CintaNya kepadaku jauh lebih dulu ada, dibandingkan cintaku kepadaNya, dan Dia sudah menemukanku, sebelum aku mencariNya (Abu Yazid Al-Bustami qs)

14 Agu 2015

Habib Munzir Al-Musawa, Rasulullah SAW Mengenal Semua Pembelanya



foto ketika Habibana Munzir Almusawa menunggui seorang crew umbul-umbul Majelis Rasulullah saw yang sedang di obati di RS.MMC kuningan, ketika itu crew ini terjatuh dari motor sepulangnya dari melepas umbul-umbul ba'da majelis malam selasa di masjid almunawar pancoran setelah mendengar kejadian itu,habibana sendiri yang langsung memerintahkan ia untuk dipindahkan ke RS.MMC agar bisa ditangani dengan maklsimal mereka ahlul khidmah mendapatkan perhatian khusus dari beliau dan telah dijamin langsung oleh Rasulullah saw betapa indahnya menjalin Hubungan dengan orang-orang yang menepati janjinya lalu aku ini siapa???yang hanya mengaku-ngaku menjadi murid beliau..

Habibana Munzir bin Fuad Almusawa:
Rasul saw mengenal semua pendukung dakwahnya,

ketika saya berjumpa dg beliau saw dan saat itu kami sedang tamasya bersama crew yg siang malam aktif tanpa mengenal lelah dan sukarelawan memasang umbul umbul majelis, dlsb tanpa perduli hujan mengguyur, atau panas terik, atau tidak sempat makan karena tugasnya, maka dalam keadaan itu selepas event besar saya mengajak mereka tamasya untuk menyenangkan dan menghibur mereka,

lalu hamba berjumpa dg Rasul saw, dan hamba berkata: wahai Rasulullah (saw), mereka adalah pembelamu dan pendukungmu, apakah baginda mengenal mereka?, jumlah mereka ratusan....,

maka Rasul saw balik
bertanya, apakah kau hafal nama nama mereka?, hamba menjawab tidak Ya Rasulullah saw,, jumlah mereka ratusan...

Rasul saw menjawab : aku mengenal semua nama mereka, wajah mereka, dan aku mengenal ayah bunda mereka dan nama namanya, yg telah wafat sudah kusyafaati ruhnya.

tak lama hamba melihat seperti kumpulan orang orang setengah baya pria dan wanita yg bahagia dan gembira, mereka adalah ayah bunda para crew yg telah disyafaati Rasul saw di alam kubur, mereka berkata, setiap anak kami menggenggam kayu umbul umbul atau berbuat hal yg mendukung dakwah Nabi saw, maka saat saat itu adalah saat saat terindah bagi kami, karena saaat saat itulah kami diizinkan duduk bersama Rasul saw.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita, Wallahu a'lam

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw, mari bergabung bersama kami bersma sama meneruskan cita-cita guru mulia kita sulthonul qulub habibana Munzir bin fuad almusawa, kita tidak mampu ber khidmah semasa beliau masih ada mka sudah saat nya kita khidmah pada beliaudengan cara membantu meramaikan majelis-majelis beliau

Kecintaan Abu Yazid KepadaNya



“Tuan, engkau boleh berjalan di atas air!”, murid-muridnya berkata dengan penuh kekaguman kepada Abu Yazid

“Itu bukan apa-apa. Sepotong kayu juga boleh,” Beliau menjawab.

“Tapi engkau juga boleh terbang di angkasa.”

“Demikian juga burung-burung itu,” tunjuk Abu yazid ke langit.

“Engkau juga mampu pergi ke Ka’bah dalam semalam.”

“Setiap pengkelana yang kuat pun akan mampu pergi dari India ke Demavand dalam waktu satu malam,” jawab Abu Yazid

“Kalau begitu, apa kehebatan seorang lelaki sejati?” murid-muridnya ingin tahu.

“Lelaki sejati,” jawab Abu Yazid: “adalah mereka yang mampu melekatkan hatinya tidak kepada sesuatu pun selain Allah”.
Hampir setiap hari Abu Yazid Al Bustami begitu asyik dengan Tuhan. Keasyikan itu membuat dia sering lupa ketika memanggil nama seorang muridnya yang telah belajar padanya selama 30 tahun.

“Anakku siapakah namamu?” Tanya Abu Yazid kepada murid tersebut.

“Engkau suka mengolok-olokku, Guru,” kata sang murid. “Sudah tiga puluh tahun aku belajar kepadamu tetapi hampir setiap hari engkau menanyakan namaku.”

“Bukan aku mengolok-olokmu, Anakku,” Kata Abu Yazid Al Bustami. “Tetapi nama-Nya telah memasuki hatiku dan mengeluarkan semua nama lain sehingga aku selalu lupa setiap kali mengingat nama baru.”

Dikutip dari FB Syed Ali Zainal Abidin

13 Agu 2015

Kisah Waliyullah Baghdad, Jagalah Hati




Di Baghdad, pada waktu itu kursi singgasana dari ulama tertinggi diduduki oleh seorang suci yang shaleh dengan nama Abu Abdullah Al-Andalusi. Beliau adalah seorang ulama terkenal dan Muhaddits dengan dua belas ribu murid duduk belajar di bawah kakinya. Ia menghafal puluhan ribu hadits dengan hati, dan bisa membaca Al-Quran dengan berbagai model qiraat.
Pada suatu kesempatan tertentu, ia melakukan perjalanan dan disertai oleh rombongan murid dan sahabatnya, di antaranya yang terkenal ada Imam Junaid Al Baghdadi dan Syaikh Syibli Rahimahumullah.

Syaikh Shibli bercerita: caravan kami bepergian bersama dengan aman dan nyaman bersama rahmat Allah, sampai kami melewati daerah di mana orang-orang Kristen tinggal. Ketika kami mencapai desa Kristen itu, kami mencari air, tapi tidak bisa menemukan apapun. Kami melewati desa itu dan menemukan bahwa ada banyak gereja, kuil kaum majusi, tempat ibadah kaum yahudi dan rumah-rumah tempat menyembah berhala dan lain-lain, Kami terheran heran melihat kondisi mereka.
Kami melewati semua ini dan mencapai pinggiran desa di mana kami menemukan beberapa gadis sedang menimba air sumur bagi orang untuk minum. Dan Di antara gadis-gadis ini ada salah satu yang sangat cantik jelita, ia mengenakan kalung emas di lehernya. 
Ketika Syaikh Abu Abdullah melihatnya, rona wajahnya berubah. Syaikh bertanya pada seorang gadis lain tentang gadis yang cantik itu dan menerima jawaban : "Ia adalah putri dari penguasa desa ini."

Syaikh bertanya lagi : "Tapi, mengapa ayahnya mempermalukan anaknya dengan membiarkan ia bekerja bagai budak sahaya?"
Gadis yg ditanya itu sekali lagi menjawab: "Ayahnya melakukan ini dengan maksud ketika ia menikah nanti, ia akan dapat menghormati dan melayani suaminya dgn baik. Ia tidak ingin anaknya menjadi sombong dari statusnya".
Syaikh duduk dengan kepala membungkuk ke depan dan tetap diam. Selama tiga hari dia tidak makan atau minum. hanya bangkit berdiri waktu sholat tiba, Murid dan sahabatnya tidak tahu apa yang harus dilakukan atau dikatakan.
Syaikh Syibli mengatakan: "Aku memutuskan untuk berbicara dengannya. Aku mendekatinya dan berkata, "Wahai Syaikh, murid dan sahabat anda sedang bingung melihat keheningan Anda selama tiga hari terakhir. Silahkan berbicara kepada kami".
Syaikh menjawab: "Wahai kalian semua, ketahuilah bahwa hati ku ini telah menjadi penuh dengan cinta untuk gadis yang kita lihat beberapa hari lalu, adalah tidak mungkin bagi ku dalam keadaan apapun untuk meninggalkan tempat ini".
Syaikh Syibli menjawab: "Duhai Pemimpin kami! Anda adalah pemandu spiritual kota baghdad. Keshalehan Anda dikenal jauh dan luas. Jumlah murid Anda lebih dari dua belas ribu orang. Demi kesucian Al Quran, jangan membawa aib kepada kami dan mereka".

Syaikh Abu Abdullah menjawab: "Wahai sahabat, takdirku telah disegel oleh nasib. Aku bukan siapa-siapa lagi. Jubah kesucian telah dihapus dan tanda-tanda bimbingan telah diambil dari diriku!!".
Sambil Mengatakan ini Syaikh Abu Abdullah mulai menangis getir. "Lanjutkan perjalanan kalian dan biarkan aku sendiri disini, Nasib ku telah disegel", katanya kepada kami.
Kami tercengang. Kami memohon kepada Allah untuk perlindungan-Nya dan kami menangis sampai tanah di bawah kaki kami menjadi basah dengan air mata kesedihan.

Kami kembali ke Baghdad. Ketika orang-orang mendengar kami kembali, mereka datang dalam jumlah besar menyambut di pinggiran kota untuk mengucapkan selamat datang kepada Syaikh tercinta mereka. Mereka melihat bahwa ia tidak bersama dengan kami lagi dan bertanya di mana dia. Kami katakan kepada mereka seluruh cerita. Banyak dari murid-muridnya semaput dalam kesedihan ketika mereka mendengar tentang kondisinya. Lainnya menangis penuh bela sungkawa dan tidak percaya dgn apa yang terjadi. Semua memohon pada Allah untuk membimbing Syaikh ke jalan yang benar dan mengembalikannya kepada keadaan semula. Semua tempat dimana ia biasa duduk dan berceramah ditutup dan tidak terurus.

Kami terus dan tetap dalam kondisi menyedihkan ini selama satu tahun penuh. Akhirnya, aku (syaikh Syibli), bersama dengan beberapa teman memutuskan untuk mengunjungi desa nasrani itu lagi dan mencari tahu bagaimana keadaan Syaikh kami. 
Ketika kami tiba disana dan bertanya tentang dia dan diberitahu bahwa ia berada di hutan menjaga babi. Kami bertanya: "Apa yang terjadi?" Kami diberitahu bahwa ia telah melamar gadis itu untuk menikah. Tapi, ayah gadis itu telah menolak dan mengajukan syarat tertentu: ia harus mengikuti agama gadis itu, ia harus menjadi pelayan di gereja dan ia harus menjaga peternakan babi. Syaikh telah memenuhi semua kondisi ini dan saat ini sedang memenuhi syarat terakhir, menjaga peternakan babi!!

"Dengan hati yang hancur dan air mata mengalir, kami pergi ke hutan untuk menemukannya. Dia berdiri di tengah babi babi. Di pinggang ada ikat pinggang manik-manik. Di kepalanya ada topi tradisional Kristen. Dia berdiri bersandar pada dinding kayu yang mirip digunakan untuk bersandar pada saat menyampaikan khotbah di mihraab kami!
Ketika ia melihat kami ia menundukkan kepalanya karena malu. Kami datang lebih dekat dan berkata, "Assalaamu Alaikum ya syaikh". Dan Ia menjawab: "Wa Alaikumus salaam".
Shaikh Syibli kemudian bertanya: "Wahai Syaikh, ada apa dengan semua ini? Apa yang terjadi padamu? Apa yang terjadi dengan semua pengetahuan dan kebajikanmu?".
Syaikh menjawab: "sahabat ku dan saudara-saudaraku, aku sekarang tidak lagi memegang kendali. Apapun yang telah ditetapkan Allah untuk ku, telah terjadi. Aku pernah menjadi orang yang dikasihi-Nya. Tapi sekarang Allah telah menghalauku sangat jauh dari pintu-Nya. 
Wahai para Kekasih Allah, berhati-hatilah agar tidak ditolak dan dijauhkan dari Allah. Duhai para Kekasih Allah, berhati-hatilah dengan kemarahan Allah yang mampu membuat kalian terputus dari-Nya"...

Kemudian ia menengadah ke arah langit dan berkata: "Ya Tuhanku, aku tidak pernah berharap dan menyangka bahwa suatu saat aku akan mengalami perlakuan seperti ini dari Mu"..
Kemudian ia mulai menangis pahit dan banyak berdoa pada Allah.
Syaikh Syibli juga mengangkat tangan dan memohon pada Allah dengan suara nyaring: "Hanya kepada Mu kami mencari bantuan. Hanya Kepada Mu kami bersandar, Demi kasih dan karunia Mu, hapus kesulitan ini dari kami! Hanya Engkau yang bisa menyelamatkan kami".
Ketika babi babi itu mendengar tangisan kami mereka mulai menggosok gosokkan kepala mereka di pasir dan mulai berteriak dan melolong begitu keras sehingga gemanya seperti membuat hutan dan gunung ikut meratap. Syaikh Syibli mengatakan: "kebisingin itu membuat aku berpikir seolah Qiyaamah datang". Syaikh Abu Abdullah terus menangis tak terkendali.
Syaikh Syibli melanjutkan: Kami berkata kepadanya: "Syaikh, mengapa Anda tidak kembali bersama kami ke Baghdad?" 

Syaikh menjawab: "Bagaimana aku bisa? Aku harus melihat dan menjaga babi, meskipun sebelumnya aku pernah melihat ke hati manusia! "
Syaikh Sybli kembali bertanya : "Anda adalah Hafidz dari Quraan dan Anda bisa membaca tujuh mode qiraat. Apakah Anda tidak ingat apa-apa dari Quraan? "
Syaikh menjawab: "Aku lupa semuanya kecuali dua ayat dari Quraan:
ومن يهن الله فما له من مكرم ۚ إن الله يفعل ما يشاء ۩ (١٨)
Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
"Dan, kedua, ayat:
ومن يتبدل الكفر بالإيمان فقد ضل سواء السبيل (١٠٨)
Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.
Syaikh Sybli terus bertanya: "Anda hafal puluhan ribu hadits dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Adakah yang masih anda ingat?"
Dia menjawab: "Hanya satu: 'Orang yang meninggalkan imannya, basmilah ia",
Bingung dan putus asa dengan keadaannya, akhirnya kami meninggalkan Syaikh Abu Abdullah dan kami pulang menuju Baghdad...

