CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)

13 Mar 2014

Ibadah Dengan Cinta



Cinta terhadap Allah dan para hamba-Nya adalah sangat indah. Jika kamu mengerjakan sesuatu dengan cinta, maka Allah akan menerimanya dan Dia membuatnya terasa menyenangkan bagimu. Jika kamu mencintai pekerjaaanmu, akan lebih mudah mengerjakannya, sebaliknya jika tidak, maka pekerjaan itu akan membebanimu. Allah swt berfirman, “Aku tidak membutuhkan ibadahmu, Aku hanya mencari cinta yang kamu berikan.” 

Wahai orang yang beriman, jangan seperti budak yang mendayung dalam kapal layar dengan paksaan. Jika kamu shalat, lakukanlah dengan cinta, bukan dengan terpaksa, seolah-olah ada seorang pengawas yang mengawasimu dengan cambuk di tangannya, karena Allah tidak akan menghargai ibadah seperti itu. 

Kita sudah mencoba melaksanakan semua praktek-praktek ibadah yang telah dianjurkan, tetapi kita lupa untuk memohon cinta Allah, sehingga ibadah kita menjadi manis, bukan ibadah bagaikan sebuah robot mekanik tanpa rasa. Apakah yang akan menjadi buah dari ibadah tersebut? Jika bukan karena cinta, tentu itu adalah buah yang pahit dan tidak diterima. 

Jika ibadah kita menyebabkan cinta kepada Allah tumbuh dalam hati kita, maka kita harus menjaganya dan melanjutkan praktek ibadah itu dalam hidup kita. Cinta kepada Allah tidak mudah didapat, karena kita tidak bisa membayangkan-Nya, sehingga Allah swt mengutus Nabi-Nabi untuk mewakili cinta-Nya. 

Kekasih Allah, Rasulullah Muhammad saw, adalah media yang murni untuk mentransmisikan cinta itu, oleh sebab itu cinta para sahabat dan cinta para kekasih-Nya menyatu dengannya dan kita merasakannya bagai samudera cinta dalam ibadah kita. 


Dikutip dari Buku Cinta dan Kerinduan, by Syaikh Arief Hamdani
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: