bahwa ini adalah sedekah daripadaku (Nama tuan guru) dan doakan aku semoga diberkati oleh Allah ta'ala” Tuan Guru memberikan pesanan kepada muridnya tersebut.

Maka sang murid yang mulia ini terus memulai tugasnya dengan penuh tanda tanya di dalam pemikirannya:
"Mengapa Tuan Guru ingin benar memberikan sedekah kepada golongan hina ini.
Namun arahan Tuan Guru perlu dilaksanakan.Sang murid menutup mukanya dan terus masuk ke kawasan pelacuran tersebut.

Beliau mengetuk setiap pintu rumah pelacuran di kawasan itu dan menyampaikan apa yang dipesan oleh Tuan Guru kepadanya.

“Assalamualaikum, maafkan saya mengganggu,saya adalah utusan dari Tuan Guru ingin menyampaikan sedekah dari beliau kepada kalian.
Beliau berpesan agar mendoakan beliau semoga dirahmati oleh Allah ta'ala”.
Terkejut para pelacur bila mendengar nama Tuan Guru yang alim dan wara tersebut sudi memberikan sedekah kepada mereka.

Setelah selesai tugasnya, sang murid merasa lega, sambil menghelakan nafasnya.
Masing-masing menanti-nanti apakah yang akan terjadi selanjutnya setelah peristiwa tersebut.
Keesokkan paginya , sesuatu yang mengejutkan benar2 terjadi.....
Seluruh bumi Syria gempar melihat hampir keseluruhan pelacur yang ada di kawasan tersebut telah beramai-ramai datang menunaikan solat Subuh di Masjid Tuan Guru.

Mereka datang mendengar majlis pengajian daripada Tuan Guru dan bertaubat dari segala dosa-dosa yang telah mereka lakukan.

Barulah semua murid faham mengapakah Tuan Guru benar-benar ingin menyampaikan sedekah tersebut kepada golongan pelacur.

Ini merupakah karamah yang Allah ta'ala kurniakan kepada Tuan Guru yang wara’ ini.
Dakwahnya yang sangat lembut dan berkesan memberikan pengaruh yang sangat besar kepada kehidupan pelacur-pelacur tersebut.

~~ Tuan Guru yang saya maksudkan di sini ialah ( al-Alim al-Allamah Muhaddis al-Syam Sayyid Badruddin al-Hasani rahimahullahu taala. ).
Beliau wafat pada 1354 Hijriyah.
Beliau digelar “Khatimah al-Huffaz dan al-Muhaddiststin”.

-- Mula mengarang kitab ketika umurnya belum sampai 20 tahun.
Beliau mengajar di Masjid Umawi:

Perbagai bidang ilmu seperti Nahwu, Sarf, Balaghah, Mantiq, Fiqh dan lain-lain.
Menurut Syeikh al-Allamah Mahmud Rashid al-Attar rahimahullah (wafat 1362 Hijriyah).
-- Syeikh Badruddin al-Hasani juga mengajar kitab Tafsir Baidhawi tanpa melihat kepada kitab dan tanpa memegang apa-apa kertas pun ditangannya.

Tafsir tersebut telah dihafalnya dan dikuasainya dengan begitu hebat.
Ketika umur Syeikh al-Allamah Badruddin al-Hasani mencapai 30 tahun beliau mula mengajar Sahih Bukhari di Masjid al-Sadat.

Ini juga dilakukan tanpa melihat kitab sedikitpun.Beliau menghafal keseluruhan Sahih Bukhari di dalam dadanya.

Menurut para ulama tidak pernah dilihat seseorang yang begitu alim menyampaikan pengajian dengan keseluruhan bidang ilmu seperti Syeikh Badruddin al-Hasani rahimahullah.
Ketika mensyarahkan Sahih Bukhari , keseluruhan ilmu dibahaskannya termasuk, hikmah-hikmah, falsafah dan lain-lain.

Antara kelebihan Syeikh Badruddin al-Hasani rahimahullah juga ialah.
Semuanya mampu untuk memahami apa yang disampaikannya, bukan hanya para ulama dan penuntut ilmu, malah para petani dan orang awam yang biasa juga mampu untuk memahami apa yang disampaikan oleh Syeikh al-Murabbi rahimahullah.

Ini kerana keikhlasannya yang begitu tinggi ketika menyampaikan pengajian.
Beliau juga digelar Qutb al-Zaman (Wali Allah yang menjadi paksi kepada seluruh para wali ketika itu) dan Mujaddid pada zaman tersebut.


Dari Syarifah Fathimah Al Habsyie