Namun, setelah kami telah berjalan selama tiga hari kami tiba-tiba melihat Syaikh di depan kami. Beliau keluar dari sungai, di mana ia baru saja melakukan mandi. Dengan suara lantang ia menyatakan syahaadah: "Aku bersaksi bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah utusan-Nya".

Kami tidak bisa mengendalikan rasa sukacita dan kebahagiaan ketika kami melihat dia. Ia meminta kami beberapa pakaian bersih dan suci yang kemudian dikenakannya. Beliau kemudian melakukan shalat. Kami mengucapkan terima kasih dan rasa syukur kami kepada Allah, karena telah kembalikan syaikh Abu Abdullah untuk kami dan kami bertanya apa yang telah terjadi padanya.
Ia menjawab: "Ketika kalian meninggalkan aku, aku berpaling kepada Allah dengan rasa cinta dan kasih sayang bagi-Nya yang tersisa". 

'Wahai Pelindungku, aku seorang yang penuh dosa dan melewati batas'
Allah mengampuni ku dan kembali menyelimutiku dengan rahmat-Nya"..
Kami bertanya: "Tapi, mengapa Anda terjebak dalam musibah ini?".
Syaikh menjawab: "Ketika kita pertama kali tiba di desa itu dan melihat kuil-kuil, rumah-rumah ibadat dan gereja, aku berpikir: 'Orang-orang ini tidak ada apa apanya dibandingkan dengan ku. Aku percaya dan menyembah satu Allah' dan pada saat itu pula aku mendengar suara dari dalam diri ku mengatakan:'kalau Iman seperti ini yang Anda miliki dan banggakan, sungguh bukan karena kebaikan Anda dengan cara apapun. Jika Anda begitu ingin bukti, Kami akan menunjukkan sekarang juga".

Segera setelah itu aku merasa seolah-olah ada sesuatu yang meninggalkan hatiku dan terbang pergi. Itu adalah Imaan ku dicabut meninggalkan diriku".
Syaikh syibli menutup ceritanya dengan mengatakan: "Kami sangat gembira. Kafilah kami tiba di Baghdad dengan sukacita yang besar. Tempat Syaikh mengajar dan berkhotbah dibuka kembali. Dalam waktu singkat murid-muridnya meningkat berjumlah lebih dari empat puluh ribu orang. Allah telah mengembalikan kepadanya ilmu pengetahuan tentang Quraan dan Hadits dan memberkatinya dengan pengetahuan lebih lanjut"

(*sumber-Al-Mustatraf) -- link
Pelajaran Yang bisa diambil dari kisah ini:
1. Jangan pernah berpikir bahwa orang lain lebih rendah dari diri kita sendiri.
2. Imaan adalah yang terbesar dari rahmat yang diberikan Allah atas siapa yang Dia pilih. Ketika kita diberkati dengan Imaan kita harus menghargai itu dan melindunginya setiap saat.
3. Allah mengampuni orang yang bertobat, tidak peduli seberapa besar dosanya.
Allahumma sholli alaa Sayyidina Muhammad wa alaa aali Sayyidina Muhammad..

11 Agu 2015

Nasehat Imam Ghazali



Imam Abu Hamid Al Ghazali :

"keyakinan Anda bahwa Anda lebih baik daripada yang lain adalah kebodohan belaka. Sebaliknya Anda tidak seharusnya melihat siapa pun tanpa mempertimbangkan bahwa ia lebih baik dari Anda dan mengungguli Anda.

Jadi, jika Anda melihat seorang anak, Anda akan mengatakan, 'Anak ini tidak pernah berbuat dosa terhadap Allah, tapi aku telah berdosa, jadi dia lebih baik daripada ku'

Dan jika Anda melihat orang yang lebih tua, Anda mengatakan, 'Orang ini telah menjadi seorang hamba Allah lebih lama dariku dan tentu saja lebih baik daripada Ku'

Jika dia adalah seorang ulama, Anda mengatakan, 'Orang ini telah diberikan apa yang belum diberikan padaku dan mencapai apa yang belum kucapai, dan tahu apa yang belum kuketahui; lalu bagaimana aku akan menjadi seperti dia? '

Dan jika bertemu seorang bodoh dan pendosa, Anda akan mengatakan, 'Orang ini telah berdosa kepada Allah dalam kebodohan, dan aku telah berdosa melawan Allah dengan sadar, sehingga hukuman Allah terhadap ku lebih kuat, dan aku tidak tahu apa akhir Yang ditulis Allah buatku dan apa akhir kepadanya. "

Jika dia seorang kafir, Anda katakan, "Aku tidak tahu; mungkin suatu hari ia akan menjadi seorang Muslim dan hidupnya akan berakhir berbuat baik, dan karena penerimaannya pada Islam dosa-dosanya akan dihapus, ; tapi bagi ku - mungkin Tuhan akan menuntunku tersesat sehingga aku menjadi kafir dan hidup ku berakhir melakukan kejahatan,(tsumma naudzubillah). "

Kesombongan tidak akan meninggalkan hatimu kecuali jika Anda tahu bahwa orang besar adalah orang yang besar dlm pandangan Allah Yang Mahatinggi. Itu adalah sesuatu yang tidak dapat diketahui sampai akhir hidup, dan jika ada keraguan tentang itu (akhir dan apakah itu akan baik atau buruk).maka biarkan ketakutan menduduki hati Anda dan menjaga Anda dari membuat diri Anda keluar jalur, Keyakinan dan iman saat ini tidak mengecualikan kemungkinan Anda berubah di masa depan; Allah adalah Pengubah dan pembolak balik hati; Ia menuntun siapa yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki. "
*sumber Bidayah al-Hidaya

Imam Hasan Al-Basri, Khutbah Jumat dan Para Budak



Imam Hasan Al-Basri Radhiallahu Anhu adalah salah satu Tabi'en (murid para Sahabat RA) yang terbaik.
Pada suatu waktu setelah memberikan khotbah Jumat, sekelompok budak datang kepadanya dan berkata, "Sheikh tolonglah, jumat depan, berikan khutbah tentang kebaikan membebaskan budak!", Imam Hasan setuju dan ketika hari jumat tiba, para budak menunggu dengan cemas, Imam Hasan naik mimbar bagai matahari naik ke langit. Kata katanya Merasuki hati dan membawa air mata para pendengar mengalir meski dari mata yang kering, tetapi beliau sama sekali tidak menyebutkan apa-apa tentang membebaskan budak ? Para budak berpikir untuk diri mereka sendiri bahwa sang imam pasti lupa, dengan demikian, sekali lagi, jumat berikutnya mereka duduk memenuhi shaf shaf terdepan dan menunggu berharap untuk segera ada pembicaraan tentang pembebasan. Namun, sang imam tetap tidak menyebutkan apapun mengenai pembebasan budak. Setelah beberapa minggu terjadi peristiwa yang sama, para budak yakin bahwa imam Hasan telah melupakan janjinya atau memang bermaksud memandang dan suka dengan status para budak yang terhina..

Jumat demi jumat Hingga Satu tahun berlalu dan para budak lelah memasuki Masjid untuk berharap. Mereka sudah lama melupakan permintaan mereka, dan tiba-tiba, pada suatu jumat Imam Hasan akhirnya berbicara tentang perlunya pembebasan budak, Wajah para budak bersinar bak mentari dan berseri seri gembira, Sang Imam menghimbau para majikan atau pemilik budak semua untuk membebaskan budak mereka dalam pertukaran dengan rahmat dan ridha Allah.

Setelah khotbah para majikan segera membebaskan budak budak mereka, tak terbayangkan betapa senang para budak itu, mereka berlari mendatangi imam Hasan dan bertanya, mengapa beliau menunggu sampai satu tahun untuk memberikan khotbat itu. Imam Hasan Al-Basri menjawab: "Pada waktu kalian datang meminta ku untuk memberikan khutbah, aku langsung setuju. Namun, setelah itu aku menyadari bahwa aku sendiri tidak memiliki budak, dan karena keadaanku yang Menjadi seorang miskin maka aku harus menghemat uang untuk waktu sekitar satu tahun untuk membeli seorang budak. Hari ini, al-hamdulillah! aku bisa membeli seorang budak. Dan segera Setelah itu aku pergi membawa ke pasar dan membebaskannya. Dan Akhirnya, aku datang ke Masjid ini dan menyampaikan khotbah ku. Terlihat bingung, para budak yang telah merdeka itu bertanya,"Tapi mengapa? Mengapa Anda menjalani semua kesulitan ini?".

Imam Hasan Al Basri Radhiallahu anhu menjawab," Jika aku langsung memberikan khotbah tahun yang lalu, aku telah mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang aku tidak melakukan. Jadi, aku memutuskan untuk menunggu sampai aku membebaskan seorang budak, baru aku bisa menasihati orang, sehingga tindakan dan kata-kata ku sejalan dan sama".
اللَّهُمَّ يا اللهُ يا فَرْدُ صَلِّ على عَبْدِكَ و حَبِيبِكَ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الفَرْد و على آلِهِ و صَحْبِهِ و سَلِّمْ تَسْلِيماً وأَفْرِدْنِي بِهِ لما خَلَقْتَنِي لَهُ و اجْعَلْ لي بِذَلِكَ عِزَّاً و مَجْداً فَرِيداً

Syaikh Imam Junaidy dan Sayyid Tua



Diwaktu mudanya Imam Junaid Baghdadi memiliki badan yang kekar dan menunjang hidupnya dengan mata pencaharian sebagai pegulat profesional. Dan Seperti biasa, Setiap tahun diadakan kontes gulat oleh Penguasa Baghdad yang mengumumkan satu hari, "Hari ini, Junaid Baghdadi (juara bertahan) akan menunjukkan keahliannya sebagai pegulat, apakah ada orang yang berani menantangnya?".
Seorang pria tua, berdiri dengan leher gemetar dan berkata, "Aku akan ikut masuk kontes ini dan menantang dia".
Siapa pun yang menyaksikan adegan ini tidak bisa menahan diri, mereka meledak tertawa, dan bertepuk tangan. 

Raja terikat oleh hukum. Dia tidak bisa menghentikan seseorang yang dari kehendak bebasnya sendiri ingin memasuki pertarungan. Orang tua itu diberi izin untuk memasuki ring. Ia berusia sekitar enam puluh lima tahun. Ketika sang juara bertahan, Junaid Baghdadi memasuki ring, ia tercengang seperti Raja dan semua penonton yang hadir. Semua memiliki pikiran yang sama, "Bagaimana mungkin orang tua ini akan mampu melawan dan menang?".

Orang tua itu berjabat tangan dengan Imam Junaid dan dengan suara lirih berkata, "Pinjamkan aku telinga Anda". (Dengarkan kata kataku) Ia kemudian berbisik, "Aku tahu adalah tidak mungkin bagi ku untuk memenangkan pertarungan ini, aku adalah seorang Sayyid, keturunan Nabi Muhammad ﷺ, Anak-anakku sedang kelaparan di rumah. Apakah Anda siap untuk mengorbankan nama Anda, kehormatan dan posisi anda untuk cinta pada Nabi Allah dan kehilangan pertarungan ini kepada ku? Jika Anda melakukan hal ini aku akan dapat mengumpulkan uang hadiahnya dan dengan demikian memiliki sarana untuk memberi makan anak-anak ku dan aku sendiri selama satu tahun penuh. Aku akan dapat menyelesaikan pembayaran semua hutang ku dan di atas semuanya, Sayyid / Tuan dari kedua dunia dan akhirat ﷺ akan senang / ridha dengan Anda. Apakah Anda, Wahai Junaid, tidak bersedia mengorbankan kehormatan Anda demi anak-anak Rasulullah ﷺ ? "

Junaid Baghdadi berpikir sejenak dan berkata, "Hari ini, aku memiliki kesempatan yang sangat baik".
Dengan tampilan yang bersemangat Junaid Baghdadi menunjukkan beberapa manuver, menunjukkan kemahiran bergulatnya sehingga Raja tidak menduga ada konspirasi apapun. Junaid dengan kemahiran yang luar biasa, tak mempergunakan kekuatan penuhnya mampu membuat dirinya sendiri terjatuh, ditindihi orang tua itu dan dengan rendah hati junaid, memproklamirkan kekalahannya...
sehingga memberikan hak kepada orang tua itu menang dan meraih hadiahnya.

Malam itu, Junaid Baghdadi bermimpi bertemu Nabi Muhammad ﷺ yang mengatakan, "Duhai Junaid, Anda telah mengorbankan kehormatan Anda, ketenaran anda yang telah diakui di seantero negeri, nama dan posisi yang digembar-gemborkan di seluruh penjuru Baghdad bertukar demi ekspresi cinta Anda untuk anak-anak ku yang kelaparan. Pada hari ini dan abadi untuk seterusnya, nama Anda akan tercatat dalam daftar Auliya (teman dari Allah)".
Setelah itu, pegulat besar ini berhasil belajar untuk mengalahkan nafsu-nya (keinginan) dan menjadi salah satu Waliyullah paling terkemuka pada masanya!"..


Sumber: Dari kitab "Tajalliat-e-Jazb" oleh Syaikh Muhammad Hakim Akhtar.

Ketika Maulana Jalalluddin Rumi Jatuh Cinta



Semua kita tentu pernah mendengar nama legendaris Rumi, tokoh aliran tasawuf yang menulis banyak buku dan dikagumi dibarat maupun timur dunia, Jauh hari sebelum menjadi seorang sufi, Maulana Jalalluddin Rumi (rahimahullah), beliau adalah seorang profesor di bidang teologi, yang tidak percaya dengan karamah dan kewalian, beliau setiap hari mengajar murid-muridnya di halaman terbuka, di samping air mancur dan sebuah telaga, pada suatu hari saat sedang serius mengajar, datang seorang tokoh sufi, dengan tampilan luar lusuh, berpakaian penuh tambalan, tapi memiliki raut muka yang teduh bersinar, beliau adalah Imam Shams Tabrizi (rahimahullah), masuk ke dalam perkumpulan mereka dan sejenak mengawasi mereka, Ia melihat Maulana Rumi membaca dan mengacu pada banyak buku yang rapi tertulis tangan dalam proses pengajarannya. Imam Shams Tabrizi (RA), bertanya pada Maulana Jalalluddin Rumi (RA) untuk apa saja kegunaan buku-buku itu. Maulana Jalalluddin Rumi (RA) menjawab, "Duhai Sufi. Ini semua berisi pengetahuan yang berada di luar pemahaman Anda sehingga dan lebih baik bagi Anda untuk terus membaca biji biji tasbih Anda itu".

Selesai berbicara, Rumi berbalik membelakangi Imam Shams Tabrizi, yang tanpa sepengetahuan Rumi mengampil dan melemparkan semua tumpukan buku ke dalam kolam air. Beberapa siswa Maulana Rumi melihat apa yang terjadi mereka menghampiri dan mulai memukuli Imam Shams Tabrizi (RA). jeritan Imam Tabrizi (RA) menyadarkan Maulana Rumi (RA) tentang apa yang terjadi. bahwa semua pengetahuan yang berharga miliknya telah hancur. Imam Shams Tabrizi (RA) mengeluh; "Katakan pada murid Anda untuk meninggalkan saya sendirian dan saya akan memberikan kembali buku-buku Anda". Rumi tampak sedih dan hanya bengong berpikir bahwa ini adalah mustahil. Ia menyuruh murid muridnya untuk melepas sang Imam dan betapa terkejut nya Rumi melihat sang Imam Shams Tabrizi hanya dengan membaca bismillah, mengangkat tangannya, dan kitab kitab yang seharusnya sudah basah didalam kolam, datang mendarat diatas tangan sang imam yang kemudian meniup debu dari kitab kitab itu dan kembalikan kepadanya dalam keadaan utuh. Rumi bertanya pada Imam Shams Tabrizi (RA) tentang bagaimana ia bisa melakukan ini semua.

Imam Shams Tabriz (RA) menjawab, "Ilmu seperti ini adalah di luar pemahaman anda, teruslah dan lanjutkan mengajari murid Anda". Selesai bicara sang imampun berlalu,.
Maulana Jalalluddin Rumi (RA) jatuh bertekuk lutut dan tersapu ke dalam arus cinta. Kehadiran seorang Sufi compang-camping itu Merubah jalan hidup Maulana Jalalluddin Rumi (RA) dari seorang profesor teologi yang dihormati manusia menjadi seorang kekasih Allah yang dihormati alam beserta isinya, beliau menyimpulkan seluruh hidupnya dengan kalimat, "Aku dibakar, dan aku dibakar, dan aku dibakar". (Bergelora dalam cintanya pada Allah).

‘Aku kehilangan duniaku, ketenaran ku, pikiran ku. Matahari muncul dan semua bayangan berlari. Aku berlari mengejar bayangan tapi mereka menghilang saat aku berlari. Cahaya datang mengejarku dan tak meninggalkan sedikitpun tempat bagiku untuk bersembunyi'
Ilmu nurani (ilm baatin) seperti mentega dan Pengetahuan luar (ilm zaahir) seperti susu,
Seperti mentega tidak dapat diperoleh tanpa susu, sehingga untuk mendapat pengakuan Allah (ilm baatin) tidak dapat diperoleh tanpa Panduan Spiritual.

3 Jul 2015

Percakapan Imaginer, Mengapa Kita Sholat Menghadap Ka'bah?



Percakapan Si A dengan seorang ustadz..

Si A : mengapa orang Islam menyembah kotak hitam?

Ustadz : salah tu bro. Umat Islam ga menyembah kotak hitam, tapi menyembah Allah.

Si A : bukankah orang Islam sembahyang menghadap Ka'bah, satu kotak yang berwarna hitam? Apakah Allah itu ada di dalam Ka'bah?

Belum sempat sang ustadz menjawab, terdengar handphone nya si A berbunyi. Si A menjawab panggilan teleponnya, sementaran sang ustadz dengan sabar menanti. Setelah si A selesai menjawab panggilan di handphone nya, dia memandang sang ustadz. Sang ustadz tersenyum.

Si A : mengapa tersenyum? Apa jawaban dari pertanyaan saya tadi?

Ustadz : hmm..perlukah saya menjawab pertanyaanmu?

Si A : ah, pasti kau tidak bisa menjawab bukan? [tertawa]

Ustadz : bukan itu maksud saya. Tapi saya mencoba menggunakan teori yang kau gunakan untuk membuat pertanyaan yang kau ajukan padaku. Saya melihat kau kurang menyadarinya..

Si A : mengapa kau bicara begitu?

Ustadz : tadi saya lihat kau bicara sendiri, ketawa dan tersenyum sendiri. Dan kau mencium HP itu sambil bicara "I love u mom"...

Si A : saya tidak bicara sendiri. Saya bicara dengan istri saya. Dia yang telfon saya tadi.

Ustadz : mana istrimu? Saya tak melihatnya..

Si A : istri saya di Tuban. Dia telfon saya, saya jawab menggunakan telfon. Apa masalahnya? [nada marah]

Ustadz : boleh saya lihat HP kamu?

Si A mengulurkan HPnya kepada sang ustadz.
Sang ustadz menerimanya, lalu membolak-balikan HP itu,
menggoncang-goncangnya,
mengetuk-ngetukHP tersebut ke meja.

Lantas sang ustadz menghempaskannya sekuat tenaga ke lantai.. PRAKKK..PECAH..Muka si A merah menahan marah. Sementara sang ustadz menatapnya sambil tersenyum..

Ustadz : mana istrimu? Saya lihat dia tidak ada disini. Saya pecahkan HP ini pun istrimu tetap tak terlihat di dalamnya?

Si A : mengapa kau bodoh sekali? Teknologi sudah maju. Kita bisa berbicara jarak jauh menggunakan telfon.

Apa kau tak bisa menggunakan otakmu? [jegerrr marahnya bro]

Ustadz : Alhamdulillah [senyum]. Begitu juga halnya dengan Allah SWT.
Umat Islam sembahyang menghadap Ka'bah bukan berarti umat Islam menyembah Ka'bah.

Tetapi umat Islam sembahyang atas arahan Allah. Allah mengarahkan umat Islam untuk sembahyang menghadap Ka'bah juga bukan berarti Allah ada di dalam Ka'bah.

Begitu juga dengan dirimu dan istrimu.
Istrimu menelfon menggunakan HP,
ini bukan berarti istrimu ada di dalam HP.

Tetapi ketentuan telekomunikasi menetapkan peraturan, kalau ingin bicara lewat telfon harus tekan nomor yang tepat, barulah akan tersambung dan kau bisa berbicara melalu HP meski istrimu tak ada di dalamnya.

Si A : [melongo]


29 Jun 2015

Ketika Hasan-Husain Menaiki Punggung Nabi SAW



Menyayangi anak adalah sifat dan naluri yang dimiliki setiap orang tua. Tetapi, kasih sayang semacam apakah yang paling hakiki? Apakah dengan memanjakannya orang tua telah memenuhi tanggung jawabnya? Cerita dalam kitab Tanqih al-Qaul karya Syekh Nawawi al-Bantani berikut ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Suatu hari Abu Dzar dan sahabat-sahabat lainnya duduk berbicang dengan Rasulullah. Di tengah-tengah perbincangan, tiba-tiba kedua cucu beliau, Sayidina Hasan dan Husain, datang dan menaiki punggung kakeknya.

Setelah selesai bincang-bincang, Rasulullah pun meminta kepada kedua cucu kesayangannya untuk turun. “Wahai cucuku sayang, turunlah,” pinta Rasulullah.

Sayyinda Ali sebagai ayah menatap tajam kepada putra-putranya. Hasan dan Husain semakin takut dengan tatapan ayahnya tersebut, dan akhirnya keduanya turun dari punggung Rasulullah.

Rasulullah pun bertanya kepada kedua cucunya, “Kenapa kalian gemetar wahai cucuku?”

“Kami takut kepada ayah,” jawab polos Hasan dan Husain.

Sayidina Ali pun memberi pelajaran dengan memukul pelan paha kedua anaknya dan menasihati dengan nada sedikit tinggi, “Bersopan santunlah kalian ketika ada tamu, wahai putraku.”

Rasulullah pun berkata, “Wahai menantuku, Ali, janganlah kamu bentak Hasan dan Husain, karena mereka adalah buah hatiku.”

Ali pun langsung menundukan kepala dan berkata dengan penuh penghormatan, “Ya”. 

Jibril datang dan menegur Nabi Muhammad. “Wahai Muhammad, tindakan Ali adalah benar.”

“Rawatlah, kasihlah nama yang bagus, dan perbaikilah gizi anak-anakmu, karena di akhirat nanti anak-anakmu akan memberi pertolongan,” pesan Malaikat Jibril.

Ketika mendengar teguran dan pesan tesebut, Rasulullah bersabda, “Wahai kaum muslimin, barang siapa yang diberi anak oleh Allah, maka wajib baginya mengajarkan sopan santun dan mendidiknya dengan baik. Bilamana hal itu dilakukannya, maka Allah akan menerima permohonan syafa’at anaknya. Tapi barang siapa yang membiarkan anaknya bodoh, tidak mengenal agama, suka melakukan pelanggaran serta tidak berakhlak, maka setiap pelanggaran dan dosa yang dilakukan anak-anaknya, orang tua ikut menanggungnya”. 



22 Jun 2015

Filosofi Tembang Jawa "SLUKU-SLUKU BATHOK"



Inilah salah satu lagu atau tembang dolanan gubahan para wali, yang konon tembang ini adalah gubahan dari Kanjeng Sunan Kalijogo. Tembang ini memiliki beberapa penafsiran, dan ini beberapa tafsirnya

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
.
☞ SLUKU-SLUKU BATHOK, BATHOKE ELA-ELO
"Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah" atau
"Usluku suluka bathnaka, Bathnaka La ilaha illallah"
Jalankanlah batinmu bathinmu, bathinmu kepada Allah, atau bathinmu harus (menyebut) Lailaha llallah.
kita harus menjalankan batin kita untuk mendekat kepada Allah, tidak hanya raga kita saja yang melakukan sholat atau ibadah lainnya, melainkan batin kita juga, bahkan ke-khyusu'an batin kita inilah yang mengantarkan kita untuk lebih dekat dengan Allah.

Tafsir lain "Ghuslu-ghuslu bathnaka, bathnaka ila Allah"
yang artinya mandikanlah batinmu, sucikan jiwamu menuju kepada Allah dari segala kesibukan hati selain mengingat-Nya.

"Bathoke ela-elo (geleng-geleng)"
ada yang menyebutkan ini juga menggambarkan para sufi ahli tasawuf yang biasa dalam berdzikir disertai gerakan menggelenggkan kepala. ini salah satu bentuk meresapnya makna dzikir tersebut sampai ke dalam hati, atau disebut "dzikr bil-qalb"
.
☞ SI ROMO MENYANG SOLO
"Siiruu ma’aa man sholla"
Berjalan bersama orang-orang yang menegakkan sholat yaitu orang yang tidak bosan-bosannya berjuang di jalan Allah.

Tafsir lain "Sharimi Yasluka"
artinya Petik dan ambillah satu jalan,
Tentunya yang dimaksud adalah jalan kebahagiaan dan keselamatan, melalui beragama secara benar, berislam secara benar

Tafsir lainnya "sirru maa yashilu"
Rahasia yang akan bertemu.
yaitu rahasia kenapa kita hidup di dunia ini, rahasia ibadah, rahasia segala ciptaan Allah, dan rahasia kalimat Laa ilaaha illallah

Tafsir yang lain:
Siram (mandilah, bersucilah) menyang (menuju) Solo (Sholat). Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat.
Maksudnya, sebelum kita mengerjakan sholat ataupun ibadah yang lainnya, kita harus mensucikan diri dari hadas ataupun kotoran lahir-batin, karena Allah itu Maha Suci, dan sangatlah tidak sopan kalau kita menemuiNya dalam kedaan tidak bersih dan tidak suci.
.
☞ OLEH-OLEH E PAYUNG MOTHO
"Laailaha illaallah hayun wal mauta"
maknanya kurang lebih : Esakan Allah dari hidup sampai mati. Ajakan untuk bertauhid dan berpegang teguh kepada agama Allah sampai akhir hayat. Istiqomah dengan kalimat Lailaha illaAllah"

Tafsir lain "laa ilaaha illallaah fayamuutu"
(Mengucap) Laa ilaaha illallah kemudian (langsung) mati.
maksudnya mati dalam keadaan syahid, mengucap Laa ilaaha illallah

Tafsir lain : "Allahu faizun ‘ala man taaba"
Allah cinta pada hamba yang bertobat
.
☞ TAK JENTHIT LO LO LOBAH
"Mandzalik muqarabah" Tafsir lain "Ittakhidzillaha Robba"
maknanya kurang lebih jadikanlah Allah itu Tuhanmu. Siapa yang mendekat bertaqarrublah tanpa henti. Selalu mendekat kepada Allah dalam segala keadaan. Sabar saat diuji, syukur saat diberi nikmat.

Tafsir lainnya "fajaddid allaila lubbah"
Maka perbaruilah (imanmu dengan ucapan laa ilaaha illallaah) pada malam ini, yaitu pada tengah (malam)-nya. Perbanyak dzikir, sujud, wirid kepadaNya, terutama dalam waktu-waktu sepertiga malam. Karena harus kita ingat

"Pak jenthit lolo lobah" (kematian itu datangnya tiba-tiba)
tak ada yang tahu, tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat. (baca QS Qaaf: 19). Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.
.
☞ WONG MATI ORA OBAH
"Hayun wal mauta innalillah"
Sungguh hidup dan mati hanyalah milik Allah.

tafsir lain "Man maata roaa dzunuubah"
orang yang mati akan melihat dosa-dosanya. Oleh karena itu siapkanlah kematianmu dengan terus berbuat baik kepada sesama dengan penuh cinta dan Taqwa kepada Allah SWT.
.
☞ YEN OBAH MEDENI BOCAH
"Dzunuuba dainin yaghillu yadah"
yang membelenggu dua tangan adalah hutang, baik hutang kepada Allah yaitu berupa ibadah mahdloh dan hutang kepada sesama manusia.

"Mahabbatan mahrajuhu taubah"
Kecintaan menuju taubat. Selagi masih diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup di dunia ini. Jangan pernah putus asa dalam menggapai rahmat dan maghfirah-Nya.
.
☞ YEN URIP GOLEK O DHUWIT
"Rottibil kolbi bil qouluts tsabit"
hati kita harus menurut dengan qoul yang tsabit (tetap) yaitu Laa ilaaha illallah.

"Yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq"
Ingatlah sungguh manusia diciptakan dari air yang memancar. Maksudnya, manusia diciptakan dari ketiadaan dan kehinaan. Oleh karena itu untuk memperoleh kemulyaan harus dengan berjalan di jalan Allah. (Baca QS At Tariq ayat 6-7)
.
☞ SIR SIR PONG UDELE BODONG
"Sir sairon dalla showabaan"
maksudnya adalah agar kita hidup menempuh jalan yang benar.
.
Kurang lebih demikian, diambil dari beberapa sumber.
Semoga bermanfaat.

18 Jun 2015

Segala Puji Bagi Allah SWT



Alhamdulillahirabil’alamin hamdan tsanaan ilaih jala wa’ala, segala puji adalah milik Allah.  Puji bagi Allah ini dibagi menjadi 4 bagian secara perinci, yang pertama yang sudah jelas diketahui, pertama al Qadim alal Qadim (Allah memuji dzat-Nya sendiri), qadim alal hadits (Allah memuji makhluk-Nya), hadits alal qadim (makhluk memuji Allah), hadits alal hadits (makhluk memuji sesamA makhluk).

Alhamdulillahirabil’alamin hamdan tsanaan ilaih jala wa’ala, segala puji adalah milik Allah.  Puji bagi Allah ini dibagi menjadi 4 bagian secara perinci, yang pertama yang sudah jelas diketahui, pertama al Qadim alal Qadim (Allah memuji dzat-Nya sendiri), qadim alal hadits (Allah memuji makhluk-Nya), hadits alal qadim (makhluk memuji Allah), hadits alal hadits (makhluk memuji sesamA makhluk).Qadim alal Qadim Allah Ta’ala memuji dzatNya sendiri, seperti ayat-Nya lailaha illa ana fa’buduuni , tiada Tuhan selain-KU maka beribdahlah pada-Ku, dan lain sebagainya.

Kaitannya itu banyak, diantaranya lafad Alhamdulillah ada kaitanya dengan lafad iyya kana’budu wa iyya kanasta’in, ‘hanya kepada-Mu-lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu-lah kami memohon.

Lafad Alhamdulillah juga terkait dengan maliki yaumiddin, Allah yang merajai hari akhir. Sebelum iyya kana’budu wa iyya kanasta’in, ketika Allah Swt berfirman dalam surat fatihah maliki yaumiddin, lafad maliki yaumiddin kalau kita tanyakan, mengapa disebut maliki yaumiddin kok tidak malikil awwalina wal akhirin, yang merajai orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian?  Ada rahasia apa? Karena maliki yaumiddin untuk menunjukan sifat wahdaniahnya, Esa-Nya Allah SWT.

Dengan kemaha sempurnaan sifat-Nya Allah Swt dalam wahdaniah-Nya, wahdaniah fi dzatihi wa wahidun fi sifati wa wahidun fi afalihi (Esa pada dzat-Nya, Esa pada Sifatnya, Esa pada pekerjaanNya). Disini kalimah wahidun fi dzatihi itu jelas.

Nah, yang dimaksukud wahidun fi sifatihi bukan merubah sifat yang 99 atau merubah asma’ yang 99 yang tertera dalam all Qur’an atau asmaul husna atau yang lain.

Allah Ta’ala memberikan pelajaran kepada nabiyullah Adam beberapa asmanya Allah Swt. Akan tetapi tidak semua asma atau nama-nama Allah diberikan pada hamba-Nya. Allah Ta’ala mempunyai 3000 yang ditunjukan kepada khowas, kelompok teristimewa. Yang 1000 hanya diketahui Allah SWT.

Yang 1000 diberikan kepada baginda nabi SAW. Dan yang 1000 dibagikan kepada para malaikat dan para nabi dan para rasul yang lain. Allah memberikan 1000 nama kepada Nabi Saw secara khusus, tidak diberikanpada nabi yang lain. Itu diberikan ketika Allah Swt menjadikan hambaNya dan lain sebagainya.

Ketika yaumil qiyamah, tiba semua dalam keadaan tidak bernyawa, kullu sai’in khaliun illa wajhah, Semua mati kecuali Allah Swt. Nah disinilah rahasianya Allah Swt. Ketika malaikat, dan makhluk Allah yang lain sudah mati,

Allah Ta’ala bertanya “siapakah diantara kalian yang telah mengaku Tuhan selain Aku, tunjukan! Tunjukan Tuhan selain Aku!”, disini sirrnya, sir daripada makna  maliki yaumiddin. Jadi ketika yaumil qiyamah Allah Ta’la langsung bertanya “tunjukan Tuhan selain Aku?!, Wahai hamba-hambaKu, mana yang telah kau pertuhan?, batu, kayu, selain Aku”. Disinilah ketegaan Allah SWT.

Jadi untuk menjawab tantangan hamba-hamba Allah Ta’ala yang tidak beriman terutama, yang sirik, yang mempertuhankan selain Allah, yang mereka puja, ditantang Allah Ta’ala “adakah Tuhan selain Aku? Mana buktinya? Tunjukan!”. Jadi untuk menunjukan puji Qadim alal Qadim, itu diantaranya.

Yang kedua puji qadim alal hadits, bagaimana Allah Ta’ala memuji hamba-hambaNya yang telah diangkat oleh Allah Swt menjadi kekasih-Nya, seperti yang diterangkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam Hakim. Dalam hadits itu disebutkan habata jibril ila nabiyyu Saw.

Qaal kana rabbuka yakulu  laka, in akhodtu ibrohima khalilan faqad akhodtuka habiiban wama  kholaqtul khalkan akrom ‘alayya minka waqad kholaqtul dunnya wa ahalaha li uarrifahum karamataka wa manzilataka indi laulaka ma kholaqtul dunya wala adam, Turun Malaikat Jibril menemui Nabi Saw, kemudian Jibril berkata.

“Tuhanmu menyampaikan pesan padamu, “jika Aku menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Ku (khalil), maka Aku menjadikanmu orang terkasih-Ku (Habib). Aku tidak menciptakan makhluk yang lebih utama disisiku. Dan Aku menciptakan dunia seisinya untuk mengenalkan keutamaanmu disisi-Ku.

Ini adalah suatu perintah yang turun kepada Sayyidi Rasulullah  Saw, diperintahken untuk menyampaikan pesannya Allah Ta’ala kepada Rasullah diantaranya , “idz akhodtu ibrohima khalilan faqad akhodtuka habiba”, makna habiba dengan ma’na kholil sama, tapi berbeda jauh, tempat yang berbeda, tingkatan yang berbeda.

“Aku tidak akan menciptakan seorang hamba-Ku yang melebihi atas kemuliaanmu, terusnya hadits ini “wama  kholaqtul khalkon akrom alayya minka waqad kholqtul dunnya wa ahalaha li uarrifahum karamataka wamanzilataka indi”, dan aku menciptakan alam semesta seisinya, untuk memberitahu kepada mereka atas kedudukanmu dan kemulyaanmu disisi-Ku.  Ini kaitannya puji Qadim alal Hadits

Tausyiah Humor tapi Bijak, silahkan dibaca



Insyaallah dalam beberapa jam ke depan kita akan memasuki hari pertama bulan ramadhan, yg jauh-jauh hari sebelumnya sudah disambut dengan iklan sekuel sirup marjan. Ya namanya juga MARJAN, Marak Jelang Ramadhan.
Setelah dibombardir broadcast nafas menjadi tasbih apalah-apalah, kini beranda mulai didominasi dedek2 gemes selfie2 pake pashmina temporary. Sorry, ini satir bukan nyinyir, tolong dibedakan. Xixixi..

Puncak dari penutupan bulan Sya'ban, siang tadi orang2 pada rame ziarah, dari ziarah kubur hingga ziarah ke pantai dan waterboom. Entah di mana korelasinya dengan ramadhan.

Alhamdulillah hasil sidang isbat sudah diputuskan, hilal sudah kelihatan, dan rendang pun mulai dipanaskan. Kronologis terlihatnya hilal disampaikan MUI dan kementrian agama semalam dalam langgam yg biasa2 saja. Jadi hormatilah yg melihat maupun yg tidak melihat.

Dalam sebuah hadits, lebih ditekanan kata "melihat", bukan " menghitung", makanya diutamakan rukyat, bukan hisab. Wallahu'alam. Karena andai penentuan ramadhan pake sistem hitung, dikuatirkan ke depannya akan ada poling SMS.

Suatu kesyukuran, tahun ini baik NU, muhammadiyah, ataupun naqsabandiyah, sepertinya sepakat satu suara. Wallahualam. CMIIW. Maka dari itu kepada para jamaah arhamiyah, gw fatwakan silakan mengikut juga. Xixixi..

Oh iya, beberapa waktu lalu rame polemik warung makan harus tutup dan gak boleh ada yg buka. Dari segi kaidah literasi, ungkapan ini sebenarnya mengandung premis yg keliru. Logikanya, mana bisa warungnya ditutup kalo gak dibuka dulu?

Ada juga polemik penggunaan kaset di mesjid. Gw pribadi sebenarnya setuju saja kalo ini dibatasi. Menurut gw kaset ini memang rada mengganggu pada jam2 tertentu, dan ini manusiawi. Tapi rasanya berlebihan juga sih kalo dibilang polusi. Toh kasetnya hanya wasilah, isi kasetnya ya tetap kalam2 Allah. Kalo musik Beethoven dari kaset saja menurut penelitian bisa ngaruh pada perkembangan otak jabang bayi, mestinya suara ngaji di kaset efeknya bisa lebih dahsyat dari itu, kan sama2 kaset.

Persoalannya kemarin mungkin cuma di soal volume, kadar dan waktu, ini yg mestinya dipertegas biar gak dipelintir jadi provokasi. Entahlah, gw gak ngerti juga kenapa harus ada gitu kata polusi. Padahal sebagai orang berbudaya di jaman yg sensi ini, bahasa kita cukup luwes dalam mencari padanan kata yg lebih bijak, meskipun misalnya kita gak taat bayar pajak.

Mesjid di kompleks perumahan gw sendiri sepakat gak pake kaset. Bukan memihak yg mana loh ya, ini semata-mata karena memang gak ada tape recorder atau playernya. Hiks.. Tapi lebih dari itu, yg terpenting bukan sebaiknya masjid pake kaset atau nggak. Yg paling penting sholatnya di masjid apa nggak? Itu poinnya. Secara tipikal org2 kita, kadang lebih doyan mempermasalahkan hal2 yg gak substansial, yg dia sendiri justru gak terlibat di dalamnya. Sebelas dua belas dengan yg meributkan mana lebih diutamakan antara membantu Rohingya ataukah Sinabung, sementara ujung-ujungnya dia malah gak berbuat apa2 untuk keduanya. Ada kayak gitu? ada! Haha... Ini bukan nyinyir, suer.

Okeh lanjut..
Puasa adalah bulan defensif. Kalo biasanya orang ditahan KPK, kali ini orang yg kudu menahan KPK, Kepala Perut dan Kemaluan.
Perkara mana yg perlu ditahan dan nggak, rasanya gak perlu gw jelaskan lebih detail, semua pasti sudah sering dengar.
Yg pasti, buat suami istri sekadar mencium jidat istri itu gak apa2, yg gak boleh adalah mencium jidat istri tetangga. Sekadar kumur2 boleh, yg gak boleh adalah kumur2 pake mijon. Simpel aja sih.
Ada juga yg beranggapan tidurnya org puasa adalah ibadah. Padahal ini tergolong hadits dhoif jiddan. Wallahu'alam. Silakan tabayyun wal googleyun.
Yg gw pribadi kuatirkan, ketika tidur dianggap ibadah dan kerja juga dianggap ibadah, boleh jadi bakal banyak orang yg tidur di tempat kerja karena ibadahnya dianggap dobel dua kali lipat.

Okeh, demikian kultum dari gw. Ya, ini namanya kultum, kuliah terserah antum.
Maaf kalo udah nyinyir, eeh satir. Jangan diambil hati yak.
Mulai besok mari sama2 kita bersihkan diri, timeline, dan pertemanan.
Fokus ke ibadah, perbanyak amalan sunnah.
Buat yg istri, sering-seringlah pegang Al-qur'an, kurangi megang remot tivi dan smartphone. Yg suami juga gitu, banyakin tadabbur Alqur'an, jangan malah tafakkur di gemstone ngasah bacan.

Yg masih mau gontok-gontokkan tolong dikurangi. Kalo gak mau dikurangi, ya mohon maaf terpaksa friendlist yg gw kurangi. Wkwk...
Besok niscaya udah puasa, setan masuk tahanan, iblis diteralis, panasbung dipentung, dan panastak dijitak. Hindari status-status yang menyulut dan rentan adu mulut.
Kalo tetap mau mengedepankan aura persaingan, maka mari kita bersaing dalam postingan menu pebukaan.
Wassalam...

Dikutip dari FB Arham Rasyid --> Link